Dengan berkembangnya metode pembelajaran berbasis aktivitas fisik, brain gym kini semakin populer sebagai salah satu pendekatan yang efektif membantu mendukung tumbuh kembang anak.
Menariknya, berbagai gerakan brain gym dapat dilakukan dengan mudah dan fleksibel untuk disesuaikan dengan usia anak.
Lantas, apa sebenarnya brain gym dan manfaat seperti apa yang bisa didapat? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.
Apa itu Brain Gym?
Brain gym adalah serangkaian gerakan yang dirancang untuk membantu mengoptimalkan kerja otak melalui aktivitas fisik.
Metode ini dikembangkan oleh pendidik asal Amerika Serikat bernama Dr. Paul Dennison dan istrinya Gail Dennison pada tahun 1980-an.
Konsep brain gym didasarkan pada gagasan bahwa gerakan tubuh dapat membantu meningkatkan koordinasi antara berbagai bagian otak.
Dengan koordinasi yang baik, proses belajar dan kemampuan kognitif, motorik, serta emosional anak dapat bekerja secara lebih optimal.
Brain gym sendiri memiliki total 26 variasi gerakan, di mana masing-masing menargetkan keterampilan belajar dan perkembangan pada aspek tertentu.
Manfaat Brain Gym
Brain gym menawarkan beragam manfaat yang dapat mendukung tumbuh kembang anak sejak dini, berikut di antaranya:
1. Mempertajam Konsentrasi
Salah satu manfaat brain gym adalah meningkatkan konsentrasi, terutama saat anak menerima instruksi.
Kemampuan ini penting untuk mendukung proses belajar, mengikuti arahan, serta menyelesaikan tugas dengan lebih baik.
Oleh karena itu, brain gym sangat ideal dilakukan saat sebelum kegiatan belajar dimulai, sehingga anak lebih siap berkonsentrasi dalam menerima informasi selama proses pembelajaran berlangsung.
2. Meningkatkan Kemampuan Motorik Anak
Melalui serangkaian gerakan sederhana, brain gym dapat membantu meningkatkan koordinasi antara mata, tangan, kaki, dan tubuh sekaligus.
Aktivitas semacam ini sangat ideal untuk mendorong kemampuan motorik kasar dan halus pada anak.
Dengan kemampuan motorik yang semakin baik, anak dapat lebih mudah melakukan berbagai aktivitas, mulai dari menulis, menggambar, melipat, hingga mengikuti kegiatan olahraga.
3. Melatih Koordinasi Tubuh dan Otak
Kemampuan koordinasi tubuh dan otak merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak.
Keterampilan ini membantu mengintegrasikan gerakan fisik dan proses berpikir, sehingga anak dapat merespons dan bergerak dengan lebih cakap.
Pendekatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kelincahan, ketepatan gerak, dan kemampuan anak dalam mengikuti instruksi.
4. Mendukung Perkembangan Emosional Anak
Brain gym juga dapat membantu anak agar lebih mudah mengenali dan mengelola emosinya dalam berbagai situasi.
Melalui gerakan yang dilakukan secara terstruktur, anak bisa belajar untuk lebih tenang, fokus, sabar, dan responsif terhadap lingkungan di sekitarnya.
Pada gilirannya, cara ini juga turut mendukung perkembangan sosial anak secara positif, termasuk dalam membangun rasa percaya diri dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.
5. Mendorong Anak Lebih Aktif Bergerak
Di tengah meningkatnya penggunaan perangkat digital seperti sekarang, banyak anak lebih memilih menghabiskan waktu dengan aktivitas yang minim gerakan.
Untuk mengatasinya, brain gym dapat jadi cara sederhana bagi orang tua untuk mengajak anak tetap aktif bergerak setiap hari.
Selain penting untuk mendukung kesehatan, kebiasaan aktif bergerak sejak dini juga baik untuk menanamkan pola pikir tentang gaya hidup sehat hingga mereka beranjak dewasa nantinya.

Temukan inspirasi sehatmu dan wujudkan dengan latihan di FIT HUB!
Klaim Gratis Free Trial 7 HariRekomendasi Aktivitas Brain Gym untuk Anak
Berikut adalah beberapa pilihan gerakan brain gym yang bisa dicoba:
1. Cross Crawl
Dikutip dari laman The OT Toolbox, cross crawl adalah gerakan menyilang lateral yang dirancang untuk mengaktifkan kedua sisi otak secara bersamaan.
Gerakan ini bermanfaat untuk meningkatkan koordinasi tubuh, keseimbangan, dan kemampuan fokus anak.
Cara melakukannya cukup sederhana, yaitu dengan berdiri tegak, lalu sentuhkan tangan kanan ke lutut kiri yang diangkat.
Setelah itu, lakukan gerakan sebaliknya dengan menyentuhkan tangan kiri ke lutut kanan secara bergantian selama beberapa menit.
2. Double Doodle
Berikutnya adalah double doodle, yaitu aktivitas menggambar menggunakan kedua tangan secara bersamaan.
Selain baik untuk melatih kreativitas anak, gerakan ini juga ideal untuk menyelaraskan koordinasi kedua sisi tubuh sekaligus.
Selain itu, double doodle juga dapat mendukung perkembangan motorik dan kemampuan visual anak, membuatnya cocok sebagai permainan edukatif yang menyenangkan.
3. Lazy 8
Sesuai namanya, lazy 8 adalah gerakan menggambar pola angka delapan tidur atau simbol loop secara berulang.
Aktivitas ini sering digunakan untuk melatih koordinasi mata dan tangan, termasuk membantu anak agar lebih fokus secara visual dalam mengikuti pola.
Tidak hanya menggunakan alat tulis, gerakan ini juga bisa dilakukan dengan menggerakkan jari telunjuk di udara sebagai media latihan.
4. The Grounder
The grounder merupakan gerakan brain gym yang bertujuan untuk meningkatkan keseimbangan, stabilitas, dan kesadaran anak terhadap posisi tubuhnya.
Untuk melakukannya, dimulai dengan berdiri tegak dengan kedua kaki selebar bahu. Kemudian, tekuk salah satu lutut sambil menjaga kaki lainnya tetap lurus dan menapak di lantai, lalu lakukan hal serupa dengan sisi lainnya secara bergantian.
Kesimpulan
Brain gym bisa jadi pendekatan sederhana namun efektif mendukung tumbuh kembang anak melalui aktivitas yang lebih menyenangkan.
Dengan beragam variasi gerakan yang tersedia, metode ini sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan fokus stimulasi yang ingin ditekankan.
Tidak hanya itu, kebiasaan mengajak anak bergerak aktif sejak dini juga dapat menjadi langkah awal untuk membentuk gaya hidup sehat yang berkelanjutan.
Untuk kamu yang ingin membangun rutinitas fitness yang lebih baik, segera daftarkan diri menjadi member FIT HUB sekarang juga!
Kunjungi link berikut untuk klaim free trial dari FIT HUB.



