Health

6 Jenis Beras untuk Diet yang Kaya Serat dan Nutrisi, Wajib Dicoba!

21 Feb 2025

avatar

Cakra

Bagikan Blog

6 Jenis Beras untuk Diet yang Kaya Serat dan Nutrisi, Wajib Dicoba!

Apakah ada beras yang baik untuk diet? Ketika sedang berusaha menurunkan berat badan, banyak orang yang memilih untuk menghindari mengonsumsi beras putih.

Ya, meskipun cara ini terlihat benar, ternyata tidak semua jenis beras harus dihindari saat diet, lho. Berikut adalah jenis-jenis beras yang baik untuk mendukung program dietmu!

Jenis-Jenis Beras yang Baik Dikonsumsi untuk Diet

Jenis-Jenis Beras yang Baik Dikonsumsi untuk Diet - freepik.jpg

Ketika sedang menjalani diet, banyak orang yang menghindari untuk mengonsumsi beras. Padahal, tidak semua jenis beras memiliki efek negatif terhadap diet. Justru, ada beberapa jenis beras yang dapat membantu kamu mencapai tujuan diet dengan lebih baik.

Berikut jenis beras diet terbaik yang wajib kamu coba untuk mendukung program dietmu:

1. Beras Shirataki

Beras Shirataki merupakan jenis beras yang sedang populer saat ini. Beras ini berasal dari Jepang dan unik karena bukan terbuat dari biji padi, melainkan dari olahan akar tanaman ubi konjak.

Apa yang membuat beras Shirataki istimewa? Beras ini mengandung zat glukomanan, sejenis serat larut air yang bahkan nyaris tanpa kalori dan karbohidrat. Dengan kandungan tersebut, beras ini sangat baik untuk program diet.

Dalam 100 gram beras Shirataki, terdapat 1,69 mg zat besi serta berbagai nutrisi penting lainnya.

Tidak hanya itu, beras Shirataki juga mampu menjaga stabilitas gula darah, memberikan rasa kenyang lebih lama, serta menurunkan kolesterol. Sangat cocok untuk kamu yang sedang berusaha menurunkan berat badan!

2. Beras Hitam

Beras yang baik untuk diet berikutnya adalah beras hitam. Beras hitam memang terlihat mirip dengan ketan. Namun, beras jenis ini ternyata lebih kaya akan antioksidan yang bermanfaat untuk mencegah penyakit kronis.

Selain itu, beras hitam juga mengandung berbagai vitamin dan mineral penting seperti vitamin E, B1, B2, B3, Zinc, Fosfor, dan Niacin.

Dalam satu cangkir beras hitam, kamu akan mendapatkan 280 kalori, jauh lebih rendah dibandingkan beras putih.

Tekstur beras hitam yang lebih padat membuatnya cocok diolah menjadi kue atau bubur. Bagi kamu penderita diabetes, beras hitam juga disarankan karena memiliki indeks glikemik rendah.

3. Beras Coklat

Beras coklat atau brown rice adalah jenis beras yang juga kaya akan serat. Selain dapat membantu menurunkan berat badan, beras coklat juga terbukti dapat mengurangi risiko penyakit kanker, jantung, dan gangguan pernapasan.

Dalam 100 gram beras coklat, kamu hanya akan mengonsumsi 111 kalori, jauh lebih rendah dibandingkan beras putih yang mencapai 365 kalori. Tak heran jika beras coklat sangat cocok untuk kamu yang sedang menjalani program diet.

Bagi penderita diabetes atau alergi/intoleransi gluten, beras coklat juga disarankan sebagai pengganti makanan tinggi gluten.

4. Beras Merah

Beras merah merupakan jenis beras yang kaya akan antioksidan. Dalam 100 gram beras merah, kamu akan mendapatkan sekitar 149 kalori.

Dilansir dari Health, beras merah memiliki kandungan serat dan protein tiga kali lipat lebih besar dibandingkan beras putih. Beras merah juga kaya akan sumber vitamin dan mineral, seperti vitamin B, magnesium, dan mangan.

5. Beras Liar

Jenis beras liar atau wild rice sebenarnya bukan termasuk dalam kategori beras. Melainkan, beras liar adalah jenis gandum utuh yang kaya akan serat dan protein.

Kandungan serat dan protein dalam beras liar ini ternyata tiga kali lipat lebih besar dibandingkan beras putih.

Selain itu, beras liar juga kaya akan vitamin B, magnesium, mangan, serta antioksidan 30 kali lipat lebih besar dibandingkan beras putih.

Dengan segudang manfaat ini, beras liar sangat cocok kamu konsumsi saat menjalankan program diet.

6. Beras Basmati

Beras Basmati adalah salah satu jenis beras diet dengan aroma yang sangat sedap dan menggugah selera. Agar program dietmu berhasil dan tetap sehat, mengonsumsi beras Basmati setiap hari dapat menjadi pilihan.

Selain memiliki indeks glikemik dan karbohidrat rendah, beras ini juga kaya akan beragam vitamin dan nutrisi penting.

Dikutip dari Times of India, beras Basmati juga dapat membantu dalam upaya menurunkan berat badan karena kandungan serat dan protein yang tinggi. Hal ini dapat membuat kamu merasa kenyang lebih lama dan mengurangi konsumsi makanan tidak sehat.

Tips Memilih Beras untuk Diet

Tips Memilih Beras untuk Diet - freepik.jpg

Ada beberapa tips yang dapat kamu terapkan saat memilih jenis beras untuk mendukung program dietmu, yaitu:

1. Kandungan serat yang tinggi

Serat dapat membantu kamu merasa kenyang lebih lama sehingga mengurangi konsumsi makanan berlebih. Jenis seperti beras coklat, beras hitam, dan beras liar (wild rice) merupakan pilihan yang tepat karena kaya akan serat.

2. Indeks glikemik rendah

Indeks glikemik yang rendah dapat membantu menjaga stabilitas gula darah sehingga kamu tidak cepat merasa lapar. Basmati dan merah adalah contoh jenis beras dengan indeks glikemik rendah.

3. Perhatikan kandungan nutrisi

Selain serat dan indeks glikemik, pastikan juga jenis beras yang kamu pilih kaya akan nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan mineral. Beras jenis shirataki, beras hitam, dan beras liar adalah beberapa contoh yang memiliki kandungan nutrisi tinggi.

Kesimpulan

Nah, itulah jenis dan tips memilih beras diet terbaik yang wajib kamu coba untuk mendukung program dietmu.

Jangan ragu lagi untuk mengonsumsi beras saat sedang menjalani diet, karena tidak semua jenis beras memberikan dampak negatif. Malah, beberapa di antaranya dapat membantumu menurunkan berat badan dengan sehat.

Untuk mendukung program dietmu, yuk gabung jadi member FIT HUB! Daftarkan diri kamu sekarang dan dapatkan akses ke berbagai fasilitas fitness yang akan membantu kamu mencapai tujuan kesehatanmu!

Blog Terkait

Membership

Personal Trainer

Kelas

Blog

Jadwal Kelas

Lokasi Klub

Fasilitas

Tentang Kami

Karir

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

FAQs

Brand Partnership

Corporate Membership

[email protected]

[email protected]

[email protected]

Layanan Pengaduan Konsumen