Sepatu trail running dibuat untuk aktivitas lari di medan yang menantang seperti bebatuan, lumpur, hingga tanjakan juga turunan. Sepatu jenis ini mengandalkan ketahanan menghadapi jalur lari yang tidak mulus dan kenyamanan pengguna.
Untuk bisa mencapai ketahanan dan kenyamanan, sepatu-sepatu ini dibuat dengan bahan khusus dari upper, insole, midsole, hingga outsole-nya. Nah, berikut adalah rekomendasi sepatu trail running terbaik yang bisa jadi pertimbanganmu!
Rekomendasi Sepatu Trail Running Terbaik Untukmu
1. Saucony Peregrine 16
Sumber: Saucony
Saucony Peregrine 16 hadir dengan upgrade pada bagian outsole dan midsole yang membuatnya semakin siap digunakan di medan trail yang menantang.
Sepatu ini kini menggunakan full Vibram Megagrip dengan lug 4 mm untuk memberikan cengkeraman yang lebih kuat, terutama ketika kamu berlari di atas batuan basah, lumpur, atau permukaan yang licin.
Pada bagian midsole, Saucony menambahkan busa PWRRUN 4 mm sehingga total ketebalannya mencapai 32 mm di bagian tumit dan 28 mm di bagian depan, dengan drop tetap 4 mm.
Kombinasi ini memberikan cushioning dan perlindungan tambahan tanpa menghilangkan karakter Peregrine yang tetap lincah saat digunakan bermanuver di jalur trail.
Berdasarkan review Trail Runner Mag, dengan traksi yang kuat, rasa lari yang responsif, serta perlindungan rock plate untuk membantu melindungi telapak kaki dari bebatuan tajam, Peregrine 16 cocok untuk kamu yang mencari sepatu trail serbaguna.
Kisaran harga sepatu Saucony Peregrine 16: Rp2,6 juta – Rp3 jutaan.
2. Nike ACG Zegama Trail
Sumber: Nike
Zegama Trail dipercaya sebagai sepatu trail running yang paling cocok untuk medan basah, banyak genangan, hingga becek. Midsole-nya dibuat dari ZoomX yang memberikan kenyamanan ekstra selama lari. Kamu juga akan merasakan alas yang elastis, sehingga kaki tidak mudah pegal.
Outsole-nya dibuat dari Vibram Megagrip dengan teknologi Traction Lug yang memberikan cengkeraman kuat di berbagai permukaan.
Traksinya sangat membantu ketika melewati tanjakan curam, lumpur basah, hingga jalur berbatu dan gravel, sehingga kamu bisa tetap mendapatkan pijakan yang lebih stabil di medan yang licin.
Zegama Trail juga dilengkapi upper berbahan mesh yang tahan lama dan tetap terasa sejuk saat digunakan.
Bagian kerah sepatu memiliki stretchy ankle cuff terintegrasi yang berfungsi seperti mini-gaiter untuk membantu mencegah pasir, tanah, dan bebatuan kecil masuk ke dalam sepatu.
Kisaran harga sepatu Nike ACG Zegama Trail adalah Rp 2.699.000 – Rp 3.199.000.
3. Hoka Speedgoat 6
Sumber: Hoka
Speedgoat 6 adalah produk sepatu trail running unggulan Hoka. Dengan kemampuan grip dan stabilitas di medan sulit, sepatu ini juga ringan serta membuat trail running jadi mudah. Dengan bobot 278 gram, sepatu ini cocok ketika kamu melewati jalur trail yang berkelok.
Outsole-nya berbahan Vibram Megagrip dengan traction lugs mencapai 4.0-mm. Hal tersebut membuat penggunanya lebih percaya diri dan dapat menjaga pace tanpa khawatir selip. Speedgoat 6 juga cocok dipakai saat hujan atau medan basah.
Harga sepatu Hoka Speedgoat 6 berkisar Rp 2.799.000.
4. ASICS Gel Venture 9
Sumber: Asics
Gel Venture 9 adalah salah satu sepatu trail running dengan harga terjangkau pada daftar ini. ASICS memastikan gentle cushioning, midsole yang fluid, dan dilapisi dengan sirkulasi nyaman pada mesh upper-nya.
Sepatu ini punya ketebalan heel stack mencapai 33.3 mm dan GEL technology yang membuatnya dapat menyerap shock atau hentakan saat lari di medan sulit. Sepatu ini cocok dipakai untuk segala cuaca, dari panas hingga hujan.
Di pasaran harga sepatu Asics Gel Venture 9 berkisar Rp 2.099.000.
5. Nike ACG Pegasus Trail
Sumber: Nike
Nike ACG Pegasus Trail menggabungkan kenyamanan sepatu lari dengan kemampuan untuk menghadapi jalur trail ringan. Sepatu ini memiliki stack height 35 mm di tumit dan 27 mm di bagian depan dengan drop 8 mm.
Bagian midsole menggunakan ReactX foam yang memberikan bantalan empuk untuk membantu meredam benturan, sementara volume foam yang lebih besar di bagian depan memberikan dukungan tambahan saat mendarat di permukaan yang tidak rata.
Sepatu Trail Running keluaran 2026 ini menggunakan All Terrain Compound (ATC) 2.0 dengan lug sekitar 3,5 mm.
Outsole ini menawarkan peningkatan grip dibandingkan generasi sebelumnya dan dapat diandalkan saat berlari di aspal basah maupun kering, gravel, hingga jalur tanah.
Dari sisi kenyamanan, model ini juga mendapatkan toe box yang lebih tinggi dan lebar dibandingkan generasi sebelumnya, sehingga jari kaki memiliki ruang untuk bergerak lebih natural.
Di situs resmi Nike, sepatu ini dibanderol sekitar Rp2.199.000.

Temukan inspirasi sehatmu dan wujudkan dengan latihan di FIT HUB!
Klaim Gratis Free Trial 7 Hari6. Nike ACG Ultrafly Trail
Sumber: Nike
Nike ACG Ultrafly Trail merupakan sepatu trail running kelas premium yang dirancang khusus untuk kebutuhan long-distance trail race.
Model ini merupakan upgrade besar dari Ultrafly generasi sebelumnya, dengan konstruksi yang lebih ringan dan stabilitas semakin optimal.
Pada bagian midsole, Ultrafly Trail menggunakan dual-density ZoomX foam yang memberikan energy return tinggi untuk membantu menjaga efisiensi langkah selama berlari jarak jauh dan di jalur yang tidak rata.
Bagian outsole menggunakan Vibram Megagrip dengan lug directional berukuran sekitar 2-3 mm.
Dengan kombinasi ZoomX, carbon plate, konstruksi ringan, dan Vibram Megagrip, Nike ACG Ultrafly Trail cocok untuk pelari berpengalaman yang serius mengejar performa dalam trail race jarak jauh.
Nike ACG Ultrafly Trail beredar di pasaran dengan harga berkisar Rp3.111.200 – Rp3.889.000.
7. Salomon Speedcross 6
Sumber: Salomon
Outsole Speedcross 6 berbahan Contagrip dengan platform yang mendukung kenyamanan kaki saat melangkah di jalur trail. Kamu dapat lari trail dengan pace tinggi jika melakukan sepatu ini, karena kemampuan grip (ketebalan lugs 5.8 mm) dan kelenturannya sangat baik.
Contagrip pada outsole-nya punya hardness mencapai 93.9 HC yang menjaga telapak kaki tetap rata atau menyesuaikan medannya. Midsole-nya cukup tebal, tapi hal tersebut berguna untuk menjaga stabilitas pelari dan meningkatkan sensitivitas terhadap jalur lari.
Dengan mengeluarkan uang sekitar Rp 3.000.000 kamu sudah bisa membawa pulang Salomon Speedcross 6.
8. Hoka Torrent 3
Sumber: Hoka
Midsole EVA yang responsif meningkatkan kenyamanan serta kontrol terhadap traction pada jalur trail. Tingkat ketebalan heels-nya mencapai 26 mm dan plush upper-nya dilengkapi dengan tongue sepanjang 0.38 inci.
Jadi tidak hanya telapak kaki yang terjaga, tapi juga pundak hingga pergelangan kaki tidak mudah terluka akibat gesekan. Ketebalan lugs-nya adalah 4.0 mm, membuatnya dapat menghadapi medan bebatuan kecil hingga besar. Torrent 3 juga merupakan sepatu trail running dengan harga terjangkau dalam daftar rekomendasi ini.
Sepatu yang banyak diminati Hokka Torrent 3 bisa kamu dapatkan dengan kisaran harga Rp 1.499.000-Rp 1.999.000
9. Altra Lone Peak 8
Sumber: Altra Running
Ketebalan lugs-nya 3.2 mm tapi tetap nyaman dipakai saat melewati jalur lari yang tidak rata. Meski begitu bagian dalam sepatunya dibuat lembut, tapi tidak mushy, dan eksteriornya cukup keras. Dengan begitu, penggunanya tetap bisa menjaga kestabilan dan kepercayaan diri untuk mencapai pace tinggi.
Ketebalan heels dan sepatu mencapai 25 mm, serta dilengkapi dengan teknologi zero-drop yang membuat kaki tidak mudah pegal. Meski begitu, teknologi zero-drop ini mungkin akan aneh saat awal penggunaan.
Sebab, ketika melangkah kamu masih akan merasakan hentakan dari medan yang tidak rata. Tenang saja, telapak kaki tidak akan terasa sakit.
Sepatu Altra Lone Peak 8 berkisar di harga Rp 2.100.000-Rp 3.100.000.
10. On Cloudultra Pro
Sumber: On Running
On Cloudultra Pro merupakan sepatu trail running premium yang dirancang sebagai max-cushioned trail-racing super shoe untuk lari jarak jauh hingga ultramarathon.
Dengan stack height sekitar 38,5 mm di bagian tumit dan 32,5 mm di bagian depan serta heel drop 6 mm, sepatu ini memberikan bantalan tebal untuk membantu menjaga kenyamanan kaki selama berlari.
Bagian midsole menggunakan konstruksi dual-layer yang menggabungkan Helion HF hyperfoam dengan Speedboard berbahan campuran nylon PA11.
Kombinasi ini memberikan respons dan energy return sekaligus membantu menghasilkan transisi langkah yang lebih halus.
Cloudultra Pro menggunakan Missiongrip yang diperbarui dengan lug multidirectional 3,5 mm. Desain ini membantu memberikan cengkeraman di jalur trail sekaligus mempertahankan fleksibilitas yang dibutuhkan ketika melewati permukaan yang berubah-ubah.
Bagian upper menggunakan material open leno-weave mesh yang breathable dan cepat kering. Bobotnya sekitar 275 gram untuk ukuran pria dan 220 gram untuk wanita.
Pada pasar Indonesia, On Cloudultra Pro dijual seharga Rp4.500.000–Rp6 jutaan.
11. Hoka Tecton X 4
Sumber: HOKA
Hoka Tecton X 4 merupakan sepatu trail running premium yang dirancang sebagai trail racing supra shoe.
Dengan bobot sekitar 269 gram, sepatu ini memiliki stack height 40 mm di bagian tumit dan 35 mm di bagian depan, menghasilkan heel drop 5 mm yang memberikan bantalan tinggi tanpa menghilangkan sensasi pijakan yang relatif seimbang.
Bagian midsole menggunakan konstruksi dual-layer PEBA dengan PROFLY X yang dipadukan dengan parallel carbon-fiber plates, sehingga membantu meningkatkan stabilitas lateral ketika kaki melewati permukaan trail yang tidak rata.
Tecton X 4 menggunakan Matryx Micro mesh yang breathable sehingga tetap nyaman digunakan untuk lari jarak jauh. Terlebih dengan outsole Vibram Megagrip Litebase dengan traction lug berukuran 4 mm, yang memberikan kombinasi grip dan bobot yang efisien.
Ideal bagi pelari berpengalaman yang ingin mendapatkan perpaduan antara kecepatan, stabilitas, dan perlindungan dalam kompetisi trail.
Sepatu keluaran 2026 ini dibanderol mulai dari Rp4.799.000.
Kesimpulan
Itulah 9 sepatu trail running terbaik untuk berbagai medan, dari bebatuan, menanjak, turunan, hingga berlumpur atau penuh genangan. Selain sepatu yang tepat, kamu juga perlu melakukan latihan untuk mempersiapkan diri melakukan trail run.
Kamu dapat latihan dengan trainer profesional untuk memastikan stamina, kekuatan kaki, hingga pace-mu dapat dikontrol dengan tepat selama lari. Tertarik? Yuk, latihan beban di FIT HUB, klik di sini untuk daftar program free trial di cabang terdekat!



