Terdapat berbagai macam metode yang bisa digunakan untuk menghitung lemak tubuh, dan BMI adalah salah satu di antaranya.
Selain sederhana, menghitung lemak tubuh menggunakan BMI juga dapat memberikan gambaran awal tentang kategori berat badan seseorang.
Perlu dicatat bahwa BMI tidak bisa digunakan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara komprehensif, namun tetap bisa jadi tolak ukur untuk mengetahui berat badan yang ideal.
Jadi, apakah kamu penasaran tentang cara menghitung BMI? Sebelum itu, pahami dahulu definisi BMI berikut ini.
Apa itu BMI?
Disadur dari laman NIH, BMI (Body Mass Index) adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kadar lemak tubuh berdasarkan tinggi dan berat badan.
Di dalam metode ini, hasil BMI umumnya dibagi menjadi 4 kategori utama, yaitu berat badan kurang, berat badan normal, kelebihan berat badan, dan obesitas.
Selain dapat digunakan untuk meminimalisir penurunan atau kenaikan berat badan yang berlebihan, BMI juga bisa jadi penanda agar kamu dapat mengurangi risiko penyakit yang berkaitan dengan berat badan.
Penting juga untuk dipahami bahwa BMI tidak memperhitungkan massa otot, kepadatan tulang, atau komposisi tubuh lainnya, sehingga hasilnya tidak akan termasuk menghitung distribusi lemak secara keseluruhan.
Rumus dan Cara Menghitung BMI
Menimbang BMI adalah metode perhitungan yang sederhana, untuk menghitungnya hanya perlu mengetahui berat badan dan tinggi badan yang kamu miliki. Berdasarkan standar WHO, berikut adalah rincian 4 kategori BMI:
- < 18,5 = Berat badan kurang
- 18,5 - 24,9 = Normal
- 25 - 29,9 = Kelebihan berat badan
-
30 - Obesitas
- Adapaun rumus yang digunakan untuk menghitungnya adalah: BMI = berat badan (kg) / tinggi badan (m2). Berikut langkah-langkahnya:
- Ukur berat badan dalam satuan kilogram (kg).
- Ukur tinggi badan dalam satuan meter (m), kemudian dikuadratkan (tinggi x tinggi).
- Bagi berat badan dengan hasil kuadrat tinggi badan.
- Contoh perhitungan:
- Berat Badan 60 kg, tinggi badan 1,65 cm
- BMI = 60 / (1,65)2 = 22,04
- Dengan hasil 22,04, menandakan bahwa berat badan termasuk dalam kategori normal.
BMI Sebagai Alat Ukur Lemak Tubuh
BMI sering dijadikan sebagai acuan awal dalam mengevaluasi status berat badan seseorang, meskipun metode ini pada dasarnya tidak secara langsung mencerminkan persentase lemak tubuh yang dimiliki.
Seperti telah disebutkan sebelumnya, hal ini karena BMI hanya mengukur berat dan tinggi badan, tanpa memperhitungkan antara massa lemak, otot, tulang, maupun cairan tubuh.
Jadi, dua orang dengan BMI yang sama bisa memiliki persentase lemak tubuh yang sangat berbeda, tergantung pada komposisi tubuh masing-masing.
Meskipun begitu, BMI tetap memiliki nilai praktis dalam skala populasi, karena metode ini mudah dihitung dan dapat memberikan indikasi awal terkait potensi risiko kesehatan.
Untuk memberikan gambaran yang lebih detail, berikut ini adalah daftar kelebihan dan kekurangan metode pengukuran BMI:
Kelebihan:
- Praktis dan mudah dihitung.
- Cocok untuk penapisan awal.
- Efisien untuk penggunaan skala populasi.
- Murah dan aksesibel.
- Dapat digunakan untuk panduan nutrisi awal.
- Tersedia acuan standar global. Kekurangan:
- Tidak membedakan lemak dan massa otot.
- Mengabaikan komposisi tubuh.
- Tidak mengukur distribusi lemak.
- Kurang akurat pada kelompok tertentu (anak-anak, ibu hamil, lansia, atlet)
- Tidak memperhitungkan faktor genetik dan etnis
- Tidak menilai status kesehatan secara komprehensif.
Tips Mencapai Berat Badan Ideal
Jika kamu memiliki hasil BMI yang tidak normal, mulai perhatikan gaya hidupmu secara menyeluruh, ya!
Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kamu terapkan untuk mencapai berat badan ideal:
1. Prioritaskan Makanan Pada Gizi
Mengatur pola makan bukan hanya tentang mengurangi atau menambah porsi makan saja, tapi juga bijak memilih kualitasnya.
Maka dari itu, mulai fokus konsumsi makanan utuh yang kaya nutrisi seperti sayuran hijau, buah-buahan segar, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.
Jenis makanan tersebut cenderung lebih mengenyangkan, lebih rendah kalori, dan pilihan terbaik dalam menyediakan nutrisi penting untuk metabolisme tubuh.
Selain itu, mulai hindari makanan olahan yang tinggi gula dan lemak trans, ini penting untuk menjaga pola makan seimbang, termasuk mencegah penumpukan lemak tubuh secara berkelanjutan.
2. Gerakkan Tubuh Setiap Hari
Selain mengevaluasi pola makan, menjaga tubuh tetap aktif setiap hari juga punya peran vital untuk mencapai berat badan yang ideal.
Kamu bisa melakukan hal-hal sederhana terlebih dahulu, seperti jalan kaki cepat, naik turun tangga, atau bersepeda santai untuk membantu proses pembakaran kalori.
Dengan tubuh yang aktif, energi akan digunakan secara lebih efektif, sehingga tubuh cenderung menyimpan sedikit lemak.
3. Tidur yang Cukup
Satu hal yang sering kali diremehkan adalah memperhatikan kualitas tidur, padahal tidur punya peran penting dalam mengatur hormon nafsu makan seperti ghrelin dan leptin.
Jika kebiasaan buruk ini tidak segera diatasi, tubuh cenderung merasa lapar terus menerus, sehingga dapat berujung pada konsumsi kalori yang tidak terkontrol.
Oleh karena itu, hindari hal-hal yang bisa mengganggu kualitas tidurmu, serta pastikan kamu memiliki waktu tidur yang cukup minimal 7 jam setiap malam.
4. Fokus pada Kebiasaan Jangka Panjang
Memiliki berat badan yang ideal memang memerlukan kebiasan yang konsisten, jadi mulai biasakan dirimu dengan menyusun strategi yang tepat dan realistis. Selalu pantau progress-mu dengan data, di mana kamu bisa menggunakan BMI sebagai salah satu referensi.
Kesimpulan
BMI adalah indikator yang bisa dimanfaatkan untuk mengukur lemak tubuh, untuk mendapatkan hasil yang ideal, selalu terapkan gaya hidup sehat dan imbangi dengan olahraga secara rutin, ya!
Daftarkan dirimu menjadi member FIT HUB untuk mendapatkan beragam benefit, seperti fasilitas dan alat gym yang lengkap, PT, dan kelas-kelas fitness menarik.
Klik link berikut untuk mencoba program free trial FIT HUB!



