Gut brain axis menjelaskan bahwa sistem pencernaan dan otak tidak bekerja secara terpisah, melainkan saling terhubung dan berkomunikasi secara konstan.
Meskipun begitu, hubungan ini sering kali terabaikan karena gejalanya tidak selalu muncul secara langsung.
Dengan memahami koneksi ini, kamu bisa lebih peka terhadap sinyal tubuh, dan peduli dengan kesehatan dari sudut pandang yang lebih menyeluruh.
Apa itu Gut Brain Axis?
Dikutip dari situs Cleveland Clinic, gut brain axis merujuk pada hubungan antara usus dan otak yang bersifat dua arah.
Artinya, perubahan pada salah satu sistem dapat memengaruhi sistem lainnya, baik secara fisik maupun psikologis.
Koneksi ini terjadi melalui jalur sistem saraf, hormon, dan mikrobiota pada pencernaan, sehingga menegaskan bahwa kondisi pencernaan memiliki pengaruh terhadap cara otak meresponnya.
Oleh karena itu, menerapkan kebiasaan hidup sehat merupakan kunci penting untuk menjaga hubungan fungsi otak dan sistem pencernaan tetap seimbang.
7 Fakta Gut Brain Axis
Setelah memahami definisinya, simak juga beberapa fakta penting tentang gut brain axis berikut ini:
1. Gut Brain Axis adalah Jalur Komunikasi Dua Arah
Kondisi pencernaan tidak hanya mempengaruhi tubuh, tetapi juga mental, termasuk suasana hati, tingkat fokus, hingga respon terhadap stres.
Misalnya, jika kamu merasa cemas atau tegang, kondisi ini dapat memengaruhi kerja pencernaan. Inilah yang menjadi penyebab mengapa perut dapat terasa tidak nyaman saat seseorang mengalami stres.
Hubungan dua arah ini menunjukkan bahwa kesehatan mental dan sistem pencernaan saling terkait, dan menjaga salah satunya berarti ikut menjaga yang lain.
2. Kesehatan Bakteri Usus Menentukan Semangat Nge-Gym
Tahukah kamu, kesehatan bakteri usus ternyata memiliki pengaruh terhadap motivasi seseorang untuk berolahraga?
Hal ini dapat disebabkan karena mikrobiota usus berperan dalam memengaruhi produksi hormon tubuh, termasuk neurotransmitter yang berkaitan dengan energi dan mood.
Zat seperti serotonin dan dopamin sebagian diproduksi dengan bantuan mikrobiota usus, sehingga kesehatan pencernaan akan membuat tubuh lebih mudah terdorong untuk bergerak.
Jadi, tidak heran jika pola makan sehat sering dikaitkan dengan seberapa besar semangat untuk berolahraga, karena usus yang sehat punya peran dalam memotivasi tubuh untuk tetap aktif.
3. Usus Menghasilkan Beragam Zat yang Memengaruhi Otak
Usus sering juga disebut sebagai otak kedua karena peranannya dalam memproduksi banyak senyawa penting, salah satunya adalah serotonin.
Jika sistem pencernaan sehat, produksi zat tersebut dapat meningkat, dan pada gilirannya fungsi otak akan bekerja secara lebih optimal.
Hal inilah yang menjelaskan mengapa pola makan buruk bisa memengaruhi emosi seseorang, mengingat kesehatan usus memiliki pengaruh terhadap mood dan fokus.
4. Stres Dapat Mengganggu Keseimbangan Gut Brain Axis
Saat stres meningkat, tubuh dapat memproduksi lebih banyak hormon yang memengaruhi kerja usus, salah satunya adalah hormon kortisol.
Jika peningkatan hormon ini terus terjadi, respon sistem pencernaan bisa berubah, dan pada gilirannya dapat berisiko merusak keseimbangan bakteri di dalam usus.
Kondisi ini dapat memicu dysbiosis dan meningkatkan risiko peradangan ringan pada sistem pencernaan.
Akibatnya, sinyal yang dikirim ke otak menjadi tidak stabil, dan tidak jarang stres berkepanjangan akan membuat tubuh terasa cepat lelah meski kamu tidak banyak beraktivitas.
Inilah sebabnya mengapa pengelolaan stres yang baik sangat diperlukan agar komunikasi antara usus dan otap tetap berjalan optimal.
5. Gut Brain Axis Memengaruhi Kualitas Tidur
Komunikasi antara usus dan otak juga turut memengaruhi ritme tidur, lho! Hal ini dikarenakan mikroba usus dapat membantu produksi hormon yang mendukung siklus istirahat tubuh.
Ketika keseimbangan mikrobiota terganggu, pola tidur bisa ikut berubah, dan pada gilirannya dapat membuat sulit mendapatkan tidur yang nyenyak.
Sebaliknya, usus yang sehat sangat penting untuk mendukung produksi sinyal relaksasi alami, sehingga membantumu masuk ke fase istirahat dengan lebih mudah.
6. Pola Makan Penting untuk Gut Brain Axis
Selain olahraga dan manajemen stres yang baik, pola makan yang seimbang juga diperlukan untuk menjaga fungsi gut brain axis.
Pilih sumber makanan yang kaya serat, prebiotik, dan makanan fermentasi agar keseimbangan mikrobiota usus tetap terjaga.
Dengan begitu, tubuhmu bisa mendapatkan dukungan nutrisi yang baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan jangka panjang.
Di saat yang sama, kurangi juga konsumsi gula berlebih maupun makanan ultra proses yang dapat mengganggu keragaman bakteri usus.
Melalui pola makan yang tepat, gut brain axis dapat bekerja lebih efisien, dan fungsi tubuh bisa tetap selaras dari pencernaan hingga sistem saraf pusat.
7. Gut Brain Axis Berperan Mengatur Respon Emosi
Seperti yang telah dijelaskan, mikrobiota usus merupakan komponen penting dalam memengaruhi produksi zat yang terkait dengan regulasi emosi.
Ketika tubuh memiliki hormon yang seimbang, komunikasi antara usus dan otak dapat berjalan dengan baik, sehingga respon emosional cenderung lebih mudah dikontrol.
Dengan menjaga kesehatan pencernaan, kamu juga bisa memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menjaga stabilitas mental, termasuk tekanan stres yang bisa muncul kapan saja.
Kesimpulan
Dengan memahami gut brain axis, kamu bisa menerapkan kebiasaan sehat secara lebih terarah, sehingga keseimbangan antara fungsi pencernaan dan otak bisa tetap optimal.
Cobalah untuk peka terhadap kondisi kesehatanmu, serta imbangi dengan menerapkan gaya hidup sehat melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan manajemen stres yang konsisten.
Yuk, mulai tingkatan gaya hidup sehat bersama FIT HUB! Pilihan terbaik untuk mendapatkan benefit gym premium dengan harga terjangkau.
Ikuti kelas-kelas fitnes gratis, dapatkan pendampingan dari personal trainer profesional, hingga nikmati pengalaman latihan di gym modern dengan fasilitas yang lengkap.



