Health

Heart Rate Recovery: Pengertian dan Cara Menghitungnya

31 Mar 2026

avatar

Mastono

Bagikan Blog

Heart Rate Recovery: Pengertian dan Cara Menghitungnya

Heart rate recovery adalah salah satu indikator penting untuk menilai kondisi kebugaran jantung seseorang.

Meskipun begitu, tidak jarang yang masih belum familiar dengan istilah ini. Padahal, memahami heart rate recovery bisa membantu mengetahui seberapa cepat tubuh bisa pulih setelah berolahraga.

Melalui pengukuran ini, kamu bisa mengetahui efisiensi kerja sistem kardiovaskular, sekaligus memantau perkembangan kebugaran tubuh dari waktu ke waktu.

Lantas, seberapa besar peran HRR dalam menilai kesehatan jantung dan bagaimana cara menghitungnya secara tepat? Temukan jawabannya berikut ini.

Apa itu Heart Rate Recovery?

786.jpg Disadur dari laman Cleveland Clinic, heart rate recovery merupakan metode pengukuran yang ditujukan untuk melihat seberapa cepat detak jantung bisa kembali ke tingkat normal setelah digunakan beraktivitas.

Saat kamu berolahraga, detak jantung akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan energi otot.

Setelah aktivitas selesai, detak jantung secara bertahap akan menurun dan kembali menuju kondisi istirahat.

Kecepatan penurunan detak jantung inilah yang menjadi salah satu indikator untuk menilai kebugaran sistem kardiovaskular.

Semakin cepat detak jantung kembali turun, kondisi ini bisa menjadi petunjuk bawah jantung dan sistem saraf otonom bekerja dengan baik dalam mengatur respon tubuh terhadap aktivitas fisik.

Sebaliknya, jika detak jantung membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali normal, hal ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan waktu pemulihan yang lebih panjang.

Di sinilah peran pengukuran heart rate recovery sering digunakan, yaitu sebagai salah satu parameter untuk menilai kebugaran jantung dan mengevaluasi efektivitas latihan.

Apa Indikator Heart Rate Recovery yang Ideal?

Seperti yang telah disinggung, umumnya detak jantung yang sehat akan turun kembali dengan cukup cepat setelah aktivitas fisik berhenti.

Semakin besar penurunan detak jantung dalam waktu singkat, umumnya menandakan sistem kardiovaskular bekerja dengan baik.

Secara umum, penurunan sekitar 18 bpm (beats per minute) atau lebih dalam satu menit pertama bisa dianggap sebagai indikator heart rate recovery yang baik.

Artinya, jika detak jantungmu turun cukup signifikan dalam satu menit setelah berhenti berolahraga, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa tubuh mampu melakukan proses pemulihan dengan efisien.

Namun, angka tersebut tetap tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk semua orang, menimbang hasil HRR dapat bervariasi tergantung pada sejumlah faktor, seperti usia, tingkat kebugaran, riwayat penyakit, intensitas olahraga, hingga kondisi kesehatan jantung secara keseluruhan.

Selain itu, cara tubuh beristirahat setelah beraktivitas fisik juga dapat memengaruhi hasil pengukuran HRR.

Jika kamu ingin memahami kondisi jantung secara lebih menyeluruh, melakukan pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mendapatkan evaluasi yang lebih akurat.

Cara Menghitung Heart Rate Recovery

Pada dasarnya, cara menghitung heart rate recovery cukup sederhana dan bisa dilakukan sendiri setelah berolahraga.

Pengukuran ini biasanya dilakukan segera setelah kamu menyelesaikan aktivitas dengan intensitas sedang hingga tinggi, seperti berlari, bersepeda, atau melakukan latihan kardio.

Langkah pertama adalah dengan mencatat peak heart rate tepat saat kamu berhenti berolahraga, di mana kamu harus segera mengeceknya tepat setelah menyelesaikan latihan.

Setelah itu, beristirahatlah selama satu menit tanpa melakukan aktivitas berat, kemudian ukur kembali detak jantung di menit pertama pada masa pemulihan ini.

Nilai heart rate recovery diperoleh dengan menghitung selisih antara peak heart rate dan detak jantung setelah satu menit istirahat.

Rumus menghitungnya adalah: HRR = peak heart rate - detak jantung setelah 1 menit istirahat.

Berikut contoh perhitungan HRR untuk memudahkanmu memahaminya:

  • Peak heart rate = 160 bpm
  • Detak jantung setelah 1 menit istirahat = 135 bpm

Maka, HRR = 160-135 bpm = 25 bpm

Manfaat Memahami Heart Rate Recovery

Selain digunakan untuk mendapatkan gambaran sederhana tentang seberapa baik kondisi sistem kardiovaskular seseorang, pengukuran HRR juga punya beberapa manfaat lain, lho!

Berikut diantaranya:

1. Membantu Memantau Perkembangan Latihan

Memahami heart rate recovery juga berguna untuk memantau progres latihan dari waktu ke waktu, di mana perubahan pada HRR dapat menunjukkan bahwa tubuh mulai beradaptasi dengan aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin.

Ketika seseorang semakin bugar, detak jantung umumnya akan turun lebih cepat setelah latihan, dan hal ini menandakan sistem kardiovaskular menjadi lebih efisien dalam mengatur aliran oksigen dan energi.

Melalui pemantauan HRR secara berkala, kamu bisa melihat apakah program latihan yang dijalani sudah efektif.

Dengan pendekatan ini, kamu juga bisa membuat latihan menjadi lebih terarah dan berbasis pada data, bukan sekadar rutinitas konstan tanpa mengetahui dampaknya bagi tubuh.

2. Membantu Mengatur Intensitas Latihan

Pengukuran heart rate recovery dapat digunakan untuk membantu menentukan apakah intensitas latihan sudah sesuai dengan kemampuan tubuh.

Penyesuaian ini sangat penting agar latihan dapat berjalan tetap efektif tanpa memberikan tekanan berlebihan pada jantung.

Misalnya, jika detak jantung terlalu lama untuk pulih setelah latihan, bisa jadi intensitas latihan yang kamu lakukan terlalu tinggi.

Dalam kondisi seperti ini, tubuhmu bisa membutuhkan waktu pemulihan yang lebih panjang sebelum kembali siap digunakan beraktivitas.

Dengan memahami pola ini, kamu bisa menyesuaikan latihan agar tetap efisien sekaligus aman bagi kesehatan jantung.

3. Membantu Menilai Kemampuan Pemulihan Tubuh

Dengan memahami tingkat HRR, kamu juga bisa mendapatkan gambaran tentang kemampuan tubuh dalam proses pemulihan setelah digunakan bekerja.

Ketika olahraga selesai, tubuh akan beralih dari kondisi aktif ke kondisi istirahat, dan sistem saraf parasimpatik akan berperan menurunkan detak jantung agar kembali ke kondisi normal.

Melalui pemantauan secara berkala, HRR bisa membantumu dalam mengatur keseimbangan antara latihan dan proses pemulihan, sehingga risiko overtraining dapat dihindari.

Kesimpulan

Memahami heart rate recovery dapat membantu menilai seberapa baik tubuhmu bisa beradaptasi dan pulih setelah aktivitas fisik.

Dengan pemantauan yang konsisten, kamu juga lebih mudah menyesuaikan intensitas latihan sekaligus menjaga kesehatan jantung agar tetap optimal.

Yuk, mulai peduli dengan kesehatanmu dan jangan lupa untuk tetap rutin nge-gym agar tubuh semakin bugar dan performa latihan terus meningkat.

Nikmati benefit gym premium dengan harga terjangkau di FIT HUB! Tempat terbaik berolahraga dengan fasilitas lengkap, beragam kelas menarik, serta dukungan dari personal trainer berpengalaman.

Blog Terkait

Membership

Personal Trainer

Kelas

Blog

Jadwal Kelas

Lokasi Klub

Fasilitas

Tentang Kami

Karir

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

FAQs

Brand Partnership

Corporate Membership

[email protected]

[email protected]

[email protected]

Layanan Pengaduan Konsumen