Atrofi otot adalah istilah di dalam dunia medis yang digunakan untuk menjelaskan kondisi penyusutan atau penipisan massa otot.
Kondisi ini sangat umum terjadi di kalangan lanjut usia, tapi juga dapat ditemui pada kasus-kasus cedera dan kurang gizi.
Seseorang yang mengalami atrofi otot biasanya akan mudah diidentifikasi, terutama pada tampilan massa otot yang kecil atau mengalami penipisan.
Lantas hal-hal apa saja yang perlu diketahui tentang kondisi ini? Yuk, simak artikel ini untuk mempelajari lebih lanjut.
Definisi Atrofi Otot
Seperti yang telah disinggung, atrofi otot adalah kondisi ketika massa otot mengalami penurunan, baik dari segi ukuran maupun kekuatannya.
Dilansir dari laman Medical News Today, atrofi otot dapat terjadi karena beberapa faktor, di antaranya adalah kurangnya nutrisi, faktor genetik, aktivitas fisik yang rendah, dan kondisi medis.
Dalam kasus tertentu, atrofi otot yang tidak ditangani secara tepat dapat memicu beragam komplikasi, mulai dari sulitnya menjaga keseimbangan hingga kemampuan berjalan yang terganggu.
Penyebab Atrofi Otot

Penyebab atrofi otot pada dasarnya berbeda-beda, ini tergantung pada jenis atrofi otot apa yang dialami.
Menurut informasi yang dikutip dari situs Verywell Health, atrofi otot dibedakan menjadi 3 jenis utama, di antaranya yaitu atrofi otot fisiologis, patologis, dan neurogenik.
Berikut adalah masing-masing penyebab atrofi otot berdasarkan jenisnya:
1. Penyebab Atrofi Fisiologis
Atrofi fisiologis merupakan jenis atrofi otot yang disebabkan oleh otot yang jarang digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Saat otot tidak aktif, massa otot akan mengalami penyusutan yang pada gilirannya akan menurunkan kinerjanya.
Berikut ini adalah beberapa penyebab atrofi fisiologis:
- Kurang gerak atau jarang berolahraga.
- Duduk terlalu lama.
- Kebiasaan rebahan atau berbaring dalam waktu lama.
- Perilaku sendetari.
2. Penyebab Atrofi Patologis
Atrofi patologis adalah jenis atrofi yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti kekurangan gizi, sistem metabolisme yang buruk, hingga peradangan.
Adapun penyebab atrofi patologis dapat diuraikan sebagai berikut:
- Malnutrisi.
- Sindrom Dumping.
- AIDS.
- Penyakit Kanker.
- Efek samping terapi kortikosteroid jangka panjang.
3. Penyebab Atrofi Neurogenik
Seperti namanya, atrofi neurogenik adalah kondisi ketika saraf yang merangsang otot mengalami kerusakan.
Ketika saraf kehilangan kemampuan dalam memicu aktivitas otot, sering waktu otot tersebut akan mengalami atrofi.
Berikut ini adalah beberapa penyebab atrofi neurogenik:
- Neuropati perifer.
- Stroke.
- Penyakit tulang belakang.
- Carpal Tunnel Syndrome (CTS).
- Polio.
Gejala Atrofi Otot
Setelah memahami penyebabnya, pelajari juga beberapa gejala umum atrofi otot yang dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Otot yang Menyusut
Saat seseorang mengidap atrofi otot dengan tingkat keparahan yang serius, otot yang mengalami atrofi akan nampak menyusut atau lebih kecil dari kelompok otot lainnya.
Sebagai contoh, ukuran betis yang terkena atrofi otot secara kasat mata dapat terlihat lebih kecil dibandingkan betis lainnya.
Proses penyusutan otot ini dapat terjadi secara perlahan dan tidak terlalu kentara, tapi juga dapat lebih cepat misalnya untuk kasus cedera yang parah.
2. Kekuatan Otot Menurun
Gejala atrofi otot berikutnya terkait dengan menurunnya ketahanan dan kekuatan otot, di mana kondisi ini dapat mengurangi kinerja tubuh dalam memproduksi tenaga.
Oleh karena itu, atrofi otot adalah kondisi yang harus segera ditangani agar pengidapnya dapat segera pulih dan meminimalisasi terjadinya ketergantungan.
3. Mudal Lelah
Jika otot yang mengalami atrofi digunakan untuk bekerja, pengidapnya akan berpotensi sering mengalami kelelahan.
Hal ini terjadi karena fungsi otot kurang efisien untuk menjalankan tugasnya, termasuk juga efeknya pada otot-otot sekitar yang dipaksa bekerja lebih ekstra untuk mengimbangi otot yang melemah.
4. Keseimbangan Terganggu
Saat massa otot berkurang, kemampuan tubuh dalam mempertahankan postur dan koordinasi juga akan terpengaruh.
Oleh sebab itu, atrofi otot akan menyebabkan pengidapnya lebih sulit dalam menjaga keseimbangan, sehingga potensi terjatuh menjadi lebih besar.
5. Rentang Gerak Terbatas
Otot yang melemah dapat membebani dan membatasi kemampuan sendi untuk bergerak lebih leluasa, termasuk untuk melakukan hal-hal sederhana seperti meregang, membungkuk, atau memutar badan.
Cara Mencegah Atrofi Otot

Berikut ini adalah beberapa cara efektif untuk mencegah atrofi otot:
1. Rutin Berolahraga
Rutin berolahraga merupakan cara alami dan efektif untuk membuat otot-otot pada tubuh tetap aktif.
Pertimbangkan memilih jenis-jenis latihan kekuatan seperti angkat beban untuk membantu meningkatkan massa otot.
2. Mencukupi Kebutuhan Nutrisi
Selain berolahraga, memperhatikan asupan nutrisi tubuh juga punya peran besar dalam mencegah atrofi otot.
Perhatikan pola makan dengan memilih sumber makanan yang kaya akan protein rendah lemak, seperti dada ayam, susu, atau kacang-kacangan.
Selain itu, cukupi juga kebutuhan air harian untuk mendukung fungsi tubuh terutama dalam proses pemulihan otot.
3. Mengonsumsi Suplemen
Saat ini, ada banyak pilihan suplemen yang menyediakan nutrisi penting dalam mendukung pemeliharaan, pertumbuhan, dan perbaikan otot.
Beberapa suplemen yang populer untuk mendukung kekuatan otot adalah bubuk whey, creatine, suplemen karbohidrat, dan asam amino BCAA.
4. Cukupi Waktu Tidur
Cara mencegah atrofi otot berikutnya adalah dengan memberikan tubuh kesempatan untuk beristirahat, termasuk dengan memperhatikan durasi tidur minimal 7 jam setiap malam.
Lakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah berolahraga, biarkan otot-otot pulih dan jangan paksakan tubuh bekerja secara berlebihan.
5. Lakukan Medical Check-up
Konsultasikan kondisimu dengan dokter dan jangan ragu untuk sering melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kesimpulan
Supaya otot-otot tubuh menjadi kuat dan terbentuk, jaga tubuh tetap aktif dengan olahraga secara rutin, ya!
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, daftarkan dirimu menjadi member FIT HUB untuk mendapat beragam benefit seperti fasilitas gym yang lengkap, akses kelas fitness, dan pendampingan dari personal trainer.
Klik di sini untuk mencoba program free trial FIT HUB.



