Kesemutan saat olahraga bisa muncul tiba-tiba, baik saat sedang melakukan latihan ringan maupun latihan dengan intensitas tinggi.
Keluhan ini umumnya terasa seperti sensasi tertusuk jarum, kebas, atau geli pada bagian tubuh tertentu.
Umumnya, kesemutan saat berolahraga dapat dipicu oleh berbagai faktor, sehingga perlu memperhatikan kapan kondisi tersebut muncul, dan apakah disertai keluhan lainnya.
Apakah Kesemutan saat Olahraga Perlu Diwaspadai?
Kesemutan yang muncul selama berolahraga biasanya hanya berlangsung sementara, dan dapat mereda setelah saat latihan dihentikan.
Namun, kondisi ini perlu diwaspadai jika muncul berulang, berlangsung lama, dan semakin sering terjadi meski intensitas latihan telah diubah.
Pada kondisi tertentu, kesemutan sebaiknya segera diperiksakan jika disertai dengan keluhan lain yang muncul secara tiba-tiba, seperti mati rasa, nyeri hebat, pusing, atau keseimbangan yang terganggu.
Hal tersebut dapat mengindikasikan adanya gangguan pada sistem saraf, aliran darah, maupun masalah kesehatan lainnya, sehingga pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan.
Penyebab Kesemutan saat Olahraga
Kesemutan dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari posisi tubuh yang salah, tekanan berlebih pada saraf, hingga disebabkan oleh kondisi medis tertentu.
Selain itu, intensitas latihan, gerakan yang berulang, serta riwayat cedera juga dapat memengaruhi munculnya keluhan kesemutan.
Berikut adalah beberapa faktor yang dapat berkaitan dengan keluhan kesemutan saat berolahraga:
1. Cedera atau Kecelakaan
Cedera akibat benturan, terjatuh, atau gerakan yang salah dapat menyebabkan saraf mengalami gangguan, sehingga memicu kesemutan pada area tertentu.
2. Saraf Terjepit
Kondisi skiatika atau saraf terjepit, misalnya di leher dan punggung juga dapat menimbulkan kesemutan yang menjalar ke lengan hingga tungkai.
3. Radikulopati
Radikulopati terjadi ketika akar saraf di dekat tulang belakang mengalami tekanan atau iritasi. Kondisi ini dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, dan nyeri yang menjalar di sepanjang jalur saraf.
4. Neuropati Perifer
Gangguan pada saraf perifer juga dapat menyebabkan sensasi kebas, kesemutan, hingga rasa terbakar pada tangan dan kaki.
Keluhan tersebut bisa terasa lebih jelas ketika tubuh digunakan aktif bergerak seperti saat berolahraga.
5. Sindrom Kompartemen
Menurut Cleveland Clinic, sindrom kompartemen merujuk pada kondisi peningkatan tekanan di dalam otot, sehingga dapat menghambat pasokan darah ke saraf dan sel-sel di dalamnya.
Selain kesemutan, sindrom ini juga dapat disertai dengan rasa tegang pada otot, nyeri, hingga kesulitan menggerakkan bagian tubuh yang terdampak.
6. Kekurangan Cairan
Kekurangan cairan seperti elektrolit saat berolahraga juga dikaitkan dengan fungsi saraf dan otot, terutama ketika tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat.
Ketika tubuh tidak terhidrasi dengan baik, hal ini dapat memicu keluhan seperti kesemutan, kram, dan rasa lemas berkepanjangan.

Temukan inspirasi sehatmu dan wujudkan dengan latihan di FIT HUB!
Klaim Gratis Free Trial 7 HariCara Mencegah Kesemutan saat Olahraga
Di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa diterapkan untuk membantu mengurangi risiko kesemutan saat berolahraga:
1. Lakukan Pemanasan dengan Cukup
Pemanasan membantu meningkatkan suhu tubuh dan aliran darah ke otot, terutama saat tubuh ingin digunakan untuk latihan.
Pendekatan ini bisa membantu tubuh lebih mudah bertransisi sebelum bergerak lebih aktif, sehingga otot dan jaringan di sekitarnya lebih siap bergerak.
Mulai dengan gerakan ringan seperti arm circles, high knees, leq swings, hip circles, atau gerakan dinamis lainnya yang dapat menargetkan beberapa kelompok otot sekaligus.
Ingat, hindari langsung melakukan gerakan eksplosif atau mengangkat beban terlalu berat ketika tubuh masih dalam kondisi kaku.
2. Perhatikan Posisi dan Teknik Gerakan
Teknik latihan yang kurang tepat dapat memicu tekanan lebih besar pada saraf, terutama ketika tubuh berada dalam posisi yang sama dalam waktu yang cukup lama.
Oleh karena itu, perhatikan postur, distribusi beban, serta rentang gerak tubuh ketika latihan dilakukan.
Jika sensasi kesemutan muncul saat melakukan gerakan tertentu, jangan sekadar menahannya, hentikan sejenak dan evaluasi kembali posisi tubuh dan teknik gerakan tersebut.
3. Jaga Asupan Cairan Tubuh
Seperti yang telah disinggung, ketidakseimbangan cairan tubuh juga dapat memengaruhi fungsi saraf dan otot, sehingga mencukupi kebutuhannya menjadi bagian penting dari persiapan olahraga.
Minumlah air secara berkala sebelum, selama, dan setelah latihan. Tidak hanya ketika rasa haus sudah muncul, tetapi juga ketika tubuh mengeluarkan banyak keringat.
Untuk latihan berintensitas tinggi dan berlangsung lama, asupan elektrolit seperti natrium dan kalium bisa jadi opsi yang ideal untuk membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang.
4. Tingkatkan Intensitas Latihan Secara Bertahap
Saat intensitas latihan meningkat, tubuh perlu diberi waktu untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan fisik yang semakin besar.
Jika tubuh tidak mendapatkan kesempatan beradaptasi, kualitas gerakan juga dapat menurun, sehingga penerapan teknik latihan yang tepat jadi lebih sulit dipertahankan dengan baik.
Maka dari itu, terapkan prinsip progresif dengan menambah beban atau intensitas latihan secara bertahap, sembari memperhatikan bagaimana tubuh merespons setiap sesi latihan yang berjalan.
5. Gunakan Perlengkapan Olahraga yang Tepat
Tidak hanya mengganggu kenyamanan, perlengkapan yang kurang sesuai juga dapat memberikan tekanan pada bagian tubuh tertentu.
Misalnya sepatu yang terlalu ketat, dapat menekan jari-jari dan bagian depan kaki, sehingga meningkatkan risiko kebas atau kesemutan selama berolahraga.
Jadi, pilih perlengkapan berdasarkan jenis latihan yang dilakukan, dan pastikan ukurannya memberikan ruang gerak yang cukup.
Kesimpulan
Kesemutan saat olahraga bisa dipicu oleh berbagai faktor, sehingga penting untuk mengenali pola dan keluhan lain yang menyertainya.
Jika kesemutan muncul berulang, semakin parah, atau disertai dengan keluhan lain, sebaiknya jangan memaksakan diri, dan cobalah berkonsultasi dengan dokter.
Untuk kamu yang ingin membangun kebiasaan olahraga secara lebih terarah, jangan ragu meminta dukungan dari profesional.
Di FIT HUB, nge-gym bisa jauh lebih efektif bareng personal trainer berpengalaman, di mana kamu bisa mendapatkan panduan sampai targetmu tercapai, lho!
Dengan begitu, kamu bisa lebih teredukasi sekaligus termotivasi untuk menjalani setiap sesi latihan. Yuk, daftar membership FIT HUB sekarang juga!



