Fitness

Manfaat Posisi Kayang dan 7 Kesalahan saat Melakukannya yang Perlu Dihindari

29 Apr 2025

avatar

Pinky

Bagikan Blog

Manfaat Posisi Kayang dan 7 Kesalahan saat Melakukannya yang Perlu Dihindari

Siapa nih yang pernah mencoba posisi kayang waktu kecil? Dulu mungkin bisa dilakukan dengan mudah, tapi sekarang jadi makin sulit, ya?

Nggak heran, karena tubuh kita memang semakin kaku seiring bertambahnya usia, apalagi kalau jarang bergerak dan lebih banyak duduk di depan komputer atau handphone.

Posisi kayang merupakan gerakan yang membutuhkan fleksibilitas tinggi pada bahu, tulang belakang, dan pinggul.

Nggak cuma itu, kamu juga perlu tenaga di area bahu dan punggung atas supaya bisa melakukannya dengan benar.

Meski kelihatannya susah, gerakan ini punya banyak manfaat buat kesehatan tubuh, lho. Jadi nggak ada salahnya buat mulai coba lagi pelan-pelan!

Manfaat Posisi Kayang untuk Tubuh

Berikut ini beberapa manfaat posisi kayang untuk tubuh:

  • Meregangkan leher dan tulang belakang
  • Membuka area dada dan bahu
  • Memperkuat kaki, pinggul, dan otot bokong
  • Meningkatkan sirkulasi darah ke organ pencernaan
  • Memperkuat dan meregangkan otot inti (core muscles)
  • Mengurangi stres mental dan kelelahan otak
  • Meningkatkan sirkulasi darah secara keseluruhan
  • Menstimulasi tubuh dan mengurangi tanda-tanda kelelahan
  • Meningkatkan mobilitas tulang belakang
  • Menjadi gerakan penyeimbang setelah duduk terlalu lama

Dengan segala manfaat yang beragam tersebut, sayang banget kalau kamu salah melakukan posisi kayang.

Kalau tekniknya nggak tepat, justru bisa mengurangi manfaatnya atau bahkan berisiko cedera, lho.

Melansir Body by Yoga, teknik yang salah justru bisa mengurangi manfaatnya atau bahkan menyebabkan cedera. Jadi, penting banget buat tahu cara yang benar.

7 Kesalahan Umum dalam Posisi Kayang

 7 Kesalahan Umum dalam Posisi Kayang.jpg

Nah, berikut ini beberapa kesalahan dalam melakukan posisi kayang:

1. Tidak Mengaktifkan Otot Paha Dalam

Otot paha dalam sangat penting untuk memberi stabilitas dan keseimbangan pada gerakan.

Saat kayang, pastikan kamu merapatkan kedua paha dengan menekan paha bagian dalam ke arah satu sama lain.

Ini dilakukan untuk membantu kamu jaga postur tubuh tetap stabil dan mencegah lutut melebar ke luar.

2. Lutut Melebar Keluar atau Tertekuk ke Dalam

Lutut yang melebar keluar atau tertekuk ke dalam adalah kesalahan yang cukup umum. Kalau lutut melebar, kamu nggak bisa dapetin manfaat peregangan pada quadriceps dan hip flexors, dan otot bokong juga nggak bekerja dengan maksimal.

Sebaliknya, kalau lutut tertekuk ke dalam, bisa meningkatkan risiko cedera di bagian lutut.

Untuk mencegahnya, pastikan lutut tetap sejajar dengan pinggul dan kaki. Kalau perlu, kamu bisa pakai blok yoga di antara lutut untuk bantu jaga posisi tetap benar.

3. Lupa Mengaktifkan Otot Core

Meskipun posisi kayang adalah gerakan backbend (menekuk punggung ke belakang), tetap penting banget buat mengaktifkan otot core.

Otot core yang aktif akan memberikan kekuatan tambahan dan melindungi punggung dari tekukan berlebihan yang bisa bikin cedera.

Untuk mengaktifkan otot core dengan benar, coba bayangkan seperti menarik pusar ke arah tulang belakang dan tahan posisi itu selama kamu melakukan kayang.

4. Tidak Mengaktifkan Otot Gluteus (Bokong)

Sering kali, saat fokus ke kaki dan punggung, kita lupa untuk mengaktifkan otot gluteus. Padahal, otot bokong ini penting banget buat stabilisasi tubuh, terutama saat melakukan kayang.

Dengan menjaga otot gluteus aktif, kamu juga membantu menjaga posisi pinggul dan lutut agar tetap aman.

Untuk mengaktifkan otot bokong, coba deh tekan dan kencangkan bokong saat kamu mengangkat pinggul ke atas.

5. Kaki Menekuk ke Tepi Luar

Kesalahan yang sering terjadi berikutnya adalah membiarkan kaki berguling ke tepi luar sampai lengkungan kaki terangkat dari lantai.

Gerakan ini bisa membuat pergelangan kaki dan lutut cedera dan mengurangi manfaat dari penguatan dan peregangan yang didapat dari posisi kayang.

Untuk menghindarinya, pastikan kamu menekan kaki secara merata antara jari kaki dan tumit.

Tekan seluruh telapak kaki ke lantai dengan kuat dan rata, jangan sampai kaki bergeser ke luar atau dalam.

6. Pinggul Turun ke Arah Lantai

Buat kamu yang baru mulai atau punya otot punggung bawah dan hip flexor yang masih kaku, pinggul sering kali cenderung turun ke arah lantai saat kayang. Ini bisa membuat gerakan jadi kurang efektif dan malah menjadikan punggung bagian bawah terbebani.

Cara mengatasinya, fokus pada menekan kaki kuat-kuat ke lantai, aktifkan otot core, dan usahakan punggung tetap rata.

Aktifkan juga otot paha supaya pinggul punya dukungan ekstra saat kamu mengangkatnya ke atas.

7. Dada Turun atau Punggung Terlalu Melengkung

Karena banyak aktivitas di posisi kayang terjadi di bagian tubuh bawah, kadang kita lupa menjaga posisi dada. Kalau dada turun, bisa membuat leher dan bahu mengalami tekanan berlebih.

Sebaliknya, kalau punggung terlalu melengkung (overarch), itu juga bisa membuat punggung bawah jadi sakit.

Supaya posturnya ideal, coba angkat dada ke arah atas (bayangin mau nyentuh langit-langit), tekan bahu luar ke lantai, dan biarkan leher tetap santai.

Lalu, untuk mencegah punggung terlalu melengkung, rapatkan pinggul, arahkan tulang ekor ke arah lutut, dan jaga agar punggung tetap dalam posisi netral.

Kesimpulan

Posisi kayang itu kelihatannya simple, tapi sebenarnya butuh kombinasi antara fleksibilitas dan kekuatan otot. Nggak heran kalau sekarang rasanya jauh lebih susah dibanding waktu kecil dulu.

Makanya, penting banget buat rutin latihan. Bukan cuma stretching saja, tapi juga latihan kekuatan di gym biar otot-otot seperti core, paha, dan bahu makin kuat dan stabil.

Kalau kamu masih bingung mau mulai dari mana, coba deh kunjungi FIT HUB. Di sana alatnya lengkap, ada instrukturnya juga. Yuk, daftar member FIT HUB sekarang!

Blog Terkait

Membership

Personal Trainer

Kelas

Blog

Jadwal Kelas

Lokasi Klub

Fasilitas

Tentang Kami

Karir

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

FAQs

Brand Partnership

Corporate Membership

[email protected]

[email protected]

[email protected]

Layanan Pengaduan Konsumen