Dalam menilai perkembangan kemampuan fisik saat latihan, ada beberapa metode yang bisa diterapkan, salah satunya adalah velocity-based training.
Metode ini menawarkan pendekatan yang terukur dalam mengevaluasi kualitas latihan, termasuk untuk menentukan intensitas yang sesuai dengan kemampuan tubuh saat berlatih.
Ingin tahu bagaimana penerapannya? Yuk, kenali cara kerja hingga manfaat velocity-based training di artikel ini!
Apa itu Velocity-Based Training?
Menurut GymAware, velocity-based training (VBT) adalah metode pengukuran berbasis kecepatan yang ditujukan untuk menilai intensitas dan progres dari sebuah latihan.
Dengan mengukur kecepatan gerakan, VBT dapat menunjukkan perubahan kemampuan tubuh dalam menggerakkan beban, sekaligus membantu menyesuaikan intensitas latihan secara lebih akurat.
VBT memanfaatkan perangkat khusus, seperti sistem berbasis kamera atau sensor yang terhubung dengan alat gym.
Teknologi ini dapat digunakan pada berbagai latihan kekuatan, mulai dari squat, bench press, dan deadlift.
Melalui data yang diperoleh, hasil pengukuran dari perangkat VBT dapat digunakan untuk meninjau performa dan menjadi bahan evaluasi dalam menyusun program latihan yang lebih terarah.
Cara Kerja Velocity-Based Training
Berbeda dari metode konvensional yang umumnya mengacu pada persentase one repetition maximum (1RM), VBT menggunakan kecepatan gerakan untuk mengatur beban latihan.
Dalam praktiknya, perangkat VBT mengukur kecepatan pergerakan, terutama saat fase mengangkat beban dengan hasil yang dinyatakan dalam satuan meter per detik (m/s).
Kecepatan tersebut dapat digunakan sebagai indikator intensitas dan kesiapan fisik (readiness), mengingat kemampuan menggerakkan beban yang sama dapat berubah seiring waktu.
Semakin berat beban yang digunakan, umumnya semakin rendah kecepatan gerakan yang dapat diselesaikan.
Sementara itu, penurunan kecepatan pada beban yang sama dapat menjadi salah satu tanda berkurangnya kemampuan menghasilkan tenaga.
Kamu dapat menyesuaikan variabel latihan seperti berat beban, jumlah repetisi, atau batas penghentian set berdasarkan target kecepatan yang telah ditentukan.
Melalui feedback yang didapat secara real time, pengaturan intensitas latihan dapat lebih responsif terhadap fluktuasi kemampuan fisik dari satu sesi ke sesi berikutnya.
Perubahan kecepatan angkatan belum tentu mencerminkan kesiapan fisik secara menyeluruh, sehingga hasilnya perlu dibandingkan dengan acuan individu pada latihan yang sama.
Untuk memahami karakteristiknya, berikut beberapa perbedaan antara latihan berbasis kecepatan dan latihan berbasis persentase 1RM:
-
Penentuan intensitas: VBT mengacu pada target kecepatan gerakan, sedangkan metode berbasis persentase menggunakan proporsi tertentu dari kemampuan angkatan maksimal atau 1RM.
-
Penyesuaian beban: VBT memungkinkan perubahan beban berdasarkan hasil pengukuran saat latihan, sementara metode persentase umumnya mengikuti beban yang telah dihitung sebelumnya.
-
Pengelolaan performa: VBT dapat menetapkan batas penurunan kecepatan sebagai acuan menghentikan set, sementara metode persentase biasanya menggunakan target repetisi yang telah ditentukan.
-
Feedback latihan: VBT memberikan informasi kecepatan setiap repetisi secara langsung, sedangkan metode persentase 1RM lebih mengandalkan pencapaian target beban dan repetisi.
-
Evaluasi progres: VBT memungkinkan perbandingan kecepatan pada beban yang sama dari waktu ke waktu, sementara metode persentase umumnya menilai progres melalui peningkatan kemampuan angkatan maksimal.

Temukan inspirasi sehatmu dan wujudkan dengan latihan di FIT HUB!
Klaim Gratis Free Trial 7 HariManfaat Velocity-Based Training
Berikut adalah beberapa manfaat velocity-based training yang perlu diketahui:
1. Menyesuaikan Intensitas Latihan dengan Kesiapan Fisik
Melalui pengukuran kecepatan pada beban tertentu, VBT membantu mengidentifikasi perubahan kesiapan neuromuskular sebelum menentukan intensitas latihan yang sesuai.
Informasi tersebut memungkinkan penyesuaian beban berdasarkan kondisi fisik aktual saat itu, menimbang kemampuan otot dalam menghasilkan tenaga dapat berubah-ubah dari satu sesi ke sesi lainnya.
2. Membantu Mengendalikan Kelelahan
Penurunan kecepatan angkatan selama satu set dapat menjadi indikator meningkatnya kelelahan, terutama ketika seseorang terus melakukan repetisi dengan beban yang sama.
Dalam VBT, perubahan tersebut dipantau melalui velocity loss, yaitu persentase penurunan kecepatan repetisi dibandingkan kecepatan awal dan terbaik dalam set latihan.
Dengan menetapkan ambang velocity loss, akumulasi kelelahan bisa lebih mudah dikendalikan.
3. Mendukung Peningkatan Kekuatan dan Daya Ledak
Saat ingin mengukur kekuatan dan kemampuan daya ledak, kecepatan angkatan menjadi aspek penting selain besarnya beban yang digunakan.
VBT memungkinkan latihan diarahkan pada rentang kecepatan tertentu, khususnya untuk melatih kemampuan menghasilkan tenaga secara eksplosif.
Melalui pemantauan kecepatan, kamu bisa memberikan stimulus latihan yang sesuai dengan target dan perkembangan performa selama latihan.
4. Memberikan Feedback Performa Secara Real Time
VBT menyediakan data secara real time, sehingga proses evaluasi dan penyesuaian latihan dapat dilakukan dengan lebih cepat.
Misalnya, jika kecepatan gerakan melambat, kamu bisa segera menyesuaikan beban atau mengambil jeda istirahat agar kualitas latihan tidak ikut menurun.
5. Mempermudah Pemantauan Progres
Melalui pencatatan kecepatan secara berkala, perubahan performa dapat dipantau dan dibandingkan dengan mudah di setiap sesi latihan.
Misalnya, peningkatan kecepatan saat mengangkat beban yang sama dapat menjadi salah satu indikator perkembangan kekuatan otot dari sesi latihan sebelumnya.
6. Membantu Menyusun Program Latihan yang Lebih Personal
Dua orang dengan nilai 1RM yang sama belum tentu mampu menggerakkan beban pada kecepatan identik.
Dengan VBT, pemilihan intensitas dapat didasarkan pada karakter masing-masing individu, sehingga mengurangi ketergantungan pada acuan intensitas yang bersifat umum.
Hal ini sangat ideal untuk membantu penyusunan program latihan yang lebih relevan dengan perkembangan kemampuan masing-masing.
Kesimpulan
Melalui data kecepatan setiap repetisi, velocity-based training bisa jadi metode yang ideal untuk mengevaluasi perkembangan kekuatan otot.
Jika kamu ingin menerapkan VBT atau metode latihan lain, jangan ragu meminta bantuan dari profesional, ya!
Temukan coach dan personal trainer profesional di FIT HUB supaya goals latihanmu lebih cepat dicapai.
Selain itu, FIT HUB juga menyediakan beragam kelas kebugaran gratis yang bisa disesuaikan dengan preferensimu.
Yuk, wujudkan rutinitas latihan yang lebih terarah dengan FIT HUB sekarang juga!



