Kondisi skoliosis bukan berarti jadi penghalang untuk berhenti aktif bergerak, karena olahraga untuk skoliosis tetap menjadi bagian penting yang perlu dijaga.
Hal yang harus diperhatikan adalah pemilihan jenis latihan, intensitas, serta cara melakukannya, sehingga manfaatnya bisa lebih optimal dirasakan.
Dengan begitu, pengidap skoliosis tetap dapat berolahraga secara aman, tanpa harus menghindari aktivitas fisik sepenuhnya.
Jika kamu penasaran dengan opsi olahraga yang tepat bagi pengidap skoliosis, pastikan untuk menyimak artikel ini sampai akhir, ya!
Olahraga untuk Pengidap Skoliosis
Pemilihan jenis olahraga untuk skoliosis sebaiknya disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing individu.
Jangan memaksakan gerakan yang dapat menimbulkan nyeri atau tekanan berlebih pada tulang belakang, karena hal tersebut dapat memperburuk keluhan yang dirasakan.
Berikut adalah 6 rekomendasi olahraga yang aman dilakukan untuk pengidap skoliosis:
1. Berenang
Pertama adalah renang, salah satu olahraga yang sering direkomendasikan untuk program perawatan cedera maupun rehabilitasi, termasuk untuk skoliosis.
Berenang dapat memberikan beban yang relatif kecil pada tulang belakang, sekaligus membantu menopang tubuh agar tekanan pada sendi dan otot menjadi lebih ringan.
Gerakan renang juga dapat melatih kekuatan pada beberapa area tubuh sekaligus, seperti otot punggung, bahu, dan inti, di mana ketiganya dapat mendukung fungsi stabilitas tulang belakang.
Agar manfaatnya lebih optimal, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis sebelum memulai rutinitas latihan.
2. Jalan Cepat
Selain dikenal efektif membantu menjaga kebugaran jantung dan daya tahan tubuh, jalan cepat juga diklaim ampuh dalam meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot penyangga tulang belakang.
Mulailah dengan durasi dan intensitas yang lebih rendah terlebih dahulu, kemudian tingkatkan secara bertahap seiring tubuh mulai beradaptasi.
3. Latihan Schroth
Dalam praktik fisioterapi, latihan schroth adalah salah satu metode terapi yang dirancang khusus untuk membantu menangani kondisi skoliosis.
Pendekatan ini berfokus pada koreksi postur, pernapasan, dan aktivitasi otot tubuh secara spesifik, sehingga dapat disesuaikan dengan pola kelengkungan tulang belakang.
Jika dilakukan secara rutin dan didukung oleh bimbingan fisioterapis, latihan schroth dapat menjadi pilihan yang ideal untuk meningkatkan fungsi tulang belakang dalam aktivitas sehari-hari.
4. Yoga
Meskipun yoga termasuk salah satu olahraga low impact yang juga bisa jadi pilihan, tidak semua pose yoga cocok dilakukan oleh pengidap skoliosis.
Hindari gerakan yang melibatkan puntiran ekstrem atau tekanan berlebihan pada tulang belakang, misalnya seperti deep spinal twist atau backend yang intens.
Sebaliknya, pilih pose yang berfokus pada gerakan peregangan ringan, keseimbangan, dan penguatan otot inti, seperti cat-cow, child’s pose, dan mountain pose.
5. Pilates
Selain yoga, olahraga low impact yang juga aman untuk pengidap skoliosis adalah pilates, terutama jika dilakukan dengan teknik dan intensitas yang tepat.
Pilates sendiri dapat difokuskan untuk memperkuat otot inti, stabilitas tubuh, serta membantu menopang tulang belakang dengan lebih baik.
Agar lebih aman, latihan sebaiknya dilakukan di bawah arahan instruktur profesional yang memahami kondisi skoliosis.
6. Bersepeda
Menurut UK Scoliosis Clinic, bersepeda juga menjadi pilihan olahraga yang relatif aman karena dapat dilakukan tanpa memperparah lengkungan skoliosis.
Saat bersepeda, beberapa area yang berperan dalam menopang postur tubuh dapat ditargetkan, seperti otot tungkai dan inti tubuh.
Pilih posisi bersepeda yang lebih tegak, dan hentikan latihan segera jika mulai muncul nyeri atau rasa tidak nyaman pada punggung.

Temukan inspirasi sehatmu dan wujudkan dengan latihan di FIT HUB!
Klaim Gratis Free Trial 7 HariOlahraga yang Perlu Dihindari
Meskipun olahraga untuk skoliosis bisa memberikan dampak positif, terdapat beberapa jenis aktivitas fisik yang sebaiknya dihindari, berikut di antaranya:
1. Angat Beban Berat
Olahraga angkat beban dengan beban yang terlalu berat sangat berisiko memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang.
Hal ini dapat berpotensi memperburuk tingkat lengkungan maupun rasa nyeri yang dialami oleh pengidap skoliosis.
Jika tetap ingin melakukan latihan kekuatan, fokuskan pada beban yang lebih ringan terlebih dahulu, dan jangan ragu untuk meminta bantuan profesional agar risiko cedera dapat dihindari.
2. Senam atau Gymnastic dengan Gerakan Ekstrem
Beberapa gerakan gymnastic sering melibatkan gerakan melengkungkan, memutar, dan meregangkan tulang belakang secara intens.
Bagi pengidap skoliosis, gerakan semacam ini dapat meningkatkan potensi tekanan pada area yang sudah mengalami lengkungan.
Jadi, pilihlah olahraga dengan gerakan yang lebih ringan dan terkontrol, sehingga rutinitas latihan bisa dilakukan secara konsisten.
3. Olahraga Kontak Fisik
Hindari olahraga seperti sepak bola, basket, rugby, bela diri, atau jenis olahraga yang memiliki risiko kontak fisik yang tinggi.
Ketika terjadi benturan, jatuh, atau tabrakan, hal tersebut akan sangat berbahaya karena dapat menyebabkan cedera serius.
4. Olahraga dengan Gerakan Torsi dan Rotasi
Olahraga yang melibatkan gerakan memutar tubuh secara berulang juga dapat memperburuk ketidakseimbangan pada tulang belakang, contohnya seperti golf, tenis, dan badminton.
Jika tubuh terus menerus mendapatkan stimulus ini, ketegangan pada area yang mengalami lengkungan dapat menjadi lebih parah.
Sebagai alternatif, pilih jenis olahraga dengan gerakan yang memberikan beban relatif lebih aman untuk tulang belakang.
Kesimpulan
Selama yang dipilih sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing individu, skoliosis seharusnya bukan menjadi alasan untuk menghentikan rutinitas olahraga.
Kuncinya ada pada konsistensi, sehingga aktivitas fisik dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang terus dijaga.
Ingat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis terlebih dahulu, terlebih jika masih merasa ragu terkait jenis latihan mana yang sebaiknya dipilih.
Untuk kamu yang ingin membangun rutinitas olahraga secara lebih terarah, latihan di gym adalah pilihan yang tepat.
Di FIT HUB, kamu bisa memulai latihan dengan dukungan fasilitas lengkap dan arahan dari personal trainer profesional.
Yuk, daftarkan dirimu menjadi member FIT HUB sekarang juga!



