Gerakan Yoga untuk Pemula yang Bisa Kamu Coba

Olahraga yoga untuk pemula sering dianggap sulit dan menyebalkan. Memang, yoga sebagai latihan ketenangan diri yang memintamu untuk bergerak dengan cara yang mungkin tidak biasa kamu lakukan.

Pada gilirannya, kamu akan memperhatikan di mana kamu mungkin kekurangan kekuatan dan fleksibilitas. Namun, jangan khawatir karena itu sangat normal. Justru melalui yoga inilah kamu akan bisa mengoptimalkannya.

Benarkah Yoga itu Sulit?

Setiap kelas yoga adalah kesempatan untuk mengeksplorasi kekuatan dan kelemahanmu dan menemukan cara untuk mengatasinya. Jadi, apakah yoga itu sulit?

Yoga memang terkesan sulit bagi kebanyakan pemula yoga. Dalam yoga, kamu bergerak dengan cara yang mungkin tidak biasa tubuhmu lakukan dan inilah yang membuat yoga terasa sulit. Itulah tantangan yang harus kamu tembus.

Sejak kelas olahraga yoga pertama, kamu mungkin melihat pose yang menurutmu menantang karena kurangnya kekuatan atau fleksibilitas. Namun, seiring latihan yang konsisten, yoga bisa menjadi jauh lebih mudah.

Banyak pemula menganggap yoga itu sulit. Kamu mungkin memiliki gambaran yang berbeda di kepalamu tentang apa itu yoga atau mungkin untuk pertama kalinya mereka menemukan kekuatan dan fleksibilitas mereka yang terbatas.

Ketika kamu melakukan sesuatu untuk pertama kalinya, memang umumnya akan terasa berat. Kamu perlu beradaptasi dengan hal-hal yang menantangmu. Jadi, sebetulnya normal jika banyak pemula menganggap yoga itu sulit.Kamu datang ke kelas latihan yoga dengan tubuh yang semula masih awam. Nikmatilah proses berlatih yang cukup menantang itu. Niscaya kemudian hari kamu akan lebih tenang dan nyaman dalam beraktivitas.

4 Gerakan Yoga untuk Pemula:

1. Trikonasana (Hatha Yoga)

Dalam bahasa Sansekerta, “hatha” berarti “kekuatan.” Oleh karena itu, hatha yoga bertujuan mengembalikan keseimbangan tubuh. Jenis yoga ini bekerja pada keharmonisan antara chakra dan titik energi.

Chakra adalah pusaran energi atau titik-titik di tubuh kita di mana energi terkonsentrasi. Mereka hadir di tujuh lokasi berbeda di tubuh dan terhubung ke organ dan kelenjar tertentu.

Hatha yoga terdiri dari banyak pose dan posisi fisik yang menyeimbangkan tubuh dan pikiran. Salah satu pose yoga yang bisa kamu coba adalah pose pohon (trikonasana).

Penelitian menunjukkan bahwa hatha yoga membantu kita menghilangkan stres, tetap bugar dan gesit secara fisik, serta membuat kita terlihat lebih muda. Selain itu, hatha yoga memurnikan dan menyembuhkan sistem kita.

Selain itu, latihan yang berkelanjutan menyebabkan penurunan berat badan dan otot yang kencang. Pose yoga trikonasana ini terbilang sederhana untuk kamu yang baru belajar hatha yoga ini.

2. Downward Facing Dog (Ashtanga Yoga)

Yoga Ashtanga adalah cabang langsung dari Sutra Yoga Patanjali. Terkenal sebagai pose yoga untuk menurunkan berat badan. Secara etimologi, kata “ashtanga” merupakan turunan dari kata delapan dalam bahasa Sanskerta.

Yoga Ashtanga memiliki delapan pilar: prinsip, disiplin pribadi, asana dan postur, pranayama, penarikan diri, konsentrasi, meditasi, dan keselamatan. Salah satu pose terbaiknya adalah pose downward facing dog.

Gerakan ini cukup simpel untuk kamu coba. Akan membantumu dalam meredakan kecemasan dan stres, nyeri punggung, menghilangkan lemak, dan segala keluhan lainnya.

3. Child Pose (Vinyasa Yoga)

Bentuk yoga ini juga disebut yoga “aliran”. Kata “Vinyasa” memiliki dua bagian, dengan “Vi” artinya variasi dan “Nyasa” artinya dalam batasan yang ditentukan.

Yoga Vinyasa menggabungkan gerakan dan teknik pernapasan. Ini menciptakan aliran postur dengan pernapasan terkontrol yang mereplikasi aliran kehidupan.

Misalnya, yoga Vinyasa memulai aliran dengan pose anak-anak dan mengakhiri aliran dengan pose kematian (savasana). Transisi ke setiap postur mencerminkan gerakan sepanjang hidup.

Meditasi adalah bagian dari latihan yoga vinyasa tingkat lanjut, membuat bentuk menjadi lebih sadar. Untuk seorang pemula dalam yoga vinyasa, kamu bisa mencoba child pose ini terlebih dulu sebelum belajar pose lainnya.

Yoga Vinyasa adalah pilihan yang baik buat kamu yang menyukai latihan intensitas tinggi. Selain itu, yoga Vinyasa sangat ideal untuk kecemasan, depresi, tekanan darah, dan tidur.

4. Padmasana (Kundalini Yoga)

Juga dikenal sebagai “yoga kesadaran”, yoga kundalini mencakup pose berulang. Kundalini yoga membangkitkan kundalini Shakti yang laten. Energi spiritual ini berada di dasar tulang belakang.

Kundalini Shakti seperti ular melingkar, tidak terangsang di pangkal tulang belakang. Oleh karena itu, energi aktif menggerakkan tulang belakang dan berkontribusi pada kesejahteraan spiritualmu.

Yoga Kundalini juga cocok untuk stres, kecemasan, depresi, dan fungsi kognitif yang lebih baik. Gerakan dimulai dengan nyanyian, diikuti dengan pranayama, tindakan pernapasan yang terkontrol dan tepat.

Kemudian datang kriya, satu set postur atau mudra (posisi tangan tertentu). Lalu, seseorang melakukan pranayama, nyanyian, dan meditasi. Pose lotus (padmasana) ini jadi pose efektif dalam mencari ketenangan batin.

Tips Latihan Yoga untuk Pemula Agar Lebih Ringan

Jika kamu masih menemui titik buntu dalam mencari kenyamanan berlatih yoga, tips-tips berikut ini kiranya bisa membantu. Tentunya, mesti kamu iringi dengan keteguhan niat dalam belajar.

1. Coba Kelas Pemula

Meskipun kamu dalam kondisi yang baik dan banyak berolahraga, cobalah memulai dengan kelas pemula. Alasannya adalah bahwa lebih banyak instruksi dan modifikasi umumnya ditawarkan di kelas pemula yoga.

Sebagai pemula yoga, kamu mungkin mendapat manfaat lebih banyak daripada jika kamu langsung terjun ke kelas yang lebih maju dimana kebanyakan hal diasumsikan. Sembari berlatih, pelajari pula seluk-beluk yoga secara mandiri.

Yoga memang tampaknya sederhana. Sekadar gerak-gerak simpel sebagai penenang diri. Namun, bukan berarti bisa kamu praktikkan semudah itu.

Tetap butuh usaha untuk bisa mempelajari dan mempraktikkan yoga dengan benar dan nikmat. Semua itu akan terjadi secara bertahap, asalkan kamu tetap terus yoga dan tidak berhenti mencoba.

2. Temukan Instruktur yang Cocok

Ketika pertama kali memulai yoga, coba saja semua studio yoga di lingkunganmu. Ini akan membuka mata karena kamu akan merasakan gaya dan pelatihan yang berbeda di awal perjalanan yoga.

Menemukan instruktur yang baik juga sangat penting. Mereka akan dapat bertemu denganmu di mana kamu berada dan bahkan bisa menjadi sahabat barumu.

Artinya, kalian bisa saling terbuka dalam hal menyesuaikan latihan, baik dari segi waktu maupun teknis pelatihan. Komunikasi yang baik tentunya akan membuahkan hasil yang baik pula.

Apabila kamu mengalami keluhan atau kondisi yang kurang sehat, kamu bisa berterus terang kepada instruktur yogamu. Dengan demikian, interaksi yang kalian bangun bisa lebih komunikatif.

3. Jalin Komunikasi yang Baik

Bersikaplah terbuka dan jujur ​​dengan pelatih yogamu. Mereka ada untuk membantu dan membimbingmu dalam latihan ini. Dengan melihat progres latihanmu, mereka akan lebih memahami latihan macam apa yang cocok untukmu.

Bicaralah dengan terbuka agar mereka dapat membantumu mengajari gerakan yoga dengan lebih efektif. Interaksi yang terbangun juga akan membantumu berkembang secara signifikan.

4. Jadikan Yoga sebagai Ritual

Kebanyakan pemula mulai melakukan yoga dua kali seminggu. Beberapa lebih dan beberapa kurang dari frekuensi tersebut. Namun, terlepas dari seberapa sering kamu yoga, tetaplah melakukannya.

Pertahankan latihan yang konsisten dan dengan cara ini, kamu dapat menjadikannya ritual atau bagian dari harimu. Perlahan itu akan menjadi kebiasaan barumu yang akan menolong dalam menyikapi rutinitas sehari-hari.

Dengan cara ini, kamu akan melihat bahwa itu menjadi bagian dari harimu. Kamu tidak perlu menemukan motivasi khusus untuk datang ke kelas, terutama saat banyak tantangan seperti cuaca hujan, jalanan macet, dan semacamnya.

Kamu jadi menganggap yoga sebagai bagian dari dirimu, bukan lagi sekadar alat untuk refleksi. Ketika yoga sudah menubuh dalam jiwamu, itu akan membantumu mudah dalam menjalani yoga.

Niat untuk mempraktikkan yoga jadi lebih ringan. Menjalaninya pun lebih nikmat karena berangkat dari apa yang sudah menjadi bagian dari jiwamu. Hal ini tentu saja tidak secara instan bisa kamu dapatkan begitu saja.

5. Bersabar dalam Berproses

Kamu hidup di dunia yang serba cepat dan menginginkan hasil yang serba instan. Dalam yoga, itu tidak mungkin. Yoga adalah tentang memperlambat segalanya, mengamati nafas, tubuh dan pikiran secara reflektif.

Dengan latihan yang konsisten, kamu akan menemukan kekuatan, kelenturan tubuh, dan ketenangan pikiran. Tapi itu semua butuh waktu. Jadi, rangkul prosesnya dan luangkan waktu untuk bersabar dalam berproses.

Jika kamu terburu-buru ingin bisa menguasai semua gerakan yoga, kamu jadi tidak menikmati setiap detik proses kamu berlatih. Fokusmu jadi hanya pada kapan kamu bisa menguasai itu semua.

Hal ini tentu tidak sepenuhnya salah. Hanya saja, jika hal tersebut yang menjadi fokus utamanya, tentu akan menyebabkan orientasi latihanmu jadi serba pragmatis.

6. Menikmati Progress

Salah satu hal yang paling membuat frustasi namun indah tentang yoga adalah membunuh ego. Memang, pose yoga membuatmu menghadapi keterbatasanmu dan ini bisa sangat sulit diterima banyak orang.

Kamu akan belajar untuk bersabar dan menikmati progres dari latihan ke latihan kelas yoga. Perlahan, pasti kamu melihat secercah harapan. Butuh konsistensi yang sungguh-sungguh untuk bisa bertahan.

Jika kamu tertarik untuk mengikuti kelas yoga untuk pemula, kamu bisa segera bergabung dengan kelas yoga FIT HUB. Ada banyak pilihan dan kemudahan yang akan kamu peroleh selama berproses bersama FIT HUB.