Fitness

Senam Trampolin: Pengertian, Manfaat, dan Jenis-jenisnya

02 Apr 2025

avatar

Pinky

Bagikan Blog

Senam Trampolin: Pengertian, Manfaat, dan Jenis-jenisnya

Bosan dengan latihan kardio itu-itu saja? Senam trampolin atau sering disebut rebounding dapat menjadi pilihan latihan terbaru untuk mengeluarkan keringat. Sesuai namanya, kamu perlu peralatan tambahan yakni trampolin atau rebounder.

Dasar senam ini memang mirip aerobik, tapi senam trampolin punya banyak manfaat hingga jenis-jenis latihan untuk pemula. Yuk, pelajari selengkapnya di bawah ini!

Pengertian Senam Trampolin

Senam trampolin adalah latihan aerobik low impact yang dilakukan di atas trampolin atau rebounder. Latihan ini mencakup berbagai gerakan seperti melompat, mengayun, dan jogging di tempat, dengan intensitas yang dapat disesuaikan dari rendah hingga tinggi.

Gerakannya cukup fleksibel tapi berdampak positif pada persendian karena permukaan trampolin memberikan pendaratan yang lembut serta mampu menyerap benturan saat melompat.

Faktanya, mengutip Business Insider, berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan trampolin dapat membantu menurunkan tekanan darah, memberikan dampak positif pada komposisi tubuh seperti mengurangi lemak dan meningkatkan massa otot, serta meningkatkan kebugaran kardiorespirasi (sistem pernapasan dan peredaran darah).

Untuk pemula, senam trampolin akan terasa cukup sulit, terutama saat harus menjaga ritme atau keseimbangan. Namun, ketika sudah terbiasa dengan gerakannya, tubuh akan terasa semakin ringan.

Manfaat Senam Trampolin

Manfaat Senam Trampolin.jpg

Melansir GoodRX, berikut adalah enam manfaat senam trampolin:

1. Menambah massa otot

Senam trampolin dipercaya dapat menambah kekuatan dan massa otot. Saat bergerak di permukaan yang tidak stabil, tubuh secara otomatis melibatkan otot core dan otot tubuh lower body untuk menjaga keseimbangan, seperti otot perut, glutes, dan hamstring.

Dalam sebuah studi, wanita yang mengikuti program senam trampolin dengan rebounder memiliki otot kaki yang lebih kuat dan keseimbangan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang melakukan latihan atau gerakan serupa di permukaan rata serta keras.

2. Meningkatkan kesehatan dan kekuatan pelvic floor

Pelvic floor atau otot dasar panggul sering kali tidak menjadi fokus dalam latihan penguatan otot, padahal otot ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan inti tubuh. Otot dasar panggul berperan dalam mengontrol kandung kemih dan usus, serta mendukung fungsi seksual.

Senam trampolin dapat membantu memperkuat otot dasar panggul karena gerakan melompat mengaktifkan otot-otot core yang lebih dalam. Studi lain menunjukkan bahwa rebounding dapat mengaktifkan otot dasar panggul pada wanita. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami dampak kesehatan otot dasar panggul secara menyeluruh.

3. Memperkuat tulang

Senam trampolin dapat dilakukan dengan tambahan beban. Beban tersebut memberikan tekanan yang cukup pada tulang. Tekanan ini dapat membantu mencegah pengeroposan tulang serta mengurangi risiko patah tulang. Sebuah studi menemukan bahwa atlet trampolin memiliki kepadatan dan kekuatan tulang yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak berlatih trampolin.

4. Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi

Menjaga keseimbangan saat melompat di atas trampolin dapat melatih koordinasi tubuh secara efektif. Saat tubuh menyesuaikan diri dengan permukaan yang tidak stabil, otot-otot stabilisator akan bekerja lebih keras, sehingga keseimbangan pun meningkat.

Latihan menggunakan trampolin mini terbukti dapat meningkatkan keseimbangan dan mobilitas fungsional, terutama pada wanita lanjut usia. Hal ini sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami jatuh dan cedera terkait keseimbangan.

5. Meningkatkan kesehatan peredaran darah

Seperti yang telah dipaparkan di atas, senam trampolin punya dasar yang sama dengan senam aerobik. Maka, latihan ini pun memiliki banyak manfaat bagi kesehatan jantung. Melompat di atas trampolin membantu meningkatkan detak jantung serta memperlancar aliran darah yang berkontribusi pada kesehatan kardiovaskular atau peredaran darah.

Selain itu, senam trampolin juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta kebugaran secara keseluruhan. Dalam sebuah studi, objek atau responden dengan tubuh lebih besar yang mengikuti program latihan trampolin selama 12 minggu mengalami peningkatan kapasitas aerobik yang berperan penting dalam meningkatkan stamina untuk aktivitas fisik lainnya.

6. Memperbaiki mood

Olahraga aerobik dapat membantu memperbaiki suasana hati dan senam trampolin adalah olahraga yang menyenangkan. Bukan tanpa alasan, lho! Rebounding sering disebut seperti aktivitas outdoor yang kamu lakukan saat kecil. Jadi tentunya akan meningkatkan semangat!

Berbeda dengan beberapa jenis latihan lain yang monoton, senam trampolin akan terasa lebih ringan meskipun dilakukan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Dalam sebuah studi selama 8 minggu yang melibatkan mahasiswa, peserta melaporkan bahwa senam trampolin tidak terlalu melelahkan meskipun memiliki tingkat intensitas sedang hingga tinggi.

Mereka juga mengaku menikmati latihan ini. Melakukan olahraga yang menyenangkan dapat meningkatkan motivasi untuk tetap aktif dan menjaga rutinitas serta kebugaran.

Jenis Senam Trampolin untuk Pemula

Bounce down

Bounce down adalah jenis senam trampolin yang dapat dicoba untuk pemula. Gerakannya mudah, tapi tetap efektif. Saat melakukan bounce down, kamu akan menggunakan otot glutes, hamstrings, hingga otot perut terdalam, yakni transverse abdominis. Gerakan ini pun akan mendorong peredaran darah yang lebih lancar.

Twist

Twists akan mengaktifkan otot sisi perut dan torso yang sering disebut obliques. Jenis senam trampolin ini akan meningkatkan kemampuan rotasi tulang belakangmu. Latihan pada abdomen ini diyakini dapat meningkatkan kekuatan otot core.

Scissor switch

Gerakan scissor switch menargetkan otot perut, paha dalam, dan glutes. Latihan ini menantang kelompok otot tersebut untuk menjaga kedua kaki tetap berdekatan dan menyeimbangkan tubuh secara merata di antara kedua kaki.

Squat

Latihan bodyweight ini akan menguji kekuatan kaki dan keseimbangan secara bersamaan. Kamu akan merasakan otot kaki bagian bawah dan core ‘terbakar’.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa senam trampolin adalah olahraga low impact yang dapat kamu lakukan di rumah maupun di gym. Manfaatnya pun beragam mulai dari menambah massa otot, layaknya latihan beban, hingga meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Jika kamu tertarik untuk coba senam trampolin dan masih pemula, latihan di pusat kebugaran FIT HUB agar kamu dapat pengawasan serta arahan dari personal trainer. Tentunya agar kamu dapat terhindar dari cedera. Tunggu apa lagi? Daftar program free trial dan latihan di cabang FIT HUB terdekat!

Blog Terkait

Membership

Personal Trainer

Kelas

Blog

Jadwal Kelas

Lokasi Klub

Fasilitas

Tentang Kami

Karir

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

FAQs

Brand Partnership

Corporate Membership

[email protected]

[email protected]

[email protected]

Layanan Pengaduan Konsumen