Fitness

Definisi Olahraga High Impact dan Perbedaannya dengan Low Impact

27 Feb 2025

avatar

Pinky

Bagikan Blog

Definisi Olahraga High Impact dan Perbedaannya dengan Low Impact

Apakah kamu familiar dengan istilah high impact dan low impact dalam dunia olahraga? Masing-masing memiliki karakteristik tersendiri dan punya peran besar dalam menjaga kebugaran tubuh, lho!

Beberapa manfaat yang dapat dirasakan dari kedua jenis olahraga ini adalah perannya dalam mendukung kesehatan kardiovaskular, serta efektif meningkatkan pembakaran kalori dalam tubuh.

Lantas hal-hal apa saja yang perlu diketahui tentang olahraga high impact ataupun perbedaannya dengan olahraga low impact? Simak artikel ini untuk mendapatkan informasi selengkapnya.

Apa itu Olahraga High Impact?

Dikutip dari situs MANA Medical Associates, high impact merujuk pada bentuk latihan yang melibatkan gerakan hentakan kaki, seperti berlari dan melompat.

Adapun olahraganya cenderung dilakukan dengan intensitas latihan yang tinggi, sehingga menyebabkan dampak lebih besar pada sendi dan otot, terutama pada bagian kaki.

Dalam latihan, dampak yang dirasakan dari olahraga berintensitas tinggi dapat memicu ritme pernapasan dan detak jantung yang meningkat.

Oleh karena itu, olahraga high impact pada dasarnya membutuhkan lebih banyak energi. Kalori akan lebih banyak dibakar, dan pada gilirannya sangat ideal bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan.

Di sisi lain, olahraga low impact dipahami sebagai latihan yang tidak melibatkan pengangkatan kedua kaki sekaligus. Artinya, salah satu kaki masih berpijak di atas lantai, seperti pada saat berjalan kaki.

Olahraga high impact merupakan pilihan yang tepat untuk dilakukan selama masa pemulihan, mengingat latihan ini dilakukan dengan intensitas yang lebih ringan tanpa terlalu membebani sendi dan otot.

Perbedaan Antara Olahraga High Impact dan Low Impact

Perbedaan Antara Olahraga High Impact dan Low Impact.jpg

Setelah mengetahui tentang definisinya, hal penting berikutnya yang juga perlu dipahami adalah poin-poin perbedaan antara olahraga high impact dan low impact.

Secara umum, perbedaan di antara keduanya dapat dilihat dari 5 aspek, yaitu level intensitas, manfaat, risiko cedera, kesesuaian, dan jenis-jenis olahraganya. Simak penjelasan berikut ini untuk informasi lebih lanjut:

1. Level Intensitas

Seperti yang telah disinggung, salah satu perbedaan utama di antara olahraga high impact dan low impact terletak pada level intensitasnya.

Adapun intensitas dalam berolahraga dapat merujuk pada seberapa keras tubuhmu bekerja saat melakukan aktivitas fisik.

Intensitas dalam konteks ini dapat diukur dari peningkatan denyut jantung, produksi keringat, laju pernapasan, hingga kontraksi otot.

Di dalam olahraga high impact, latihan dilakukan dengan level intensitas yang tinggi, merujuk pada tekanan signifikan yang terjadi pada sendi, terutama pada bagian lutut, pergelangan kaki, dan pinggul.

Sementara dalam olahraga low impact, intensitas latihan dilakukan secara lebih rendah sehingga mengurangi tekanan pada sendi, seperti halnya saat berjalan atau berenang.

2. Manfaat

Baik olahraga high impact maupun low impact, masing-masing memiliki manfaat yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

Dalam konteks pembakaran kalori, olahraga high impact sangat efektif untuk membakar lebih banyak kalori dalam waktu yang lebih singkat.

Sebaliknya, latihan low impact berdampak lebih rendah dalam membakar kalori karena intensitasnya yang berkurang.

Meski begitu, latihan low impact tetap efektif untuk membantu memanajemen berat badan jika dilakukan secara konsisten.

Adapun manfaat lain dari kedua olahraga ini adalah efek positifnya dalam mendukung kesehatan sistem kardiovaskular.

Olahraga high impact dapat meningkatkan detak jantung yang pada gilirannya berperan dalam memperlancar sirkulasi dan daya tahan jantung yang lebih kuat.

Sementara, olahraga low impact juga memiliki manfaat bagi kesehatan jantung, di mana aktivitas seperti berenang dan mendayung dapat meningkatkan daya tahan kardiovaskular dengan lebih sedikit tekanan.

Manfaat berikutnya yang juga penting untuk diketahui adalah perannya dalam melatih kekuatan otot-otot pada tubuh.

Latihan high impact yang melibatkan gerakan-gerakan eksplosif seperti dalam latihan jump squat dan burpee dapat membangun kekuatan otot dan meningkatkan kepadatan tulang.

Sementara olahraga low impact seperti yoga, pilates, dan latihan resistance band sangat efektif untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekencangan otot.

3. Tingkat Risiko Cedera

Meskipun olahraga high impact memiliki manfaat yang lebih besar dalam membakar sejumlah besar kalori di dalam tubuh, olahraga high impact juga memiliki tingkat risiko cedera yang lebih besar.

Semakin intens latihan yang dilakukan, maka risiko terjadinya cedera juga akan semakin besar, termasuk dapat menyebabkan keausan sendi dan cedera otot.

Selain itu, gerakan-gerakan eksplosif pada saat melompat atau berlari cepat dalam olahraga high impact juga berisiko membuat ligamen terkilir atau bahkan menyebabkan patah tulang.

Oleh karena itu, olahraga low impact secara umum memiliki resiko cedera yang lebih rendah, menimbang latihan ini memungkinkan sendi, otot, dan ligamen bekerja dengan tekanan yang lebih ringan.

4. Kesesuaian

Aspek berikutnya yang juga menjadi pembeda antara olahraga high impact dan low impact adalah mengenai aksesibilitas serta kesesuaiannya untuk dimanfaatkan.

Olahraga high impact paling cocok untuk kamu yang sedang dalam kondisi fit atau memiliki tingkat kebugaran yang baik, terutama jika kamu ingin berlatih untuk sebuah kompetisi.

Sementara olahraga low impact lebih sesuai dilakukan bagi pemula atau mereka yang mengalami cedera dan sedang dalam proses pemulihan.

5. Jenis-Jenis Olahraga

Olahraga high impact dan low impact terdiri dari jenis-jenis olahraga yang berbeda. Lompat tali, lari, sepak bola, jumping jack, tenis, skipping, gymnastik, dan basket termasuk ke dalam olahraga high impact.

Sementara olahraga low impact meliputi renang, bersepeda, yoga, pilates, berjalan kaki, rowing, hingga latihan plank.

Kesimpulan

Olahraga high impact merupakan jenis olahraga berintensitas tinggi yang membutuhkan lebih banyak energi dan tingkat kebugaran tubuh yang baik.

Oleh karena itu, tentu dibutuhkan persiapan dan latihan yang konsisten agar kamu dapat mempraktekkannya secara tepat.

Untuk kamu yang sedang berusaha melatih kemampuan fisik dan meningkatkan kebugaran tubuh, sebaiknya segera bergabung menjadi member FIT HUB!

Di FIT HUB, terdapat beragam kelas workout menarik yang wajib dicoba, fasilitas gym yang lengkap, serta pendampingan dari personal trainer berpengalaman.

Jadilah member FIT HUB dan coba program free trial-nya sekarang juga!

Blog Terkait

Membership

Personal Trainer

Kelas

Blog

Jadwal Kelas

Lokasi Klub

Fasilitas

Tentang Kami

Karir

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

FAQs

Brand Partnership

Corporate Membership

[email protected]

[email protected]

[email protected]

Layanan Pengaduan Konsumen