Health

Ciri-Ciri Sugar Rush dan Dampaknya untuk Kesehatan Tubuh

30 Jan 2025

avatar

Mastono

Bagikan Blog

Ciri-Ciri Sugar Rush dan Dampaknya untuk Kesehatan Tubuh

Pernahkah kamu merasa bersemangat atau gembira setelah mengonsumsi makanan manis? Bisa jadi itu adalah tanda bahwa kamu mengalami sugar rush.

Istilah yang muncul pada tahun 1970-an ini semakin populer digunakan untuk menjelaskan fenomena perilaku hiperaktif akibat mengonsumsi gula, khususnya pada anak-anak.

Jika kamu ingin mempelajari lebih dalam tentang sugar rush, pastikan terus menyimak artikel ini sampai habis, ya!

Apa itu Sugar Rush?

Dilansir dari laman Griffith University, sugar rush dipahami sebagai efek lonjakan energi akibat menyantap gula, di mana hal ini dapat membuat seseorang menjadi lebih aktif dan merasa senang.

Dalam sejarahnya, teori sugar rush mulai berkembang pada tahun 1970-an dan secara implisit dimuat dalam buku berjudul “Why Your Child Hyperactive” karya Ben Feingold.

Dalam buku tersebut, Ben Feingold menyebut bahwa jenis makanan manis yang mengandung gula memiliki keterkaitan dengan perilaku mudah bersemangat di kalangan anak-anak.

Saat ini, banyak orang yang meyakini bahwa sugar rush juga dapat terjadi pada orang dewasa, menimbang gula berperan dalam menyediakan energi bagi tubuh.

Ciri-Ciri Sugar Rush

Ciri-Ciri Sugar Rush.jpg

Sugar rush dapat menunjukkan ciri-ciri yang beragam dan bisa sangat berbeda pada masing-masing individu.

Secara umum, ciri-ciri sugar rush dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Lonjakan Energi

Saat kamu mengonsumsi gula dalam jumlah banyak, tubuh akan mengalami lonjakan kadar gula darah dan pada gilirannya akan memungkinkan tubuh untuk menghasilkan energi secara instan.

Beberapa orang mungkin akan merasa lebih bersemangat dan sering kali mendorong mereka untuk lebih aktif secara fisik.

Meski begitu, peningkatan energi ini umumnya berlangsung dalam tempo yang singkat, kemudian diikuti dengan penurunan energi yang cepat dan membuat tubuh merasa lesu.

2. Mood Swings

Selain menyebabkan lonjakan energi, sugar crush juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang cepat dan tak terduga.

Saat mengonsumsi gula, tubuh akan bereaksi dengan merangsang bagian otak yang berperan dalam mengatur emosi.

Efek sugar crush ini sebenarnya merupakan proses peningkatan zat kimia pada otak yang membuat seseorang merasa senang, termasuk hormon opioid dan dopamin.

3. Detak Jantung Meningkat

Konsumsi gula diketahui memiliki peran dalam melepaskan hormon tertentu, salah satunya adalah hormon adrenalin yang berperan dalam meningkatkan detak jantung.

Konsumsi gula dapat membuatmu merasakan jantung berdebar lebih cepat atau merasakan denyut nadi yang meningkat.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh asupan gula yang berlebihan, di mana sistem metabolisme glukosa pada tubuh didorong untuk bekerja ekstra.

4. Keinginan Menyantap Lebih Banyak Gula

Ciri-ciri sugar crush berikutnya adalah keinginan untuk menyantap lebih banyak gula yang dapat terjadi saat tubuh mengalami fluktuasi kadar gula darah.

Gula dapat memicu tubuh untuk memproduksi lebih banyak hormon serotonin dan dopamin di dalam otak, sehingga menciptakan keinginan mengonsumsi gula secara terus-menerus.

Fakta Sugar Rush

Diskursus dan penelitian tentang sugar crush saat ini terus berkembang dan telah menawarkan temuan-temuan baru yang patut untuk dipelajari.

Adapun klaim yang menyebut bahwa konsumsi gula memiliki hubungan dengan perilaku hiperaktif, yang rupanya telah dibantah dalam beberapa penelitian.

Dikutip dari situs National Geographic, para peneliti telah mencapai konsensus bahwa gula dinyatakan tidak memiliki hubungan dengan perilaku hiperaktif.

Di sisi lain, beberapa temuan juga menyebut bahwa mengonsumsi gula dengan takaran yang tidak terkontrol justru dapat menyebabkan rasa letih dan lesu.

Jadi alih-alih mengalami lonjakan energi, seseorang justru berpotensi mengalami kelelahan setelah mengonsumsi gula.

Seperti yang telah disinggung, gula merupakan sumber penting yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi.

Jadi tidak heran jika jenis karbohidrat ini sering dikaitkan dengan peningkatan energi secara cepat, termasuk perannya dalam mendorong seseorang menjadi lebih aktif dari biasanya.

Meskipun begitu, mengontrol efek sugar rush sangatlah penting dilakukan, terutama untuk menghindari perilaku kecanduan konsumsi gula secara berlebihan.

Dampak Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Dampak Terlalu Banyak Konsumsi Gula.jpg

Sebagai nutrisi yang penting bagi tubuh, mengontrol kadar gula agar di dalam tubuh tentu merupakan hal yang penting dilakukan.

Lantas apa yang terjadi jika tubuh mengonsumsi gula secara berlebihan? Berikut ini adalah beberapa dampaknya:

1. Memicu Obesitas

Mengonsumsi gula secara berlebihan merupakan salah satu faktor penyebab kenaikan berat badan dan obesitas.

Jenis-Jenis makanan atau minuman manis sering kali mengandung kalori yang tinggi. Jika tidak dikontrol, komposisi lemak di dalam tubuh akan meningkat seiring berjalannya waktu.

2. Meningkatkan Risiko Diabetes

Ketika mengonsumsi gula secara berlebihan, pankreas akan memproduksi insulin yang berfungsi sebagai pengatur kadar gula darah.

Seiring waktu, tubuh akan menjadi resisten terhadap insulin, yaitu kondisi di mana sel-sel tubuh tidak lagi merespons insulin secara efektif.

Akibatnya, kadar gula darah di dalam tubuh akan semakin meningkat, sehingga dapat berpotensi meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

3. Merusak Gigi

Seperti yang telah diketahui, makanan dan minuman manis sangat terkenal sebagai salah satu penyebab utama kerusakan gigi.

Ketika gula dikonsumsi, bakteri akan berinteraksi dengan gula dan menghasilkan asam yang dapat mengikis email gigi.

Proses ini yang mengakibatkan gigi menjadi lebih rentan terhadap kerusakan, termasuk dalam menciptakan gigi berlubang.

4. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Dampak lain dari kebiasaan mengonsumsi gula secara berlebihan adalah risikonya yang dapat memicu penyakit jantung.

Jika tidak segera mengontrol asupan gula, kadar trigliserida di dalam tubuh akan semakin meningkat, sehingga turut meningkatkan risiko masalah kardiovaskular.

Selain itu, mengonsumsi gula yang terlalu banyak juga dapat menurunkan kadar kolesterol HDL dan mendorong hati untuk memproduksi kolesterol LDL penyebab penyakit jantung dan stroke.

Kesimpulan

Itulah serba-serbi sugar rush yang patut untuk diketahui. Selalu perhatikan pola makanmu dan mulailah berolahraga secara rutin.

FIT HUB menyediakan kelas-kelas fitness, fasilitas gym yang lengkap, serta pendampingan dari personal trainer berpengalaman.

Daftarkan dirimu menjadi member FIT HUB sekarang dan jangan lewatkan kesempatan mencoba program free trial-nya!

Blog Terkait

Membership

Personal Trainer

Kelas

Blog

Jadwal Kelas

Lokasi Klub

Fasilitas

Tentang Kami

Karir

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

FAQs

Brand Partnership

Corporate Membership

[email protected]

[email protected]

[email protected]

Layanan Pengaduan Konsumen