Junk food adalah pilihan makanan yang praktis serta punya cita rasa yang lezat. Tak heran jika penggemar jenis makanan ini sangat beragam mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Mulai dari burger keju yang meleleh, ayam goreng renyah, kentang goreng gurih, sampai minuman bersoda yang menyegarkan, semuanya gampang banget ditemui. Harganya pun sangat terjangkau sehingga selalu jadi pilihan bagi banyak kalangan.
Tapi, di balik rasanya yang bikin nagih, pernah nggak sih kamu benar-benar paham apa itu junk food? Kenapa dibilang junk? Apa memang benar-benar berbahaya bagi tubuh? Nah, di artikel ini kita bakal kupas tuntas soal makanan yang satu ini. Jika penasaran, baca artikelnya sampai selesai, ya!
Apa Itu Junk Food?
Secara sederhana, junk food adalah istilah untuk makanan yang rendah nilai gizinya, tapi tinggi kalori, gula, garam, atau lemak jenuh. Junk food biasanya punya rasa yang super enak dan bikin ketagihan karena banyak penyedap rasa, garam, atau gula tambahan.
Junk food juga identik sama makanan cepat saji. Soalnya, biasanya disajikan praktis, tinggal pesan dan makan tanpa ribet masak di rumah.
Di satu sisi memang memudahkan, apalagi kalau kamu lagi sibuk atau nggak sempat masak. Tapi di sisi lain, terlalu sering mengandalkan junk food bisa merusak pola makan sehat dan bikin tubuh rentan sakit.
Jadi, meskipun rasanya enak, junk food adalah makanan yang sebenarnya tidak memberi “bahan bakar” yang baik untuk kesehatan. Tubuh memang kenyang, tapi gizinya tak seimbang. Lama-lama bisa menumpuk masalah kesehatan kalau jadi kebiasaan.
Jenis-Jenis Junk Food
Setelah tahu definisinya, kenali juga apa saja contoh junk food di sekitar kita. Siapa tahu kamu sering makan tanpa sadar kalau itu termasuk junk food!
1. Makanan Cepat Saji (Fast Food)
Contoh paling gampang tentu saja burger, pizza, dan ayam goreng crispy. Makanan ini mengandung kalori tinggi, lemak jenuh, dan sering kali disajikan dengan saus tinggi gula dan garam.
2. Makanan Ringan Kemasan
Keripik kentang, snack berbumbu pedas, popcorn bermentega, atau biskuit manis juga masuk kategori junk food. Camilan ini biasanya mengandung MSG, garam berlebih, dan lemak trans.
3. Minuman Manis dan Bersoda
Minuman soda, teh kemasan manis, atau minuman energi tinggi gula juga termasuk junk food. Karena kalorinya tinggi banget dari gula tambahan, tapi nggak punya nutrisi bermanfaat.
4. Makanan Cepat Saji Beku
Nugget ayam, sosis siap goreng, atau pizza beku di supermarket juga bisa masuk kategori junk food kalau kandungan gizinya rendah dan tinggi lemak trans plus pengawet.
5. Permen dan Cokelat Berlebihan
Makan cokelat sebenarnya nggak masalah kalau sedikit dan pilih dark chocolate yang masih punya antioksidan. Tapi kalau makan permen dan cokelat manis berlebihan, ya masuk junk food juga karena tinggi gula.
Bahaya Junk Food untuk Tubuh
Sekarang masuk ke bagian paling penting, kenapa junk food berbahaya? Mungkin sekali-sekali makan junk food tak akan langsung membuat kita sakit.
Tapi kalau kebiasaan, sebaiknya siap-siap karena dampaknya perlahan akan muncul. Ini dia beberapa risiko kalau kebiasaan makan junk food tidak kamu kontrol:
1. Menjadi Obesitas
Seperti yang udah dibahas, junk food tinggi kalori dan lemak jenuh. Sekali makan burger plus kentang goreng dengan soda, kalori bisa tembus 800-1.000 kalori. Padahal kebutuhan kalori harian orang dewasa rata-rata cuma 1.800-2.200 kalori.
Bayangkan kalau kamu makan junk food terus, tanpa aktivitas fisik yang cukup, lemak numpuk di mana-mana. Akhirnya bisa menyebabkan kelebihan berat badan. Kalian juga harus ingat bahwa obesitas adalah gerbang ke berbagai penyakit lain.
2. Menyebabkan Diabetes Tipe 2
Kandungan gula tinggi di junk food juga jadi masalah besar. Gula berlebih bikin gula darah melonjak cepat.
Medical News Today juga menjelaskan bahwa lonjakan gula darah yang cepat dapat menyebabkan seseorang merasa cepat lelah dan lapar.
Hal itu akan membuat pankreas harus kerja keras memproduksi insulin terus-menerus, sehingga lama-lama fungsinya pun bisa menurun. Akhirnya, risiko diabetes tipe 2 meningkat drastis.
3. Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah
Bahaya junk food juga erat hubungannya dengan penyakit jantung. Lemak trans dan lemak jenuh bikin plak menumpuk di arteri.
Kalau saluran darah menyempit, risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, atau stroke makin besar. Jangan anggap remeh karena penyakit jantung masih jadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
4. Kerusakan Hati
Nggak banyak yang sadar, junk food adalah beban besar buat organ hati. Kandungan lemak jenuh tinggi bisa memicu penumpukan lemak di hati yang lama-lama bisa berkembang jadi fatty liver (perlemakan hati).
Kalau nggak ditangani, bisa merusak fungsi hati dan meningkatkan risiko penyakit hati kronis.
5. Merusak Sistem Pencernaan
Kalau kamu sering sembelit atau perut nggak nyaman, coba evaluasi lagi pola makanmu. Junk food minim serat, padahal serat penting buat melancarkan pencernaan.
Kebiasaan makan junk food dapat membuat metabolisme lambat, usus malas bergerak, akhirnya buang air besar nggak lancar. Dalam jangka panjang, risiko wasir, radang usus, atau masalah pencernaan lain bisa meningkat.
6. Gangguan Kesehatan Mental
Bahaya junk food nggak cuma soal fisik, tapi juga mental. Beberapa penelitian menunjukkan orang yang sering makan junk food lebih rentan mengalami stres, gangguan mood, bahkan depresi. Kenapa?
Karena pola makan yang buruk bisa memengaruhi keseimbangan hormon dan zat kimia di otak. Efeknya, suasana hati gampang swing, tidur jadi nggak nyenyak, dan produktivitas menurun.
7. Risiko Kanker
Ini mungkin terdengar ekstrem, tapi faktanya konsumsi junk food berlebihan bisa meningkatkan risiko kanker tertentu. Misalnya, daging olahan (seperti sosis, nugget, hot dog) yang sering dikonsumsi terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko kanker usus besar.
Kandungan nitrat dan zat aditifnya bisa memicu pertumbuhan sel abnormal kalau dikonsumsi terus-menerus.
Cara Mengurangi Konsumsi Junk Food
Tak mudah untuk langsung berhenti makan junk food, apalagi kalau sudah kebiasaan sejak lama. Tapi pelan-pelan, kamu bisa mulai membatasi. Ini beberapa tips praktisnya:
- Buat Makanan Sendiri di Rumah: Masak sendiri bikin kamu lebih tahu bahan-bahannya. Nggak harus ribet, bikin sandwich sehat atau salad sudah cukup.
- Bawa Bekal: Kalau kerja atau kuliah, bawa bekal biar nggak tergoda beli fast food.
- Ganti Camilan: Daripada ngemil keripik, ganti dengan buah potong, kacang sangrai tanpa garam, atau yoghurt.
- Kurangi Minuman Manis: Ganti soda atau teh kemasan dengan air putih, infused water, atau jus buah tanpa gula tambahan.
- Perbanyak Sayur dan Buah: Biar perut kenyang lebih lama dan kebutuhan serat terpenuhi.
Kesimpulan
Sekarang kamu sudah tahu kan, junk food adalah makanan rendah gizi tapi tinggi kalori, garam, lemak, dan gula. Rasanya memang enak dan praktis, tapi kalau dikonsumsi terus-menerus, efek jangka panjangnya bisa mengganggu kesehatan.
Bukan berarti kamu nggak boleh makan junk food sama sekali. Sesekali nggak masalah, asal tahu batas dan imbangi dengan makanan bergizi lain.
Yuk, mulai sekarang lebih peduli sama apa yang masuk ke tubuh kita. Karena kesehatan itu mahal, tapi menjaganya bisa dimulai dari hal sederhana seperti memilih makanan yang lebih baik.
Selain itu, kamu juga perlu teratur berolahraga jika ingin tubuh selalu sehat dan bugar. Nah, jika ingin memulai kebiasaan berolahraga, kamu bisa bergabung di FIT HUB yang menyediakan peralatan gym premium dan beragam kelas yang menarik dicoba. Daftar jadi anggotanya sekarang juga, yuk!



