Meskipun sedang marak banyak orang melakukan jenis-jenis olahraga yang modern, ternyata Indonesia punya banyak olahraga tradisional yang nggak kalah seru, lho.
Selain bikin sehat, olahraga tradisional ini juga mengandung nilai-nilai budaya yang patut kita jaga. Penasaran apa aja? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!
Jenis-Jenis Olahraga Tradisional di Indonesia
Sebelum kita bahas satu per satu, penting untuk kamu ketahui bahwa olahraga tradisional Indonesia itu bukan cuma sekadar permainan biasa. Namun, banyak di antaranya yang sudah diakui dunia internasional, lho!
Contohnya pencak silat yang sudah masuk UNESCO sebagai warisan budaya tak benda sejak 2019. Lebih keren lagi, beberapa olahraga tradisional kita sudah jadi bagian dari event internasional seperti Asian Games dan SEA Games!
Berikut ini beberapa olahraga tradisional Indonesia yang perlu kamu ketahui:
1. Pencak Silat

Siapa yang nggak kenal pencak silat? Bela diri asli Indonesia ini sudah ada sejak abad ke-7. Kamu bisa lihat buktinya di relief Candi Borobudur dan Prambanan.
Mengutip dari Jurnal PPJB SIP, pencak silat tidak hanya merupakan seni bela diri, tetapi juga sebuah ekspresi budaya yang memadukan keterampilan fisik dengan nilai-nilai tradisional, sehingga menjadikannya bagian penting dari warisan dan identitas Indonesia
Pencak silat ini gerakannya unik banget, memadukan keluwesan tubuh dengan gerakan yang terinspirasi dari hewan. Sekarang pencak silat sudah go international dan atlet Indonesia sering membawa medali emas di berbagai kejuaraan.
Bahkan sejak Asian Games 2018, pencak silat resmi jadi cabang olahraga yang dipertandingkan.
2. Jemparingan
Berasal dari Yogyakarta, jemparingan ini beda dari panahan biasa. Uniknya, pemanah harus duduk bersila saat membidik. Olahraga yang sudah ada sejak abad ke-17 ini punya filosofi mendalam yaitu sawiji (konsentrasi), greget (semangat), dan ora mingkuh (tanggung jawab).
Hal paling uniknya, busur ditempatkan di depan perut, bukan di depan mata seperti panahan modern.
3. Pacu Jalur
Nah, ini nih yang lagi viral. Pacu jalur dari Riau ini bukan cuma sekadar lomba dayung biasa. Perahu yang dipakai panjangnya bisa 25-40 meter dan butuh 40-60 pendayung. Keunikan dan kemegahan dari olahraga ini membuatnya semakin populer, bahkan sudah resmi menjadi bagian dari cabang olahraga di SEA Games.
Tak hanya itu, pacu jalur juga menjadi salah satu daya tarik pariwisata terpopuler di Indonesia. Setiap tahunnya, acara ini selalu dipenuhi pengunjung yang datang dari berbagai penjuru.
4. Lompat Batu

Olahraga ekstrem ini punya cerita unik. Dulu, pemuda Nias harus bisa melompati batu setinggi 2 meter agar dianggap dewasa dan siap nikah.
Nggak sembarangan orang bisa melakukan hal ini lho, kamu butuh latihan khusus dan keberanian tinggi. Keluarga yang anaknya berhasil dalam tradisi ini biasanya mengadakan pesta besar sebagai bentuk kebanggaan.
5. Bakiak
Olahraga yang satu ini mengajarkan kita pentingnya kerja sama. Kamu akan memakai sandal kayu panjang yang bisa dipakai 3-7 orang sekaligus. Lalu tim harus bisa kompak agar bisa jalan bersamaan.
Kalau nggak kompak? Tentu, kamu akan jatuh bersamaan. Oh iya, bakiak ini sering banget jadi permainan favorit pas acara 17 Agustusan, lho.
6. Egrang
Permainan ini berasal dari Jawa yang di mana untuk memainkan egrang kamu membutuhkan skill balance yang oke. Main egrang bukan cuma soal jalan pakai bambu tinggi, tapi juga melatih fokus dan keberanian.
Permainan tradisional ini cocok banget buat kamu yang ingin melatih keseimbangan tubuh. Biasanya egrang dibuat dari bambu dengan pijakan kaki sekitar 50 cm dari tanah.
7. Karapan Sapi

Olahraga tradisional khas Madura ini sudah menjadi ikon budaya.
Perpaduan antara kecepatan, strategi, dan hubungan antara joki dengan sapinya membuat olahraga ini super menarik. Oh iya, di Sumatra Barat juga ada versi serupa yang disebut Pacu Jawi.
8. Gobak Sodor
Main gobak sodor itu seru banget. Tim harus pintar-pintar atur strategi buat melewati penjagaan lawan. Olahraga ini melatih kelincahan, kecepatan, dan kerja sama tim. Ya, nggak heran sih, kalau masih populer sampai sekarang.
Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan berbentuk persegi panjang dengan ukuran 9x4 meter yang dibagi jadi 6 kotak.
9. Pantol
Berasal dari Rembang, Jawa Tengah, pantol ini mirip gulat tapi punya aturan unik. Dulu permainan ini dijadikan cara untuk memilih prajurit elit di era Majapahit.
Perbedaannya adalah peserta harus punya berat badan mirip dan fokus ke teknik kuncian. Saat ini, pantol masih sering ditampilkan dalam berbagai festival budaya.
Manfaat Melestarikan Olahraga Tradisional
Olahraga tradisional bukan cuma soal menyehatkan tubuh, tapi juga mengajarkan kita nilai-nilai penting seperti kerja sama, kejujuran, dan sportivitas. Selain itu, dengan ikut melestarikan olahraga tradisional, kita juga bisa:
- Menjaga warisan budaya Indonesia.
- Mengenalkan identitas bangsa ke generasi muda.
- Membangun karakter dan nilai-nilai luhur.
- Meningkatkan kesehatan dengan cara yang menyenangkan.
- Mempererat hubungan sosial dalam masyarakat.
Kesimpulan
Gimana? Seru kan olahraga tradisional kita? Meski tradisional, manfaatnya nggak kalah kok, dengan olahraga modern.
Olahraga tradisional Indonesia memang punya daya tarik tersendiri. Selain seru dan bermanfaat untuk kesehatan, olahraga-olahraga ini juga sarat dengan nilai budaya yang harus dilestarikan.
Kalau kamu tertarik menjaga kebugaran tubuh, yuk gabung jadi member FIT HUB. Di sini, kamu bisa latihan dengan nyaman dan mendapatkan fasilitas lengkap ke peralatan gym modern. Yuk, daftar jadi member FIT HUB sekarang!



