Lifestyle

5 Cara Memilih Sepatu Lari yang Cocok untuk Kaki dan Dukung Aktivitas

26 Feb 2025

avatar

Cakra

Bagikan Blog

5 Cara Memilih Sepatu Lari yang Cocok untuk Kaki dan Dukung Aktivitas

Cara memilih sepatu lari yang tepat adalah dengan mengenali secara mendetail tentang bentuk kaki, jenis running yang akan dilakukan, jarak lari, hingga berbagai aspek lain yang menunjang aktivitas larimu.

Sepatu lari yang tidak cocok dengan kondisi kaki dan kebutuhanmu akan mengganggu aktivitas lari hingga melukai kakimu. Nah, jika kamu sedang mempertimbangkan untuk beli sepatu lari baru, maka ikuti cara memilih sepatu lari dari FIT HUB berikut ini!

Cara dan Tips Memilih Sepatu Lari

Cek dulu tips-tips berikut ini agar kamu tak salah pilih sepatu untuk lari, dirangkum dari Runners Need dan Runners World:

1. Ketahui jenis dan bentuk kakimu

Ketahui jenis dan bentuk kakimu.jpg

Sebelum membahas jenis-jenis sepatu lari, penting untuk memahami anatomi kaki terlebih dahulu.

Lengkungan kaki

Ada tiga jenis lengkungan kaki, yakni rendah (datar), sedang, dan tinggi. Jika kamu memiliki lengkungan kaki yang datar atau tinggi, pilihlah sepatu dengan cushion tambahan.

Pola langkah (gait)

Setiap pelari memiliki gait dan mekanisme gerak yang unik. Pronasiasi adalah gerakan alami kaki saat mendarat di permukaan. Ada tiga jenis pronasiasi, yaitu:

  • Netral: Sepatu netral dengan dukungan standar sudah mencukupi.
  • Overpronation: Stability shoes membantu mendistribusikan tekanan dengan lebih merata.
  • Underpronation: Sepatu dengan cushion ekstra dapat membantu meredam tekanan saat mendarat.

Panjang kaki

Kamu bisa mengukur panjang kaki secara manual di atas secarik kertas, tapi lebih baik minta bantuan orang lain agar lebih akurat. Akan lebih baik jika kamu mengunjungi toko sepatu yang dapat mengukur panjang kaki.

2. Kenali medan lari

Cara memilih sepatu yang kedua ini memastikan kamu tidak salah mengenakan sepatu berdasarkan jalur larinya.

Jalan beraspal

Jika kamu lari di jalanan kota, trotoar, atau aspal, road running shoes adalah pilihan terbaik. Sepatu ini dirancang dengan cushion tebal dan teknologi peredam guncangan yang tinggi untuk melindungi persendian dari benturan keras, mengurangi risiko cedera, serta memberikan kenyamanan saat berlari.

Jangan pakai road running shoes pada jalur trail karena cengkeramannya kurang kuat.

Trail

Trail termasuk jalur berlumpur, bebatuan, hingga penuh tanjakan dan turunan curam. Sepatu running trail berbeda dengan sepatu lari jalanan karena dirancang dengan daya cengkeram lebih kuat, traksi yang lebih baik, serta dukungan pergelangan kaki yang lebih stabil.

Outsole sepatu ini umumnya kasar dan pola lug yang lebih dalam untuk memberikan pijakan yang aman di medan yang tidak rata.

Trek lari

Jika kamu sering berlari di lintasan atletik, sepatu sprinter atau spike adalah pilihan terbaik. Sepatu ini sangat ringan, memiliki sol yang kaku, dan dilengkapi dengan duri kecil (spikes) pada outsole untuk meningkatkan daya cengkeram. Sepatu ini tidak cocok digunakan di jalan aspal.

3. Perkirakan jarak lari

Perkirakan jarak lari.jpg

Cara memilih sepatu lari berikut adalah jenis aktivitas lari dan jaraknya. Jika kamu mau ikut full marathon atau race, jenis sepatu yang dibutuhkan akan berbeda dibandingkan dengan sepatu untuk fun run atau lari 5K.

  • Jalan beraspal: pilih sepatu road running yang memiliki daya tahan tinggi dan cushion tebal untuk menyerap benturan.
  • Trail: gunakan sepatu trail running dengan daya cengkeram lebih kuat serta sol yang lebih tahan lama.
  • Race: gunakan sepatu race yang lebih ringan untuk mendukung kecepatan, tapi umumnya memiliki daya tahan dan cushion yang lebih tipis.

4. Pelajari jenis-jenis sepatu running

Setelah tahu bentuk kaki dan kebutuhanmu, cara memilih sepatu lari berikutnya adalah tipe sepatu lari yang ada saat ini:

Stability shoes

Stability shoes berkaitan langsung dengan gait dan overpronation. Pronation dapat menyebabkan nyeri pada pergelangan kaki atau tulang kering. Stability shoes dirancang untuk memberikan dukungan tambahan dan membantu mengurangi risiko cedera akibat overpronation.

Cushioned shoes

Cushioned shoes digunakan untuk lari jarak jauh atau saat recovery setelah race. Cushioned shoes juga memiliki fitur stabilitas tambahan, contohnya, teknologi FlyteFoam Blast+ dari Asics menawarkan bantalan empuk dan pantulan energi yang dipadukan dengan perlindungan dari Gel cushioning untuk meningkatkan kenyamanan lari.

Lightweight shoes

Sepatu ini dirancang untuk mengurangi bobot tambahan pada kaki, sehingga membantu menghemat energi dan meningkatkan efisiensi lari. Saat ini banyak sepatu yang sudah dibuat dengan foam dan karet khusus yang lebih ringan dan tetap memiliki daya pantul tinggi pada midsole.

Zero-drop shoes

Sepatu zero-drop adalah sepatu dengan tinggi tumit dan ujung kaki yang sama, mendorong pola lari yang lebih alami. Namun, transisi ke sepatu zero-drop membutuhkan adaptasi. Butuh waktu agar otot, tendon, dan ligamen kaki bisa menyesuaikan diri dengan perubahan posisi ini. Dalam jangka panjang, sepatu ini dapat membantu memperkuat struktur kaki dan meningkatkan kontrol saat lari.

5. Aspek dan keunggulan sepatu

Aspek dan keunggulan sepatu.jpg

Cara dan tips memilih sepatu lari yang terakhir adalah keunggulan dari sepatu, seperti:

Heel and forefoot cushioning

Saat berlari, forefoot akan menyerap lebih banyak tekanan dibandingkan tumit. Oleh karena itu, cushion pada forefoot sangat penting untuk meredam guncangan dan meningkatkan kenyamanan. Carilah sepatu dengan bantalan responsif yang mampu menyerap benturan serta memberikan pantulan energi (energy return) yang baik.

Fit atau kesesuaian ukuran

Sepatu lari harus memiliki ukuran yang pas, tidak terlalu ketat atau longgar. Idealnya, terdapat ruang sekitar lebar ibu jari antara ujung jempol kaki dan ujung sepatu untuk mengakomodasi pembesaran kaki akibat panas dan tekanan saat berlari. Perhatikan juga tekanan pada punggung kaki.

Kesimpulan

Itulah ragam cara dan tips memilih sepatu lari yang tepat agar aktivitas lari semakin nyaman. Selain memilih sepatu yang tepat, kamu juga harus tahu jenis latihan untuk meningkatkan stamina, kekuatan, dan pace, seperti squat, lunges, dan banyak lainnya.

Yuk, mulai latihan bersama personal trainer di pusat kebugaran FIT HUB! Klik di sini untuk ikut program free trial di cabang FIT HUB terdekat!

Blog Terkait

Membership

Personal Trainer

Kelas

Blog

Jadwal Kelas

Lokasi Klub

Fasilitas

Tentang Kami

Karir

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

FAQs

Brand Partnership

Corporate Membership

[email protected]

[email protected]

[email protected]

Layanan Pengaduan Konsumen