Lifestyle

Cara Mengukur Usia Biologis dan Tips Menjaga Tubuh Tetap Muda

27 Jan 2026

avatar

Mastono

Bagikan Blog

Cara Mengukur Usia Biologis dan Tips Menjaga Tubuh Tetap Muda

Apakah kamu pernah merasa umur di KTP masih muda, tapi badan cepat capek, sulit fokus, atau gampang pegal? Atau sebaliknya, ada orang yang secara usia sudah 50-an, tapi energinya seperti 30 tahun? Perbedaan ini bukan soal genetik saja, karena juga pengaruh dari usia biologis.

Di era modern, usia kronologis (angka di kartu identitas) semakin tidak relevan untuk menggambarkan kondisi kesehatan seseorang.

Yang jauh lebih menentukan adalah usia biologis, karena inilah yang mencerminkan risiko penyakit, daya tahan tubuh, dan kualitas hidup jangka panjang.

Nah, jika kamu ingin tahu lebih dalam soal usia biologis dan hal-hal yang berkaitan dengannya, sebaiknya simak terus penjelasannya di bawah ini!

Apa Itu Usia Biologis?

2148763752.jpg Usia biologis adalah ukuran kondisi tubuh berdasarkan fungsi fisiologisnya. Ini meliputi bagaimana jantung memompa darah, seberapa baik paru-paru bekerja, seberapa efisien metabolisme mengolah energi, serta bagaimana otot, tulang, dan sistem imun berfungsi.

Berbeda dengan usia kronologis yang hanya bertambah satu tahun setiap ulang tahun, usia biologis bisa naik atau turun tergantung gaya hidup. Seseorang berusia 40 tahun bisa saja punya usia biologis 30 jika tubuhnya sehat dan bugar.

Sebaliknya, ada yang berusia 30 tetapi usia biologisnya sudah seperti 45 karena kebiasaan buruk yang menumpuk.

Melansir Cleveland Clinic, usia biologis yang lebih tua juga dapat dikaitkan dengan perkembangan penyakit kronis yang lebih dini, seperti:

  • Kanker
  • Demensia dan penyakit Alzheimer
  • Diabetes
  • Penyakit jantung

Kenapa Penting?

Semakin tinggi usia biologis, semakin besar kemungkinan tubuh mengalami penurunan fungsi. Karena itu, risiko penyakit kronis seperti jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan gangguan metabolisme bisa semakin meningkat.

Kalau usia kronologis hanya menunjukkan berapa lama kamu hidup, usia biologis menunjukkan seberapa baik kamu hidup.

Dua orang dengan usia yang sama bisa memiliki energi, produktivitas, dan daya tahan tubuh yang sangat berbeda karena perbedaan usia biologis mereka.

Inilah alasan mengapa fokus menjaga usia biologis jauh lebih strategis daripada sekadar takut bertambah umur.

Faktor yang Mempengaruhi

Ada beberapa faktor utama yang mempercepat atau memperlambat penuaan biologis:

1. Pola makan

Makanan tinggi gula, ultra-proses, dan lemak trans meningkatkan peradangan dan stres oksidatif. Ini mempercepat kerusakan sel. Sebaliknya, makanan utuh kaya protein, serat, dan mikronutrien membantu memperbaiki jaringan tubuh.

2. Aktivitas fisik

Gerak rutin menjaga sensitivitas insulin, kekuatan otot, dan kesehatan jantung. Orang yang jarang bergerak cenderung mengalami percepatan usia biologis.

3. Tidur dan stres

Kurang tidur meningkatkan hormon stres yang mempercepat penuaan sel. Stres kronis juga menurunkan kemampuan tubuh memperbaiki diri.

4. Gula darah dan peradangan

Lonjakan gula darah berulang mempercepat proses glikasi, yaitu “pengerasan” protein dan jaringan dalam tubuh, salah satu tanda penuaan biologis.

Bagaimana Cara Mengukurnya?

Saat ini, usia biologis dapat diperkirakan lewat beberapa indikator, seperti:

  • Tekanan darah
  • Kadar gula dan kolesterol
  • Komposisi tubuh (lemak dan otot)
  • Tes darah tertentu (seperti CRP atau marker inflamasi)
  • Tes DNA dan epigenetik

Walau tidak selalu tersedia untuk semua orang, tanda-tanda sehari-hari juga bisa menjadi petunjuknya, seperti tingkat energi, kualitas tidur, kecepatan pemulihan setelah aktivitas, dan kejernihan pikiran.

Tanda Usia Biologis Lebih Tua dari Usia Asli

Beberapa sinyal umum bahwa usia biologis kamu lebih tua dari usia kronologis:

  • Mudah lelah walau aktivitas ringan
  • Lemak mudah menumpuk, otot sulit terbentuk
  • Tidur tidak nyenyak
  • Sering sakit atau gampang drop
  • Fokus dan memori menurun

Jika ini sering terjadi, besar kemungkinan tubuhmu sedang “menua lebih cepat”.

Cara Menurunkan Usia Biologis

Kabar baiknya, usia biologis bisa diturunkan dengan perubahan gaya hidup yang konsisten.

Usia ini bukanlah takdir, tapi hasil dari kebiasaan harian yang kita ulang selama bertahun-tahun.

Kabar baiknya, penelitian menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup bahkan dalam beberapa bulan saja sudah bisa memperbaikinya seperti sensitivitas insulin, peradangan, dan fungsi mitokondria.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkannya:

1. Perbaiki Asupan Nutrisi

Setiap kali kamu makan, tubuh menerima sinyal, apakah ia harus membangun atau justru merusak diri.

Makanan tinggi gula, ultra-proses, dan minyak trans mengirim sinyal “bahaya” ke sel, meningkatkan stres oksidatif dan peradangan. Ini mempercepat penuaan biologis.

Sebaliknya, pola makan harusnya kaya dengan nutrisi berikut ini:

  • protein berkualitas (telur, ikan, tempe, ayam),
  • lemak sehat (alpukat, kacang, olive oil),
  • serat dan antioksidan (sayur, buah, biji-bijian)

Bahan-bahan makanan di atas dapat mengaktifkan sistem perbaikan sel, memperbaiki DNA yang rusak, dan menjaga fungsi mitokondria atau pusat energi sel.

Inilah sebabnya diet seimbang dapat membuat usia biologis lebih muda meski usia kalender terus bertambah.

2. Bangun dan Pertahankan Massa Otot

Otot bukan cuma soal estetika. Otot adalah salah satu penentu utama dari usia biologis. Semakin banyak otot aktif yang dimiliki, maka:

  • semakin baik tubuh mengatur gula darah,
  • semakin rendah risiko diabetes dan peradangan,
  • semakin stabil metabolisme.

Latihan kekuatan (resistance training) membantu mencegah sarcopenia (kehilangan otot karena usia) yang merupakan salah satu tanda utama penuaan biologis.

Bahkan orang berusia 60–70 tahun bisa “menjadi lebih muda secara biologis” ketika mulai membangun kembali ototnya.

3. Jaga Sensitivitas Insulin dan Gula Darah

Lonjakan gula darah berulang adalah salah satu penyebab utama penuaan sel. Saat gula darah sering naik tinggi, terjadi proses yang disebut glikasi, di mana gula menempel pada protein dan merusak jaringan tubuh.

Karena itu, sebaiknya kamu:

  • menghindari makan manis dan tepung berlebihan
  • kombinasikan karbohidrat dengan protein dan lemak
  • bergerak setelah makan

Gula darah yang stabil berarti sel lebih sedikit rusak dan tubuh menua lebih lambat.

4. Tidur Berkualitas

Tidur adalah “mode perbaikan” tubuh. Saat tidur dalam, tubuh dapat:

  • memperbaiki jaringan
  • menyeimbangkan hormon
  • membersihkan racun di otak
  • menurunkan peradangan

Kurang tidur kronis bisa menaikkan usia biologis beberapa tahun lebih tua dari usia sebenarnya.

Sebaliknya, tidur 7–8 jam berkualitas membantu tubuh mempertahankan profil biologis yang lebih muda.

5. Kelola Stres

Stres kronis meningkatkan kortisol, hormon yang jika terus tinggi akan:

  • memecah otot
  • menaikkan gula darah
  • mempercepat penuaan sel

Teknik sederhana seperti jalan santai, napas dalam, journaling, atau aktivitas yang kamu nikmati bisa menurunkan sinyal stres di tubuh dan membantu menekan laju penuaan biologis.

6. Bergerak Setiap Hari

Kamu tidak perlu latihan berat setiap hari. Yang penting adalah tubuh sering diberi sinyal “aku masih dibutuhkan".

Jalan kaki, naik tangga, stretching, dan latihan ringan dapat menjaga:

  • aliran darah
  • fleksibilitas sendi
  • dan aktivitas metabolik sel

Tubuh yang sering digunakan akan menua lebih lambat daripada tubuh yang jarang bergerak.

Hubungan Usia Biologis dengan Penampilan

Menariknya, usia biologis sering terlihat dari luar. Kulit kusam, lingkar mata, postur bungkuk, dan energi rendah sering kali mencerminkan kondisi internal tubuh.

Saat usia lebih muda biasanya kulit lebih elastis, tubuh lebih ringan, dan ekspresi wajah lebih segar. Ini bukan sekadar kosmetik, tapi refleksi kesehatan dari dalam.

Hidup lebih lama tidak selalu berarti hidup lebih baik. Banyak orang berumur panjang tapi penuh penyakit. Fokus untuk menjaga usia biologis tetap muda berarti kamu mengejar umur panjang yang berkualitas, bukan hanya angka.

Pasalnya, orang dengan usia biologis lebih muda biasanya tetap aktif, mandiri, dan produktif lebih lama dalam hidupnya.

Kesimpulan

Usia kronologis tidak bisa dihentikan, tapi usia biologis bisa dikendalikan. Dengan pola makan yang lebih baik, aktivitas fisik yang konsisten, tidur berkualitas, dan manajemen stres, kamu bisa membuat tubuh bekerja seperti orang yang lebih muda.

Pada akhirnya, bukan soal berapa tahun kamu hidup, tapi seberapa sehat dan kuat tubuhmu menjalani tahun-tahun itu. Dan di situlah usia biologis menjadi ukuran yang jauh lebih penting daripada sekadar angka di KTP.

Nah, kamu bisa memulai kebiasaan sehat untuk menjaga usia biologis tetap muda yaitu dengan olahraga yang teratur. Kamu bisa pergi ke gym seperti FIT HUB yang menyediakan fasilitas premium serta kelas-kelas yang menarik.

Tak perlu bingung jika kamu masih pemula karena ada personal trainer profesional yang siap membantu kamu, lho! Yuk, coba free trial dari FIT HUB sekarang juga!

Blog Terkait

Membership

Personal Trainer

Kelas

Blog

Jadwal Kelas

Lokasi Klub

Fasilitas

Tentang Kami

Karir

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

FAQs

Brand Partnership

Corporate Membership

[email protected]

[email protected]

[email protected]

Layanan Pengaduan Konsumen