Tinggal di apartemen dengan luas terbatas sering kali membuat banyak orang ragu untuk rutin berolahraga di sana.
Alasan paling umum biasanya soal ruang yang sempit, takut mengganggu tetangga karena suara berisik, atau merasa sulit melakukan gerakan workout yang “serius” tanpa alat gym.
Padahal, kenyataannya ada banyak gerakan workout yang tetap efektif, aman, dan nyaman dilakukan di ruang apartemen kecil, bahkan tanpa menimbulkan suara keras.
Dengan pemilihan gerakan yang tepat, kamu tetap bisa menjaga kebugaran, meningkatkan kekuatan otot, dan membakar kalori tanpa harus keluar rumah atau membeli alat yang mahal, lho.
Penasaran apa saja gerakan workout simple yang cocok untuk apartemen kecil? Simak artikel ini untuk tahu contoh gerakan dan tips agar latihan tetap optimal tanpa berisik.
Tantangan Workout di Apartemen Kecil
Sebelum masuk ke daftar gerakan, penting memahami tantangan utama olahraga di apartemen:
- Ruang terbatas: tidak semua apartemen memiliki ruang kosong yang luas untuk bergerak bebas.
- Risiko suara berisik: gerakan meloncat atau hentakan kaki bisa menimbulkan suara yang mengganggu tetangga bawah.
- Minim alat olahraga: sebagian besar penghuni apartemen mengandalkan latihan bodyweight.
Kabar baiknya, semua tantangan ini bisa diatasi dengan memilih gerakan workout yang low impact, terkontrol, dan efisien.
Prinsip Gerakan Workout yang Cocok untuk Apartemen
Supaya latihan tetap nyaman dan aman saat di apartemen, perhatikan beberapa prinsip berikut:
- Low impact: Minim lompatan dan hentakan.
- Gerakan terkontrol: Fokus pada kekuatan dan stabilitas.
- Area kecil: Bisa dilakukan di ruang 2×2 meter.
- Minim alat: Mengandalkan berat badan sendiri.
Dengan menggunakan prinsip ini, kamu tetap bisa mendapatkan manfaat maksimal dari gerakan workout tanpa membuat apartemen jadi arena gym yang berisik.
Gerakan Workout Simple Tanpa Berisik
Inilah beberapa contoh gerakan simple yang tetap efektif untuk dicoba dilakukan di apartemen:
1. Squat Terkontrol
Healthline menyebutkan jika squat adalah salah satu gerakan workout yang melibatkan banyak otot di tubuh. Latihan ini paling efektif untuk melatih otot kaki, bokong, hingga core. Cara melakukan:
- Berdiri dengan kaki selebar bahu
- Turunkan tubuh perlahan seperti duduk
- Pastikan tumit tetap menempel lantai
- Kembali berdiri dengan kontrol penuh
Lakukan 12–15 repetisi. Hindari turun terlalu cepat agar tidak menimbulkan hentakan.
2. Wall Sit
Wall sit cocok untuk apartemen kecil karena tidak membutuhkan ruang gerak luas. Cara melakukan:
- Bersandar pada dinding
- Turunkan tubuh hingga posisi seperti duduk
- Tahan selama 20–40 detik
Gerakan ini melatih paha dan meningkatkan daya tahan otot tanpa suara.
3. Push-Up Modifikasi
Push-up termasuk gerakan workout klasik yang efektif melatih tubuh bagian atas. Jika push-up biasa terasa berat, kamu bisa:
- Melakukan push-up lutut
- Menggunakan meja atau sofa sebagai tumpuan
Fokus pada gerakan naik-turun yang perlahan dan stabil.
4. Glute Bridge
Glute bridge sangat ideal untuk melatih bokong dan punggung bawah tanpa berisik. Cara melakukan:
- Berbaring telentang
- Tekuk lutut dan letakkan telapak kaki di lantai
- Angkat pinggul perlahan, lalu turunkan kembali
Lakukan 12–15 repetisi dengan kontrol napas yang baik.
5. Plank
Plank adalah gerakan workout yang tidak membutuhkan ruang besar dan nyaris tanpa suara. Cara melakukan:
- Posisikan tubuh seperti push-up
- Tahan tubuh lurus dari kepala hingga tumit
- Aktifkan otot perut
Tahan selama 20–60 detik sesuai kemampuan.
6. Dead Bug
Dead bug cocok untuk melatih otot inti dan koordinasi tubuh. Cara melakukan:
- Berbaring telentang
- Angkat tangan dan kaki
- Turunkan tangan dan kaki berlawanan secara perlahan
Gerakan ini aman, sunyi, dan efektif untuk core.
7. Standing Calf Raise
Gerakan calf raise dapat melatih otot betis tanpa perlu melompat. Cara melakukan:
- Berdiri tegak
- Angkat tumit perlahan
- Turunkan kembali dengan kontrol
Lakukan 15–20 repetisi.
8. Seated Leg Lift
Jika ruang sangat terbatas, gerakan ini bisa dilakukan sambil duduk. Cara melakukan:
- Duduk di kursi
- Angkat satu kaki lurus ke depan
- Tahan beberapa detik lalu turunkan
Gerakan ini melatih paha dan core secara halus.
Contoh Rangkaian Workout di Apartemen
Kamu bisa mengombinasikan beberapa gerakan workout di atas dalam satu sesi latihan:
- Squat terkontrol – 15 repetisi
- Push-up modifikasi – 10 repetisi
- Glute bridge – 15 repetisi
- Plank – 30 detik
- Dead bug – 10 repetisi per sisi
Lakukan 2–3 set sesuai kemampuan. Total waktu latihan sekitar 20–30 menit, cukup efisien untuk rutinitas harian.
Tips Agar Workout Tetap Nyaman dan Tidak Berisik
Supaya workout di apartemen kecil tetap nyaman, aman, dan tidak mengganggu tetangga, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.
Tips berikut bisa membantu kamu berolahraga dengan lebih tenang tanpa mengurangi efektivitas latihan.
1. Gunakan mat atau alas empuk
Yoga mat, karpet tebal, atau alas busa sangat membantu meredam suara dan getaran, terutama saat melakukan gerakan di lantai seperti plank, glute bridge, atau dead bug. Selain itu, alas yang empuk juga melindungi sendi dan lantai apartemen.
2. Kontrol kecepatan gerakan
Lakukan setiap gerakan secara perlahan dan terkontrol. Gerakan yang terlalu cepat cenderung menimbulkan hentakan dan suara, sementara tempo yang stabil justru membuat otot bekerja lebih maksimal.
3. Hindari gerakan eksplosif dan meloncat
Gerakan seperti jumping jack, burpees, atau squat jump memang efektif, tetapi kurang cocok untuk ruang apartemen kecil. Pilih alternatif low impact yang tetap melatih otot tanpa menimbulkan suara berisik.
4. Gunakan sepatu indoor atau latihan tanpa alas kaki
Jika lantai memungkinkan, latihan tanpa sepatu atau menggunakan sepatu khusus indoor dapat mengurangi suara hentakan kaki sekaligus meningkatkan keseimbangan dan kontrol tubuh.
5. Perhatikan permukaan lantai
Apartemen dengan lantai keras seperti keramik atau vinyl cenderung memantulkan suara. Menambahkan lapisan karpet atau mat ekstra bisa menjadi solusi sederhana agar latihan lebih senyap.
6. Terapkan teknik “soft landing”
Saat berpindah posisi dari berdiri ke duduk atau sebaliknya, usahakan mendaratkan kaki secara perlahan. Teknik ini penting untuk menjaga latihan tetap sunyi sekaligus melindungi lutut dan pergelangan kaki.
7. Atur napas agar ritme tetap stabil
Pernapasan yang teratur membantu menjaga tempo latihan tetap tenang dan tidak terburu-buru. Dengan napas yang baik, kamu akan lebih fokus dan gerakan terasa lebih ringan.
8. Pastikan area latihan rapi dan aman
Singkirkan benda-benda yang mudah jatuh atau berbunyi, seperti botol minum, kursi ringan, atau barang dekorasi. Area yang rapi membuat kamu lebih leluasa melakukan workout tanpa risiko suara tambahan.
9. Gunakan timer dengan mode getar
Jika menggunakan ponsel atau smartwatch sebagai pengatur waktu latihan, aktifkan mode getar agar alarm tidak mengganggu lingkungan sekitar.
10. Pilih waktu latihan yang lebih aman
Pagi atau sore hari biasanya lebih aman untuk berolahraga di apartemen. Hindari waktu larut malam agar tidak mengganggu tetangga yang sedang beristirahat.
11. Fokus pada kualitas gerakan, bukan jumlah
Lebih baik melakukan sedikit gerakan dengan teknik yang benar dibandingkan banyak repetisi dengan gerakan asal-asalan. Selain lebih efektif, cara ini juga jauh lebih senyap.
12. Bangun mind–muscle connection
Rasakan otot yang bekerja di setiap gerakan. Fokus ini membuat kamu lebih sadar terhadap kontrol tubuh, sehingga latihan menjadi lebih halus, efektif, dan minim suara.
Kesimpulan
Ruang sempit bukan alasan untuk berhenti berolahraga. Dengan memilih gerakan workout yang tepat, kamu tetap bisa menjaga kebugaran tubuh di apartemen kecil tanpa mengganggu tetangga.
Kuncinya ada pada gerakan low impact, kontrol yang baik, dan konsistensi. Mulailah dari gerakan sederhana, dengarkan tubuhmu, dan tingkatkan intensitas secara bertahap. Ingat, workout tidak harus ribet atau berisik untuk memberikan manfaat besar bagi kesehatan.
Nah, jika bosan saat workout di apartemen, tak ada salahnya untuk mencoba olahraga di gym yang memiliki fasilitas lengkap seperti FIT HUB.
Kamu bisa memanfaatkan semua peralatan gym yang premium dan mengikuti kelas-kelas menarik yang tersedia seperti Bodycombat, Muay Thai, Zumba, yoga, hingga pilates.
Yuk, daftar jadi member FIT HUB sekarang juga dan mulai langkah kebugaranmu sekarang juga!



