Tips

Indeks Massa Tubuh: Cara Mengetahui dan 4 Kategori Utama

28 Oct 2025

avatar

Mastono

Bagikan Blog

Indeks Massa Tubuh: Cara Mengetahui dan 4 Kategori Utama

Mengetahui indeks massa tubuh (IMT) sangat penting untuk memahami apakah berat badanmu sudah ideal atau belum. IMT membantu kamu mengetahui apakah berat badanmu termasuk kategori kurang, normal, berlebih, atau obesitas.

Dengan memahami hasil IMT, kamu bisa menyesuaikan pola makan, jenis olahraga, hingga gaya hidup agar tubuh tetap sehat dan proporsional.

Cara Mengetahui Indeks Massa Tubuh

2148262121 (1).jpg Indeks massa tubuh dihitung dengan rumus:

IMT = berat badan (kg) / (tinggi badan (m) × tinggi badan (m))

Contohnya, jika kamu memiliki berat badan 60 kg dan tinggi badan 1,65 meter, maka:

IMT = 60 / (1,65 × 1,65) = 22,04

Hasil tersebut menunjukkan bahwa kamu berada dalam kategori berat badan normal. Kamu juga bisa menghitungnya lebih mudah menggunakan kalkulator IMT online di situs seperti CDC, WHO, atau berbagai platform kesehatan lainnya.

Hanya dengan memasukkan data tinggi dan berat badan, kamu bisa langsung tahu status berat badanmu.

Selain untuk orang dewasa, rumus IMT juga bisa digunakan pada anak-anak dan remaja, tapi hasilnya perlu disesuaikan dengan umur dan jenis kelamin karena perkembangan tubuh di usia muda berbeda-beda.

4 Kategori Indeks Massa Tubuh

Menurut World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hasil IMT terbagi menjadi empat kategori utama berikut:

1. Berat badan kurang (IMT < 18,5)

Kondisi ini menunjukkan bahwa tubuhmu kekurangan berat. Bisa jadi kamu tidak mendapatkan cukup kalori atau asupan nutrisi yang seimbang.

Dampaknya, tubuh menjadi cepat lelah, daya tahan tubuh menurun, dan rentan terhadap gangguan hormon.

Untuk memperbaikinya, kamu bisa menambah asupan protein, karbohidrat kompleks, serta mulai melakukan latihan kekuatan agar massa otot meningkat secara sehat.

2. Berat badan normal (IMT 18,5–24,9)

Kamu berada dalam kategori ideal! Berat badanmu seimbang dengan tinggi badan dan risiko penyakit kronis pun lebih rendah. Namun, ini bukan berarti kamu boleh berhenti menjaga pola makan.

Tetap lakukan olahraga secara teratur dan pertahankan gaya hidup aktif agar keseimbangan ini bisa bertahan lama.

3. Kelebihan berat badan (IMT 25–29,9)

Pada tahap ini, tubuh sudah mulai memiliki kadar lemak lebih tinggi dari normal. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, serta kolesterol.

Kamu bisa mulai menurunkan berat badan dengan mengatur pola makan (defisit kalori), perbanyak konsumsi sayur dan buah, serta rutin melakukan latihan kardio seperti jalan cepat, bersepeda, atau treadmill.

4. Obesitas (IMT ≥ 30)

Kamu termasuk dalam kategori obesitas jika nilai IMT mencapai 30 atau lebih. Obesitas meningkatkan risiko gangguan jantung, stroke, gangguan sendi, hingga masalah pernapasan. Namun, kabar baiknya, kondisi ini masih bisa diubah dengan konsistensi.

Rencanakan program penurunan berat badan dengan bimbingan personal trainer, perhatikan pola makan, dan lakukan latihan bertahap agar hasilnya aman dan berkelanjutan.

Faktor yang Mempengaruhi Hasil IMT

Perlu diingat bahwa indeks massa tubuh tidak menggambarkan kondisi tubuh secara keseluruhan. Ada beberapa faktor lain yang bisa memengaruhi hasil perhitungan:

1. Komposisi otot dan lemak

Seseorang yang memiliki banyak otot bisa memiliki IMT tinggi meskipun kadar lemaknya rendah. Misalnya, atlet angkat beban atau bodybuilder bisa terhitung “overweight” secara IMT, padahal mereka sangat fit.

2. Usia dan jenis kelamin

Seiring bertambahnya usia, otot cenderung berkurang dan lemak meningkat. Wanita juga cenderung memiliki lemak tubuh yang lebih tinggi daripada pria dengan IMT sama, karena faktor hormonal.

3. Distribusi lemak tubuh

IMT tidak bisa menentukan di mana lemak berada. Lemak di perut (lemak visceral) lebih berbahaya daripada lemak di pinggul atau paha karena berkaitan dengan penyakit metabolik seperti diabetes dan penyakit jantung.

4. Tingkat aktivitas fisik

Seseorang yang aktif berolahraga biasanya memiliki metabolisme lebih tinggi dan komposisi tubuh lebih sehat meski IMT-nya sedikit di atas normal.

Karena itu, penting untuk tidak hanya fokus pada angka, tapi juga kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Cara Menjaga Indeks Massa Tubuh Tetap Ideal

Setelah tahu nilai IMT-mu, langkah selanjutnya adalah menjaga agar tetap berada di kisaran ideal. Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan:

1. Jaga pola makan seimbang

Pastikan kamu mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks, protein tanpa lemak, lemak sehat, serta sayur dan buah dalam jumlah cukup. Hindari kebiasaan makan berlebihan dan makanan olahan tinggi gula.

2. Rutin berolahraga

Gabungkan latihan kardio (seperti jogging, bersepeda, atau berenang) dengan latihan kekuatan (seperti squat, plank, atau angkat beban). Kombinasi keduanya membantu membakar lemak sekaligus membangun otot. Nah, kamu bisa mengombinasikannya dengan olahraga di FIT HUB!

3. Tidur cukup dan kurangi stres

Kurang tidur dan stres bisa memicu peningkatan hormon kortisol yang menyebabkan penimbunan lemak. Pastikan kamu tidur minimal 7 jam per malam dan kelola stres dengan relaksasi atau meditasi.

4. Cek berat badan secara berkala

Pantau perubahan berat badan setiap beberapa minggu untuk memastikan kamu tetap berada di jalur yang sehat. Gunakan hasilnya sebagai motivasi, bukan tekanan.

Kesimpulan

Mengetahui indeks massa tubuh (IMT) adalah langkah sederhana tapi penting untuk memahami kondisi tubuhmu. Namun, angka IMT bukan satu-satunya ukuran kesehatan, kamu juga perlu memperhatikan pola makan, kebugaran, dan keseimbangan gaya hidup.

Kalau kamu ingin menjaga berat badan ideal dengan cara yang sehat dan menyenangkan, kamu bisa mulai dengan berlatih di pusat kebugaran lengkap seperti FIT HUB.

Coba redeem free trial di cabang terdekat dan mulai rutinitas latihanmu bersama personal trainer profesional FIT HUB hari ini!

Blog Terkait

Membership

Personal Trainer

Kelas

Blog

Jadwal Kelas

Lokasi Klub

Fasilitas

Tentang Kami

Karir

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

FAQs

Brand Partnership

Corporate Membership

[email protected]

[email protected]

[email protected]

Layanan Pengaduan Konsumen