Fitness

Mengenal Start Melayang dari Arti, Jenis, dan Cara Melakukannya yang Tepat

28 Mar 2025

avatar

Mastono

Bagikan Blog

Mengenal Start Melayang dari Arti, Jenis, dan Cara Melakukannya yang Tepat

Sudah pernah dengar tentang start melayang dalam lari? Teknik ini mungkin terdengar asing bagi sebagian dari kamu, tapi ternyata punya peran penting dalam dunia atletik, lho.

Yuk, kita bahas tuntas mengenai jenis start ini yang banyak digunakan oleh atlet-atlet Indonesia maupun dunia!

Apakah yang dimaksud dengan Start Melayang?

Start melayang adalah teknik memulai lari di mana pelari sudah dalam keadaan bergerak sebelum memasuki zona pengukuran waktu.

Berbeda dengan start jongkok yang dimulai dari posisi diam, start melayang memungkinkan pelari untuk sudah mencapai kecepatan tertentu saat mulai dihitung waktunya.

Teknik ini biasanya digunakan dalam dua konteks utama, yaitu:

  • Latihan sprint: Membantu pelari meningkatkan kecepatan maksimal tanpa harus menghabiskan energi untuk akselerasi awal.
  • Lari estafet: Digunakan oleh pelari kedua, ketiga, dan keempat saat menerima tongkat dari rekan setimnya agar perpindahan tongkat lebih mulus dan tidak kehilangan kecepatan.

Di Indonesia sendiri, start ini menjadi teknik penting yang diajarkan pada atlet-atlet muda di pusat pelatihan atletik nasional untuk mengembangkan kemampuan sprint mereka secara optimal.

Jenis-Jenis Start Melayang yang Perlu Kamu Ketahui

Jenis-Jenis Start Melayang yang Perlu Kamu Ketahui.jpg

Nggak cuma satu tipe aja, start melayang ternyata punya beberapa variasi yang penting untuk diketahui. Kamu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan latihanmu, ya.

1. Untuk Latihan Kecepatan

Start melayang ini biasanya digunakan dalam sesi latihan untuk mengembangkan kecepatan maksimal. Ada beberapa variasi jarak yang umum digunakan:

  • Flying 10: Akselerasi 20 meter, lalu sprint maksimal sejauh 10 meter
  • Flying 20: Akselerasi 20 meter, lalu sprint maksimal sejauh 20 meter
  • Flying 30: Akselerasi 25 meter, lalu sprint maksimal sejauh 30 meter

2. Dalam Estafet

Dalam lari estafet, start melayang dibagi menjadi dua jenis:

  • Start Melayang Visual: Pelari melihat langsung proses perpindahan tongkat. Posisi tubuh diputar sekitar 90 derajat ke belakang untuk melihat pelari sebelumnya. Teknik ini lebih umum digunakan oleh atlet-atlet pemula dan tim estafet sekolah di kompetisi-kompetisi lokal di Indonesia.
  • Start Melayang Non-Visual: Teknik lebih canggih yang biasa dipakai atlet profesional. Pelari tidak memutar tubuh untuk melihat tongkat, melainkan tetap menghadap ke depan dan menunggu sinyal atau melihat melalui celah tangan.

Cara Melakukan Start Melayang dengan Benar

Penasaran bagaimana melakukan start melayang yang efektif? Ini dia langkah-langkahnya yang bisa kamu praktekkan:

Untuk Latihan Sprint:

  1. Tentukan jalur lari yang lurus dan aman, tandai dengan cone atau marker pada posisi awal, titik akselerasi (sekitar 20-30m), dan titik finish.
  2. Mulai dengan jogging ringan 15-20 menit untuk pemanasan. Ini penting banget, jangan pernah langsung sprint dengan otot "dingin" karena bisa berisiko cedera.
  3. Mulai dari posisi berdiri, condongkan badan sedikit ke depan dan akselerasi secara bertahap sampai mencapai titik akselerasi.
  4. Saat mencapai titik akselerasi, lanjutkan dengan sprint maksimal sepanjang zona flying sprint yang sudah ditentukan.
  5. Setelah melewati zona flying sprint, perlambat secara bertahap dan jangan berhenti mendadak.
  6. Istirahat minimal 3-5 menit antara repetisi untuk pemulihan penuh. Banyak pelari sering mengabaikan waktu istirahat ini yang berakibat pada penurunan kualitas latihan.

Untuk Estafet:

  1. Pelari dengan start melayang visual harus memposisikan diri di zona pergantian (exchange zone), dengan tubuh diputar 90 derajat untuk melihat pelari sebelumnya.
  2. Mulai bergerak perlahan saat pelari sebelumnya mendekati zona pergantian, sambil tetap memerhatikan tongkat.
  3. Ulurkan tangan ke belakang dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas atau posisi "V" terbalik, sesuai dengan teknik pergantian yang disepakati tim.
  4. Setelah menerima tongkat, fokuskan pandangan ke depan dan percepat langkah sampai kecepatan maksimal.

Tips Latihan Start Melayang

Melansir Marathon Handbook, ada beberapa rahasia untuk memaksimalkan latihan start melayang agar lebih baik.

1. Jaga Jarak Flying Sprint Tetap Pendek

Jangan tergoda untuk menambah jarak flying sprint terlalu cepat. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas.

Para pelatih merekomendasikan untuk tetap menggunakan jarak flying sprint 10-30 meter untuk menjaga kualitas gerakan dan menghindari cedera.

2. Fokus pada Turnover (Frekuensi Langkah)

Saat melakukan flying sprint, fokuskan pada peningkatan frekuensi langkah daripada panjang langkah. Ini melatih sistem saraf untuk menyalakan otot lebih efisien dan dengan ritme lebih cepat. Dalam jangka panjang, ini jauh lebih efektif untuk meningkatkan kecepatan.

3. Progres Secara Bertahap

Peningkatan jarak flying sprint sebaiknya tidak lebih dari 10% dari minggu ke minggu. Ini membantu tubuh beradaptasi dengan baik dan mengurangi risiko cedera. Banyak pelari yang terlalu ambisius dan meningkatkan beban latihan terlalu cepat, akhirnya berujung pada cedera dan kemunduran performa.

Kesimpulan

Start melayang adalah teknik penting dalam pengembangan kecepatan lari. Menguasai start ini bisa membuat lari kamu lebih cepat dan efisien, tapi teknik aja nggak cukup! Dibutuhkan kekuatan, daya tahan, dan eksplosivitas otot yang terlatih.

Itulah kenapa banyak pelari juga latihan di gym! Dengan latihan beban, mobilitas, dan kardio yang tepat, kamu bisa meningkatkan akselerasi, keseimbangan, dan efisiensi gerakan saat berlari.

Mau latihan lebih terarah? Yuk, gabung di FIT HUB. Dengan program khusus untuk peningkatan performa atletik, pelatih profesional, dan fasilitas lengkap, latihanmu dijamin akan lebih optimal.

Daftar FIT HUB sekarang dan buktikan sendiri!

Blog Terkait

Membership

Personal Trainer

Kelas

Blog

Jadwal Kelas

Lokasi Klub

Fasilitas

Tentang Kami

Karir

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

FAQs

Brand Partnership

Corporate Membership

[email protected]

[email protected]

[email protected]

Layanan Pengaduan Konsumen