Key Takeaways:
- Ankle mobility adalah kemampuan pergelangan kaki untuk bergerak dengan rentang gerak yang cukup, terutama saat tubuh melakukan gerakan menekuk ke depan.
- Ankle mobility yang terbatas dapat membuat posisi squat terasa kurang nyaman dan memengaruhi teknik gerakan.
- Salah satu cara sederhana untuk mengecek ankle mobility adalah dengan knee-to-wall test.
- Latihan seperti ankle dorsiflexion, calf stretch, dan squat dengan bantuan dapat membantu melatih mobilitas pergelangan kaki.
- Mobilitas yang baik perlu diimbangi dengan kekuatan, kontrol gerakan, dan teknik squat yang tepat.
Saat melakukan squat, bukan hanya kekuatan otot paha dan bokong yang berperan. Ankle mobility yang terbatas juga dapat mengganggu posisi dan kedalaman squat, terutama ketika pergelangan kaki sulit melakukan gerakan menekuk ke arah tulang kering.
Akibatnya, tumit bisa terangkat, lutut sulit bergerak ke depan, atau tubuh terlalu condong ke depan untuk mempertahankan keseimbangan. Nah, kamu bisa mengecek ankle mobility dengan tes sederhana dan melatihnya secara bertahap.
Yuk, baca penjelasan selengkapnya di bawah ini!
Kenapa Ankle Mobility Penting untuk Squat?
Squat merupakan gerakan yang melibatkan banyak sendi dan kelompok otot. Pergelangan kaki menjadi salah satu bagian yang membantu tubuh mempertahankan posisi saat turun dan naik.
Ketika ankle mobility cukup, lutut dapat bergerak ke depan sesuai kebutuhan gerakan tanpa membuat tumit kehilangan kontak dengan lantai. Hal ini membantu tubuh tetap stabil ketika berada di posisi bawah squat.
Sebaliknya, ketika mobilitas pergelangan kaki terbatas, tubuh bisa mencari kompensasi dari bagian tubuh lain. Misalnya, tubuh lebih banyak membungkuk ke depan atau tumit mulai terangkat.
Kondisi ini tidak selalu secara otomatis menyebabkan kualitas gerakan yang buruk. Meski dengan ankle mobility yang kurang, mereka tetap mampu bergerak secara efektif dalam batasan ruang geraknya sendiri, menurut Strength Ambassador.
Pasalnya, bentuk squat setiap orang tidak harus terlihat persis sama. Struktur anatomi, panjang tungkai, panjang torso, bentuk sendi, dan teknik yang digunakan dapat memengaruhi posisi squat seseorang.
Jadi, ankle mobility yang kurang tidak otomatis berarti teknik squat seseorang pasti buruk. Hal yang perlu diperhatikan adalah apakah keterbatasan tersebut mengganggu kenyamanan, stabilitas, atau kemampuan melakukan gerakan sesuai kebutuhan.
Tanda Ankle Mobility Kurang saat Squat
Ada beberapa hal yang bisa menjadi petunjuk bahwa kamu perlu memperhatikan mobilitas pergelangan kaki seperti berikut ini:
1. Tumit Terangkat saat Squat
Salah satu tanda yang cukup mudah diamati adalah tumit terangkat ketika tubuh semakin turun.
Jika kamu berusaha mempertahankan posisi squat tetapi tumit mulai kehilangan kontak dengan lantai, keterbatasan dorsiflexion bisa menjadi salah satu faktor penyebabnya. Meski begitu, posisi kaki, teknik, dan struktur tubuh juga perlu dipertimbangkan.
2. Tubuh Terlalu Condong ke Depan
Saat pergelangan kaki tidak dapat bergerak cukup ke depan, tubuh bisa melakukan kompensasi dengan menggeser atau mencondongkan tubuh lebih jauh ke depan.
Sedikit kemiringan tubuh sebenarnya merupakan bagian normal dari squat. Namun, jika perubahan posisi tersebut terasa berlebihan atau membuat gerakan menjadi tidak stabil, ankle mobility bisa menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi.
3. Sulit Mencapai Kedalaman Squat
Keterbatasan mobilitas pergelangan kaki dapat membuat sebagian orang kesulitan mencapai kedalaman squat tertentu sambil mempertahankan telapak kaki tetap menapak.
Namun, kedalaman squat juga dipengaruhi oleh banyak faktor lain. Jadi, jangan langsung menyimpulkan bahwa masalahnya hanya berasal dari ankle mobility.
4. Gerakan Terasa Kaku di Pergelangan Kaki
Jika kamu merasa pergelangan kaki sangat kaku ketika melakukan squat atau gerakan seperti lunges, hal tersebut juga bisa menjadi alasan untuk mengecek mobilitasnya.

Temukan inspirasi sehatmu dan wujudkan dengan latihan di FIT HUB!
Klaim Gratis Free Trial 7 HariCara Mengecek Ankle Mobility dengan Knee-to-Wall Test
Salah satu pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan adalah knee-to-wall test. Tes ini memberikan gambaran mengenai kemampuan pergelangan kaki melakukan dorsiflexion. Berikut cara melakukannya:
- Berdiri menghadap dinding dengan salah satu kaki berada di depan.
- Tempatkan ujung kaki beberapa sentimeter dari dinding.
- Pastikan tumit kaki tetap menempel di lantai.
- Dorong lutut perlahan ke arah dinding.
- Usahakan lutut dapat menyentuh dinding tanpa tumit terangkat.
- Jika berhasil, kamu bisa menggeser kaki sedikit lebih jauh dari dinding dan mengulanginya.
- Bandingkan kemampuan kaki kanan dan kiri.
Tes ini bukan diagnosis medis. Tujuannya lebih kepada melihat apakah terdapat perbedaan atau keterbatasan gerak yang cukup terasa antara kedua sisi.
Jangan memaksakan gerakan hanya untuk mendapatkan jarak tertentu. Jika muncul nyeri tajam, sebaiknya hentikan tes dan pertimbangkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau profesional yang kompeten.
Apa yang Bisa Dilakukan untuk Meningkatkan Ankle Mobility?
Jika hasil pengecekan menunjukkan bahwa pergelangan kaki terasa kaku, kamu bisa memasukkan beberapa latihan mobilitas ke dalam rutinitas. Berikut ini beberapa di antaranya:
1. Ankle Dorsiflexion Drill
Berdiri dengan posisi kaki stabil, kemudian gerakkan lutut secara perlahan ke arah depan sambil mempertahankan tumit tetap menempel di lantai.
Gerakan ini bisa dilakukan secara terkontrol dengan fokus pada kemampuan pergelangan kaki bergerak tanpa kehilangan posisi telapak kaki.
2. Calf Stretch
Otot betis yang terasa kaku juga dapat memengaruhi bagaimana pergelangan kaki bergerak.
Kamu bisa melakukan calf stretch dengan posisi berdiri menghadap dinding. Satu kaki berada di belakang, tumit tetap menempel di lantai, lalu tubuh diarahkan perlahan ke depan. Lakukan dengan nyaman dan hindari memaksakan peregangan sampai menimbulkan rasa sakit.
3. Knee-to-Wall Drill
Selain sebagai tes, gerakan knee-to-wall juga dapat digunakan sebagai latihan mobilitas. Letakkan kaki di depan dengan tumit tetap menempel di lantai. Kemudian arahkan lutut ke depan menuju dinding secara perlahan.
Kembali ke posisi awal dan ulangi beberapa kali. Fokus pada gerakan yang terkontrol, bukan sekadar seberapa jauh lutut bisa bergerak.
4. Squat dengan Bantuan
Jika squat tanpa bantuan terasa sulit, kamu bisa menggunakan pegangan seperti tiang atau rack untuk membantu menjaga keseimbangan.
Dengan bantuan tersebut, kamu dapat berlatih masuk ke posisi squat sambil mempertahankan telapak kaki tetap menapak. Gerakan ini juga memungkinkan kamu mengeksplorasi rentang gerak secara lebih terkontrol.
Jadi, ankle mobility yang terbatas bisa menjadi salah satu faktor yang memengaruhi squat, terutama ketika pergelangan kaki kesulitan melakukan dorsiflexion. Kondisi tersebut dapat membuat tumit terangkat, kedalaman squat terbatas, atau tubuh melakukan kompensasi untuk mempertahankan keseimbangan.
Meski begitu, jangan lupa bahwa kualitas squat tidak ditentukan oleh ankle mobility saja. Jadi, fokuslah pada kemampuan tubuh melakukan squat dengan nyaman, stabil, dan terkontrol, bukan sekadar mengejar bentuk gerakan yang terlihat sempurna.
Jika kamu masih kesulitan melakukan gerakan squat, tak ada salahnya meminta bantuan personal trainer untuk mengajari teknik yang benar. Semua personal trainer di FIT HUB memiliki pengalaman bertahun-tahun dan pastinya bisa kamu andalkan untuk latihan yang aman dan nyaman.
Yuk, buktikan dan jadi member FIT HUB sekarang juga! Klaim free trial-nya terlebih dahulu, ya!



