Apakah benar kopi bermanfaat untuk diet dan mengurangi berat badan? Bisakah kopi membantu proses pembakaran kalori? Dalam artikel ini kita akan telusuri fakta-fakta kopi untuk diet.
Kopi sudah menjadi bagian dari menu diet banyak orang. Terlebih karena kandungan kafein yang juga ada dalam banyak produk atau suplemen diet. Namun, apa sebenarnya manfaat kafein dan kopi untuk diet? Bisakah kamu mengonsumsi semua jenis kopi untuk menurunkan berat badan?
Yuk pelajari ragam manfaat kopi untuk diet, efek samping, dan kalori berdasarkan jenis kopinya berikut ini.
Manfaat Kopi untuk Diet

1. Kopi membantu proses bakar kalori
Melansir We Are Littles, sebuah studi yang diterbitkan Food & Function pada 2012 menemukan bahwa kafein dalam kopi mendorong proses thermogenesis.
Thermogenesis adalah proses peningkatan suhu tubuh yang menciptakan panas. Studi tersebut membuktikan bahwa semakin banyak panas yang terbentuk, semakin banyak kalori yang terbakar. Dengan begitu, usaha diet dan menurunkan berat badan akan semakin mudah.
2. Kopi meningkatkan performa tubuh
Kafein akan memberikan tambahan energi dan mendorong tubuh untuk membakar lebih banyak lemak yang disimpan.
Manfaat ini dapat dirasakan oleh kamu yang aktif olahraga, dengan minum kopi minimal 30 menit sebelum latihan. Alasannya, kafein dapat meningkatkan performa selama aktivitas tersebut dan bahkan membantu kamu menambah beban hingga menambah durasi olahraga.
Hal ini dapat terjadi berkat cairan asam dalam kafein yang meningkatkan energi tubuh, serta membantu proses pembakaran kalori sebelum dan setelah latihan.
3. Kopi meningkatkan metabolisme
Kafein dipercaya dapat meningkatkan metabolisme sebanyak 3 hingga 11 persen. Maka, semakin tinggi kemampuan metabolisme tubuh, semakin mudah kamu membakar lemak.
4. Kopi bisa jadi sumber antioksidan
Dalam buku The O2 Diet, karya pakar Keri Glassman, menyebut bahwa makanan yang kaya akan antioksidan dapat membantu menurunkan berat badan. Antioksidan melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat merusak molekul dalam tubuh.
Menariknya, studi menemukan bahwa 79% orang Eropa mendapatkan asupan antioksidan mereka dari minuman. Salah satu minuman yang berkontribusi memberikan asupan antioksidan adalah kopi, sebanyak 64% persen dari kebutuhan harian. Makanya, kopi jadi dipercaya jadi menu untuk diet.
5. Kopi membantu proses pengolahan lemak
Kafein dipercaya dapat memberikan sinyal pada sel-sel lemak untuk mengolah lemak yang kemudian akan digunakan untuk menjadi sumber energi tubuh. Adrenalin yang meningkat juga membantu proses pengolahan lemak.
Selain itu, kafein juga meningkatkan kadar enzim lipase dalam tubuh yang berperan penting dalam mengubah lemak jadi energi. Tambahan cairan asam chlorogenic juga akan mendukung proses pembakaran lemak.
6. Kopi membantu mencegah edema
Edema adalah sebuah kelainan pada tubuh manusia di mana badan menampung air dan tidak mengolahnya menjadi urin. Hal tersebut dapat menyebabkan kembung hingga bengkak.
Nah, dengan mengonsumsi kopi, sebuah studi menemukan bahwa, tubuh secara alami tidak bisa menampung kafein. Lalu, akan jadi lebih reaktif pada pengolahan cairan dalam tubuh jadi urin, sehingga dapat mencegah edema. Nah, dengan manfaat ini kamu tidak akan merasa bloated selama diet.
7. Kopi dapat mengurangi rasa lapar
Berkaitan dengan asam chlorogenic, kopi dapat menekan atau bahkan mengurangi rasa lapar. Hal ini tentunya membantu dietmu. Semakin hijau (mentah) biji kopi yang kamu olah jadi minuman, semakin tinggi kadar asam chlorogenic.
Namun, kopi hijau memang tidak untuk semua orang, bisa saja menyebabkan asam lambung yang parah. Kamu tetap bisa mendapatkan asupan chlorogenic dalam biji kopi medium/light roast.
8. Kopi bisa menggantikan craving pada rasa manis
Kopi secara alami mengandung rasa manis, makanya tidak disarankan untuk minum kopi dengan tambahan gula ataupun susu.
Jika kamu tidak kuat dengan rasa pahit yang dominan dari kopi hitam, cobalah campurkan kopi dengan cokelat yang persentasenya tinggi (rendah gula). Nah, dengan begitu kebutuhan gulamu tetap terpenuhi dan kadarnya tetap bisa dikontrol.
Efek Samping Konsumsi Kopi Berlebihan

Meskipun banyak manfaat kopi untuk diet, tetap saja kamu harus mengontrol konsumsi hariannya. Beberapa efek umum jika konsumsi kopi berlebihan, melansir Healthline, adalah:
- Insomnia atau susah tidur
- Kecemasan atau anxiety
- Mudah gelisah
- Jantung berdegup kencang
- Masalah pencernaan
Kopi dan kafein juga dapat menimbulkan efek samping jangka panjang, terlebih jika kamu menggabungkan konsumsi suplemen diet. Contoh masalah yang bisa timbul:
- Asam lambung naik
- GERD
- Tekanan darah tinggi
- Badan tremor
- Dehidrasi
Makanya, sebelum menambahkan kopi dalam menu diet, lebih baik konsultasikan dulu ke dokter atau ahli gizi.
Kopi untuk Diet dan Kalori
Kopi tanpa gula punya kalori rendah, tapi jika kamu belum kuat minum kopi hitam, kamu dapat menambah susu. Namun, lebih baik perhatikan pilihan susunya. Berikut adalah rekomendasi kopi untuk diet dan jumlah kalorinya menurut laporan Calories Info:
- Espresso: 1 kalori
- Kopi americano: 2 kalori
- Double espresso: 9 kalori
- Kopi dengan susu almond (tanpa gula): 10 kalori
- Kopi dengan susu soy (tanpa gula): 18 kalori
- Cafe latte (tanpa gula): 45 kalori
- Cappuccino: 57 kalori
Kesimpulan
Itulah delapan manfaat kopi untuk diet serta dampak-dampak mengonsumsinya. Berdasarkan kalori pada masing-masing jenis kopi, mana yang paling kamu sering konsumsi? Sudahkah kamu memilih kopi berkalori rendah sebelum olahraga atau latihan?
Nah, agar manfaat kopi lebih terasa pada tubuh, penting untuk meningkatkan rutinitas olahraga. Jika kamu butuh bantuan untuk membuat program latihan beban untuk FIT goal-mu, segera konsultasikan dengan membership consultant di FIT HUB!
Ada program free trial yang juga membuatmu bisa latihan beban dengan personal trainer di FIT HUB cabang terdekat.
Tertarik? Daftar program free trial, buat program latihan, dan mulai aktif olahraga di FIT HUB!



