Fitness

Pahami Pengertian Lompat Jauh, Sejarah, dan Teknik yang Digunakan

10 Feb 2026

avatar

Mastono

Bagikan Blog

Pahami Pengertian Lompat Jauh, Sejarah, dan Teknik yang Digunakan

Pernah merasa sudah berlari kencang, tapi hasil lompatan tetap terasa pendek? Atau kaki terasa kuat, tapi saat mendarat justru kehilangan keseimbangan? Itulah tantangan utama dalam lompat jauh.

Lompat jauh bukan sekadar berlari lalu melompat. Olahraga atletik ini menuntut kombinasi kecepatan, kekuatan otot, koordinasi, dan teknik yang presisi.

Tanpa teknik yang tepat, tenaga besar pun bisa terbuang sia-sia. Sebagai salah satu cabang atletik tertua di dunia, lompat jauh terus berkembang dengan berbagai teknik dan gaya yang digunakan atlet profesional hingga saat ini.

Menariknya, prinsip-prinsip lompat jauh juga banyak diterapkan dalam latihan kebugaran modern karena efektif melatih power, kelincahan, dan stabilitas tubuh.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap pengertian lompat jauh, sejarahnya, teknik dasar, gaya-gaya lompat jauh, serta hal-hal penting yang perlu kamu perhatikan agar lompatan bisa lebih maksimal dan aman.

Pengertian Lompat Jauh

Sebelum mulai membahas sejarah atau tekniknya, kita bahas terlebih dahulu mengenai pengertian lompat jauh. Olahraga ini sendiri adalah salah satu cabang olahraga atletik, yang menguji kemampuan atlet dalam melakukan lompatan sejauh mungkin.

Dalam olahraga ini, atlet akan berlari di lintasan khusus sepanjang 40 meter, kemudian melakukan tolakan pada papan tumpuan berukuran 20 cm, dan mendarat di bak pasir yang telah disediakan.

Pengukuran jarak lompatan dilakukan dari tepi papan tumpuan hingga jejak terdekat yang dibuat atlet saat mendarat di pasir.

Dilansir dari World Athletics, untuk menjadi atlet lompat jauh yang sukses, kamu memerlukan kombinasi dari berbagai kemampuan fisik. Mulai dari kecepatan, kekuatan, kelenturan, hingga kelincahan.

Semua komponen ini harus berjalan seimbang untuk menghasilkan lompatan yang maksimal.

Sejarah Lompat Jauh

Sejarah Lompat Jauh - freepik.jpg

Lompat jauh memiliki sejarah yang sangat panjang dan dapat ditelusuri hingga zaman Yunani Kuno.

Menariknya, olahraga ini lahir dari kebiasaan manusia zaman dahulu yang sering menyeberangi rintangan seperti sungai dan jurang.

Di era Yunani Kuno sendiri, para atlet memiliki cara unik dalam berlomba. Dilansir dari World Athletics, mereka diharuskan membawa beban di kedua tangan yang disebut halteres dengan berat 1 hingga 4,5 kg.

Beban ini diayunkan ke depan saat melompat untuk menambah momentum. Kemudian, para atlet akan melepaskan beban ini di tengah lompatan untuk mendapatkan dorongan tambahan.

Lompat jauh mulai diperlombakan di Olimpiade modern sejak tahun 1896, tapi saat itu hanya untuk kategori putra. Baru pada tahun 1948, kategori putri mulai dipertandingkan.

Fakta menariknya, medali emas lompat jauh putri telah dimenangkan oleh atlet dari lima wilayah berbeda: Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, dan Oceania.

Bicara soal rekor, Mike Powell dari Amerika Serikat memegang rekor dunia lompat jauh putra dengan lompatan sejauh 8,95 meter yang dicatat pada tahun 1991 di Kejuaraan Dunia di Tokyo.

Sementara untuk kategori putri, rekor dunia dipegang oleh Galina Chistyakova dari Rusia dengan lompatan sejauh 7,52 meter yang dicatat pada tahun 1988.

Teknik Dasar Lompat Jauh

Ada empat tahapan penting yang harus dikuasai dalam lompat jauh:

1. Awalan (Approach)

Awalan (approach) merupakan tahap pertama dan sangat krusial dalam lompat jauh. Kamu harus berlari untuk membangun kecepatan di lintasan sepanjang 40 meter.

Biasanya, atlet profesional menggunakan 20-22 langkah dalam lari awalan mereka. Kecepatan lari sangat menentukan hasil lompatan, jadi pastikan kamu berlari secepat mungkin namun tetap terkontrol.

Penting untuk diingat bahwa kecepatan maksimal sebaiknya dicapai pada langkah-langkah terakhir sebelum melakukan tolakan.

2. Tolakan (Take Off)

Saat mencapai papan tolakan, kamu harus menempatkan kaki dengan tepat untuk menghasilkan lompatan maksimal.

Posisi kaki harus datar saat menolak, tidak boleh bertumpu pada tumit atau ujung jari kaki karena akan mengurangi momentum.

Untuk mencapai hasil terbaik, sudut tolakan idealnya sekitar 20 derajat atau kurang. Posisi tubuh harus tetap tegak dengan pinggul didorong ke depan saat melakukan tolakan.

3. Aksi saat di udara (Action in the air)

Ketika di udara, kamu perlu mengatur posisi tubuh untuk memaksimalkan jarak. Pada fase ini, keseimbangan dan teknik yang tepat sangat penting untuk mencapai hasil optimal.

Meski kamu tidak bisa menambah jarak saat di udara, tapi gerakan yang tepat bisa membantu mempertahankan momentum dan mempersiapkan pendaratan yang baik.

4. Pendaratan (Landing)

Teknik pendaratan yang baik bisa menambah jarak lompatan. Maka dari itu, usahakan untuk mendarat dengan kedua kaki sejajar dan dorong tubuh ke depan, bukan ke belakang.

Mengutip dari Olympics, atlet sering menggunakan gerakan menyapu dengan lengan mereka untuk membantu menjaga kaki tetap terangkat dan mendorong tubuh ke depan saat mendarat.

Gaya dalam Lompat Jauh

Gaya dalam Lompat Jauh - freepik.jpg

Ada tiga gaya utama yang bisa kamu gunakan dalam lompat jauh, yaitu:

1. Gaya Berjalan di Udara (Walking in the Air)

Gaya ini paling umum digunakan karena gerakannya mirip dengan orang berjalan.

Saat di udara, kaki digerakkan seperti melangkah, dan saat mendarat kedua kaki diluruskan ke depan dengan posisi badan condong ke depan.

Banyak atlet percaya bahwa gaya ini dapat menghasilkan lompatan terjauh karena memungkinkan kontrol yang lebih baik saat di udara.

2. Gaya Jongkok (Tuck)

Gaya berikutnya adalah gaya jongkok, yang di mana setelah take off, lutut ditekuk seperti posisi jongkok untuk mendapatkan momentum.

Saat mendarat, atlet berusaha menempatkan tumit di bak pasir dengan posisi yang tepat. Gaya ini cocok untuk pemula karena relatif lebih sederhana dibandingkan gaya lainnya.

3. Gaya Menggantung (Hang Style)

Gaya ini dianggap paling keren dan sering digunakan oleh atlet profesional. Setelah take off, kaki ditekuk ke belakang dengan tangan diangkat ke atas dan badan tegak, mirip seperti posisi menggantung.

Posisi ini membantu melawan rotasi ke depan yang terjadi setelah tolakan dan memungkinkan pendaratan yang lebih efektif.

Kesalahan Umum yang Sering Terjadi Saat Lompat Jauh

Banyak orang gagal memaksimalkan lompatan bukan karena kurang kuat, tapi karena melakukan kesalahan teknis berikut ini:

1. Awalan Terlalu Cepat Sejak Awal

Berlari terlalu kencang sejak langkah pertama membuat ritme lari tidak stabil dan sulit mengontrol tolakan di papan tumpuan.

Solusi: Bangun kecepatan secara bertahap, dan capai kecepatan maksimal di langkah-langkah terakhir.

2. Salah Menempatkan Kaki di Papan Tolakan

Menumpu dengan tumit atau ujung kaki dapat mengurangi daya dorong dan berisiko cedera.

Solusi: Pastikan kaki menapak datar dan kuat tepat di papan tolakan.

3. Terlalu Fokus pada Gaya, Bukan Teknik Dasar

Banyak pemula ingin langsung mencoba gaya menggantung tanpa menguasai awalan dan tolakan.

Solusi: Kuasai teknik dasar terlebih dahulu sebelum memilih gaya lompat jauh.

4. Badan Condong ke Belakang Saat Mendarat

Kesalahan ini membuat jarak lompatan terpotong karena jejak terdekat jatuh ke belakang.

Solusi: Dorong tubuh ke depan dan gunakan ayunan lengan saat pendaratan.

Latihan Pendukung Lompat Jauh untuk Meningkatkan Power & Stabilitas

Untuk meningkatkan performa lompat jauh, kamu tidak cukup hanya berlatih di lintasan. Latihan kekuatan di gym sangat membantu meningkatkan daya ledak dan kontrol tubuh.

Beberapa latihan yang efektif antara lain:

  • Squat & Bulgarian Split Squat
  • Box Jump
  • Deadlift (Ringan–Menengah)
  • Core Training (Plank, Hanging Leg Raise)

Latihan-latihan ini sangat cocok dikombinasikan dengan teknik lompat jauh agar performa meningkat secara signifikan dan risiko cedera berkurang.

Kesimpulan

Lompat jauh adalah olahraga yang menuntut keseimbangan antara kekuatan fisik dan teknik yang tepat. Awalan yang terkontrol, tolakan yang kuat, posisi tubuh di udara, hingga pendaratan yang efektif menjadi faktor utama penentu jarak lompatan.

Pemilihan gaya baik berjalan di udara, jongkok, maupun menggantung perlu disesuaikan dengan kemampuan dan pengalaman masing-masing atlet. Namun, tanpa fondasi teknik dasar yang kuat, gaya apa pun tidak akan memberikan hasil maksimal.

Jika kamu ingin meningkatkan power kaki, stabilitas tubuh, dan performa olahraga secara keseluruhan, latihan kekuatan yang tepat adalah kuncinya.

Yuk, tingkatkan kemampuan fisikmu bersama FIT HUB! Dengan fasilitas gym lengkap dan personal trainer profesional, kamu bisa melatih kekuatan, teknik, dan kebugaran tubuh secara lebih efektif sesuai targetmu.

Blog Terkait

Membership

Personal Trainer

Kelas

Blog

Jadwal Kelas

Lokasi Klub

Fasilitas

Tentang Kami

Karir

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

FAQs

Brand Partnership

Corporate Membership

[email protected]

[email protected]

[email protected]

Layanan Pengaduan Konsumen