Strength training adalah salah satu jenis latihan fisik yang dirancang untuk menstimulasi otot, sehingga tubuh dapat beradaptasi terhadap beban dan gerakan yang dilakukan.
Selain mengandalkan beban tubuh, strength training juga bisa dilakukan dengan berbagai alat olahraga, mulai dari barbel, dumble, hingga resistance band.
Jika kamu yang ingin mencoba latihan ini, pastikan untuk memulai dengan pendekatan yang tepat, ya!
Dengan begitu, latihan bisa berjalan lebih aman dan terstruktur, dan hasilnya pun bisa lebih cepat kamu rasakan.
9 Tips Strength Training yang Tepat
Berikut adalah beberapa tips penting melakukan strength training yang tepat untuk memulai tahun 2026:
1. Tetapkan Tujuan Latihan
Sebelum memulai latihan, tentukan dulu tujuan apa yang ingin dicapai melalui strength training, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Misalnya, dalam jangka pendek ingin fokus membangung kekuatan awal dengan squat, push-up, atau deadlift ringan.
Dalam jangka menengah, target ditingkatkan, seperti menambah beban secara bertahap dan mampu melakukan repetisi lebih banyak.
Sedangkan untuk jangka panjang, tujuan bisa lebih ambisius, misalnya mampu deadlift 90 kg atau squat dengan beban tertentu.
Dengan membagi tujuan berdasarkan rentang waktu seperti ini, setiap sesi latihan akan terasa lebih spesifik, sehingga progres pun jadi mudah dipantau.
2. Buat Jadwal Latihan yang Konsisten
Setelah menetapkan tujuan latihans, aspek lain yang juga tidak kalah pentingnya adalah membuat jadwal latihan secara konsisten.
Jika kamu memiliki jadwal latihan yang terencana, motivasi untuk memulai akan lebih mudah meningkat.
Alih-alih dianggap sebagai beban, latihan akan terasa menjadi bagian dari kebiasaan, sehingga kamu bisa menjalani setiap sesi dengan lebih fokus dan teratur.
3. Lakukan Pemanasan Sebelum Latihan
Menurut Hearth.org, pemanasan sangat penting untuk meningkatkan aliran darah dan suplai oksigen pada otot.
Mulai biasakan diri dengan pemanasan ringan untuk membantu tubuh agar lebih siap bergerak, termasuk untuk menghindari risiko cedera selama latihan.
Lakukan pemanasan selama 5-10 menit, misalnya dengan jalan di tempat atau melakukan peregangan dinamis seperti arm circles, squat ringan, atau walking lunges.
Selain bermanfaat untuk fisik, pemanasan juga bisa membantumu menjadi lebih fokus, sehingga setiap gerakan strength training dilakukan dengan secara aman dan terkontrol.
4. Mulai dengan Beban Ringan
Saat ingin memulai strength training, pastikan terlebih dahulu kondisi dan kemampuan tubuhmu dengan baik.
Gunakan beban ringan di awal, karena menguasai teknik yang tepat sangat penting sebelum kamu menambah beban.
Setelah tubuhmu terbiasa, maka mulai tambahkan beban secara bertahap, ini penting agar tubuh menjadi lebih adaptif tanpa harus memicu risiko cedera atau ketegangan berlebih.
5. Gunakan Peralatan yang Tepat
Peralatan gym memang sangat bermanfaat untuk memberikan latihan yang lebih variatif dan menantang. Namun, keamanan tetap jadi prioritas utama.
Pahami dengan baik cara pakai dari setiap alat yang kamu gunakan, sehingga hasil yang didapat jadi lebih maksimal.
Jika kamu masih belum familiar dengan peralatan yang ingin digunakan, jangan ragu untuk meminta bantuan instruktur atau teman yang lebih profesional.
Dengan panduan orang lain, gerakan strength training jadi lebih mudah dilakukan dengan benar dan aman.
6. Perhatikan Waktu Istirahat
Di samping latihan itu sendiri, memperhatikan waktu istirahat juga jadi hal yang tidak boleh disepelekan.
Dengan istirahat yang cukup, energi dan otot akan lebih cepat pulih, sehingga latihan bisa kamu lakukan dengan aman dan teratur.
Selain istirahat di antara set latihan, tidur yang cukup dan berkualitas juga jadi bagian penting dari proses pemulihan.
Pastikan kamu memberi kesempatan bagi tubuh untuk benar-benar istirahat, termasuk hari tanpa latihan berat, ini penting agar pemulihan dapat berjalan secara optimal.
7. Latih Seluruh Tubuh Secara Seimbang
Untuk memastikan seluruh tubuh bekerja secara komprehensif, strength training sebaiknya mencakup beberapa kelompok otot tubuh.
Lakukan latihan yang menargetkan beberapa kelompok otot utama, seperti kaki, punggung, dada, dan core untuk memberikan dasar kekuatan yang lebih seimbang.
8. Perhatikan Asupan Nutrisi
Memulai strength training bukan hanya tentang latihan di gym, tapi juga bagaimana tubuh mendapatkan treatment yang tepat di luar latihan.
Pola makan sehari-hari harus selalu dijaga, karena hal ini berperan besar dalam membantu otot untuk pulih dan berkembang.
Dengan asupan nutrisi yang tepat, energi dapat meningkat, dan progres latihan juga akan lebih mudah terasa.
Pilih sumber nutrisi berkualitas, seperti makanan yang kaya protein, karbohidrat kompleks, vitamin, dan lemak sehat.
9. Pantau Progres Latihan
Untuk memudahkanmu dalam memantau perkembangan selama latihan, buatlah catatan khusus yang memuat jumlah set, repetisi, hingga beban yang digunakan di setiap sesi.
Dengan cara ini, kamu bisa lebih mudah melihat progres dari waktu ke waktu, sehingga latihan bisa disesuaikan dengan perkembangan tubuh.
Catatan latihan juga penting untuk memudahkan evaluasi, dengan begitu kamu kamu dapat menjalani setiap sesi strength training dengan lebih optimal.
Kesimpulan
Memulai strength training secara terencana, bahkan dengan durasi yang tidak terlalu lama setiap hari, tetap dapat membantu membangun kebiasaan latihan yang rutin.
Kuncinya ada pada kemauan, konsistensi, dan komitmen untuk memulai dan menjalaninya dengan teratur.
Jika kamu ingin memaksimalkan latihan dengan panduan ahli, maka ini saat yang tepat untuk bergabung bersama FIT HUB!
Di FIT HUB, kamu bisa mendapatkan arahan dari personal trainer profesional, menikmati fasilitas gym lengkap, hingga mengikuti beragam kelas fitness gratis.
Klaim program free trial FIT HUB dengan mengunjungi link berikut.



