Kamu masih merasa gerakan squat itu gampang-gampang susah? Mungkin kamu sudah mulai rutin nge-gym, tapi belum terbiasa dengan gerakan squat. Terlebih saat mencobanya sendiri, gerakannya sulit dan menakutkan. Bahkan pinggang jadi sakit, lutut berbunyi, atau bahkan rasanya tidak maksimal?
Kamu tidak sendirian! Gerakan squat memang terlihat sederhana, tapi sebenarnya membutuhkan teknik yang benar untuk bisa memberikan hasil maksimal. Melakukan squat dengan form yang salah gerakan jadi tidak efektif dan berpotensi menyebabkan cedera.
Sebaliknya, saat kamu menguasai tekniknya, squat bisa jadi salah satu latihan paling efektif untuk menguatkan seluruh tubuh bagian bawah, mulai dari paha, bokong, hingga inti tubuh.
Nah, makanya, kamu harus tahu berbagai kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi dan bagaimana cara memperbaikinya agar bisa squat dengan benar dan aman!
Hindari 10 Kesalahan Ini saat Melakukan Gerakan Squat
Kesalahan dalam melakukan squat bisa membuatmu tidak mendapatkan manfaat penuh atau bahkan cedera. Merangkum Muscle and Fitness dan Daily Burn, cek apakah kamu sering melakukan 10 kesalahan umum berikut:
1. Lutut Miring ke Dalam
Ini adalah salah satu kesalahan paling umum saat melakukan gerakan squat. Saat turun, lutut cenderung tertarik ke dalam. Hal ini memberikan tekanan berlebih pada sendi lutut dan bisa menyebabkan cedera.
Solusinya: Bayangkan ada tali yang menarik lututmu ke arah luar saat kamu turun. Jaga agar lutut sejajar dengan jari-jari kaki.
2. Tumit Terangkat dari Lantai
Saat kamu turun, tumit ikut terangkat. Hal ini berarti berat badanmu bertumpu di bagian depan kaki, bukan di seluruh telapak kaki.
Solusinya: Jaga agar seluruh telapak kaki tetap menempel kuat di lantai, terutama tumit. Kamu bisa bayangkan sedang "mencengkeram" lantai dengan jari-jari kakimu.
3. Posisi Lutut Terlalu Maju
Kesalahan ini sering terjadi karena fokusmu hanya pada gerakan turun ke bawah. Lututmu maju melewati ujung jari kaki. Ini bisa memberikan tekanan berlebih pada sendi lutut.
Solusinya: Fokuslah untuk mendorong pinggulmu ke belakang, seolah-olah kamu akan duduk di kursi yang jauh di belakangmu.
4. Badan Terlalu Membungkuk ke Depan
Saat turun, tubuh bagian atas cenderung membungkuk ke depan. Ini memberikan beban berat pada punggung bagian bawah (lower back) dan bisa menyebabkan sakit pinggang.
Solusinya: Jaga punggungmu tetap lurus dan dada membusung. Usahakan untuk menjaga dada tetap "terangkat" sepanjang gerakan squat.
5. Punggung Membungkuk/Membulat (Rounded Back)
Mirip dengan kesalahan sebelumnya, punggung yang membulat (bukan lurus) saat gerakan squat sangat berbahaya bagi tulang belakang.
Solusinya: Aktifkan otot inti (core) dan jaga punggungmu lurus dari atas sampai bawah. Bayangkan ada garis lurus dari bahu hingga pinggul.
6. Gerakan Squat Terlalu Cepat
Mungkin karena ingin cepat selesai, kamu melakukan squat dengan gerakan yang terburu-buru. Gerakan yang cepat membuatmu kehilangan kontrol dan bisa mengorbankan form.
Solusinya: Lakukan setiap gerakan dengan terkontrol. Turunlah perlahan (sekitar 2-3 detik) dan naik kembali dengan stabil.
7. Tidak Mencapai Kedalaman yang Cukup
Banyak orang hanya turun sedikit (quarter squat) karena merasa itu sudah cukup. Padahal, untuk mengaktifkan otot bokong dan paha secara maksimal, pinggulmu harus turun setidaknya sejajar dengan lutut.
Solusinya: Melatih fleksibilitas dan teruslah mencoba untuk mencapai kedalaman yang ideal, yaitu paha sejajar lantai atau sedikit lebih dalam.
8. Bernapas dengan Tidak Tepat
Pernapasan sering diabaikan dalam gerakan squat. Menahan napas bisa meningkatkan tekanan darah dan membuatmu cepat lelah.
Solusinya: Tarik napas saat turun (fase eksentrik) dan hembuskan napas saat naik (fase konsentrik). Pastikan napasmu teratur.
9. Pandangan Mata ke Bawah
Melihat ke bawah atau lantai saat squat bisa membuat postur tubuhmu ikut membungkuk.
Solusinya: Arahkan pandangan lurus ke depan atau ke titik di depanmu. Ini akan membantu menjaga punggung tetap lurus dan dada membusung.
10. Lutut Terlalu Terbuka Lebar
Saat lutut terlalu terbuka, kamu bisa kehilangan keseimbangan dan gerakan menjadi tidak stabil.
Solusinya: Jaga jarak lututmu sejalan dengan lebar pinggul atau bahu, sesuai dengan posisi kakimu.
Tips Melakukan Gerakan Squat dengan Benar dan Maksimal
Agar squat-mu lebih efektif, ikuti tips sederhana ini, dilansir dari Pledge to Fitness:
- Pemanasan: Selalu lakukan pemanasan 5-10 menit sebelum memulai, seperti dynamic stretching atau bodyweight squats (tanpa beban).
- Aktifkan otot core: Kencangkan otot perutmu seolah-olah seseorang akan memukulmu. Ini akan membantu menstabilkan punggungmu.
- Fokus pada pinggul: Ingat bahwa gerakan utama squat adalah mendorong pinggul ke belakang. Bayangkan sedang "duduk" di kursi.
- Perhatikan rentang gerakan (range of motion): Usahakan mencapai kedalaman yang ideal, yaitu paha sejajar dengan lantai. Jika belum bisa, turunlah sejauh yang kamu mampu tanpa mengorbankan form.
- Latihan tanpa beban: Jika kamu baru memulai, lakukan squat tanpa beban terlebih dahulu. Setelah form-mu sempurna, baru tambahkan beban ringan secara bertahap.
Kesimpulan
Menguasai gerakan squat yang benar memang butuh latihan dan kesabaran. Namun, usaha ini akan terbayar lunas. Gerakan squat yang tepat akan menguatkan otot-otot utama di tubuh bagian bawah, meningkatkan fleksibilitas, memperbaiki postur, dan bahkan membakar kalori lebih efektif. Singkatnya, squat yang benar adalah investasi terbaik untuk kesehatan dan kekuatan tubuhmu.
Masih ragu apakah form squat-mu sudah benar? Yuk, dapatkan panduan langsung dari personal trainer profesional di FIT HUB! Para PT akan memastikan setiap gerakanmu aman dan efektif.
Kamu bisa dapatkan sesi free trial di cabang FIT HUB terdekatmu dengan klik di sini. Yuk, kuasai squat-mu dan capai fit goal sekarang juga!



